Rusia dan Ukraina Bertukar Tahanan

Rusia dan Ukraina Bertukar Tahanan
Seorang wanita berjalan melewati kereta api yang membawa tank Ukrania keluar dari wilayah Crimea. ( Foto: AFP/Max Vetrov )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 7 September 2019 | 21:30 WIB

Kiev, Beritasatu.com - Rusia dan Ukraina merealisasikan pertukaran tahanan yang sudah lama ditunggu, Sabtu (7/9/2019), langkah yang bisa mencairkan kebekuan hubungan dua negara sejak Moskwa menganeksasi Crimea pada 2014.

Sebuah pesawat Rusia yang membawa tahanan Rusia yang telah dibebaskan mendarat di Moskwa dari Kiev, sementara sebuah pesawat Ukraina dengan tahanan yang juga telah dibebaskan mendarat di Kiev di hari yang sama.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memeluk dan menjabat tangan para tahanan Ukraina yang telah bebas, sementara televisi Rusia Rossiya 24 menampilkan tayangan para tahanan yang turun dari pesawat di Moskwa.

Di Bandara Kiev, Zelenskiy mengatakan pertukaran itu merupakan hasil kesepakatan dia dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dua menambahkan semua langkah yang perlu harus diambil "untuk mengakhiri perang mengerikan ini", merujuk pada konflik melawan kelompok separatis di wilayah timur Ukraina yang telah berlangsung lima tahun.

Kantor Berita Interfax mengutip komisioner hak asasi manusia Rusia Tatyana Moskalkova yang mengatakan: "Ukraina menyerahkan 35 orang ke Rusia, kami menyerahkan jumlah yang sama ke Ukraina.”

Kelompok separatis dukungan Rusia masih menguasai wilayah yang cukup luas di timur Ukraina dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 13.000 orang. Zelenskiy telah berjanji untuk mengakhiri konflik-konflik yang terus meletus meskipun gencatan senjata telah ditandatangani sejak 2015.

Pertukaran tahanan ini bisa menjadi awal perundingan yang lebih serius terlepas dari perbedaan tajam di antara dua negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak digelarnya KTT untuk membahas masalah ini bersama Rusia, Ukraina, Jerman, dan Prancis.

Kamis lalu Putin mengatakan pertukaran ini akan menjadi langkah yang bagus menuju normalisasi hubungan dua negara, dan berharap lebih banyak tahanan lagi yang dibebaskan.

Tahanan Ukraina yang dilepas termasuk 24 pelaut yang ditahan oleh Rusia dalam pertempuran laut di Crimea tahun lalu, juga sutradara film Oleg Sentsov.

Sementara di pihak Rusia, salah satu yang dibebaskan adalah Volodymyr Tsemakh, mantan komandan pasukan separatis di timur Ukraina.

Tsemakh diduga terlibat dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014, yang menewaskan 298 orang dalam penerbangan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.

Kejaksaan Belanda mendesak Kiev agar mencegah Tsemakh pergi ke Rusia, karena dikhawatirkan bisa mengganggu penyidikan kasus MH17. Dia dilepas dengan jaminan oleh pengadilan Ukraina Kamis lalu.



Sumber: Reuters