Pria Bunuh 4 Orang di Markas Polisi Paris

Pria Bunuh 4 Orang di Markas Polisi Paris
Satu kendaraan polisi menuju markas kepolisian Paris, Prancis setelah tiga orang terluka dalam serangan pisau, Kamis (3/10/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 4 Oktober 2019 | 17:58 WIB

Paris, Beritasatu.com- Seorang pria berpisau mengamuk di markas polisi Paris, Prancis, Kamis (3/10). Pegawai yang memang bekerja di markas polisi itu menikam mati empat karyawan sebelum akhirnya ditembak mati aparat.

Para pejabat mengatakan orang kelima terluka parah dan dirawat di rumah sakit setelah serangan paling mematikan terhadap polisi di Prancis selama bertahun-tahun. Hingga kini, motif pelaku masih belum jelas.

Sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan penyerang, adalah seorang pekerja teknologi informasi di departemen intelijen polisi. Pria berusia 45 tahun itu telah menjadi mualaf sejak 18 bulan lalu.

Pelaku membunuh tiga perwira pria dan seorang asisten wanita sebelum ditembak di halaman bangunan batu di samping katedral Notre-Dame, jantung bersejarah Paris.

Pria itu lahir di wilayah Karibia Prancis, Martinik, dan telah bekerja untuk polisi sejak 2003. Dia juga diketahui menderita cacat pendengaran.

“Polisi menggeledah rumahnya di kediaman sepi di Gonesse, pinggiran kota berpenghasilan rendah di utara Paris, dan membawa istrinya ke tahanan,” kata jaksa Paris Remy Heitz kepada wartawan.

Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan penyerang tidak pernah menunjukkan masalah perilaku.

“Polisi sangat terpukul oleh insiden yang sangat mengerikan ini,” kata Castaner, yang menunda perjalanan yang direncanakan ke Yunani dan Turki untuk mengunjungi tempat kejadian bersama Presiden Emmanuel Macron.



Sumber: Suara Pembaruan