Uni Eropa Isyaratkan Tidak Takut Boris Johnson

Uni Eropa Isyaratkan Tidak Takut Boris Johnson
Boris Johnson ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 12 Agustus 2019 | 20:57 WIB

London, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson saat ini dinilai berusaha menakut-nakuti Eropa agar memberikan kesepakatan Brexit lebih baik. Sejauh ini, Johnson sangat halus menyampaikan hal itu, termasuk berulang kali menyatakan jika menjadi PM akan meningkatkan persiapan untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan.

Logika yang dipakai Johnson adalah Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit) akan menimbulkan kekacauan, tidak hanya di Inggris tapi juga di negara-negara Eropa. Melihat keseriusan Johnson, Eropa pada akhirnya akan menegosiasikan ulang kesepakatan yang telah diketok dengan pendahulunya, Theresa May.

Sejak menjabat PM, Johnson belum melunakkan pendekatannya. Dia membawa banyak pendukung Brexit garis keras ke dalam kabinetnya dan tim penasihatnya. Dalam beberapa pekan terakhir, tidak ada kesepakatan yang terjadi dari sesuatu yang diyakini bisa terjadi.

Tapi, UE tampaknya tetap bersikukuh dan mengisyaratkan tidak takut atas ancaman halus Johnson. “Sejak dipicu Pasal 50, kita tahu tidak ada kesepakatan yang mungkin. Itu mengapa kami mempersiapkannya jauh sebelum Inggris,” kata seorang sumber pejabat UE kepada CNN, Minggu (11/8).

Brussels tampaknya santai terkait semua situasi Brexit. “Ancaman dari suatu kesepakatan tidak akan membuat Anda kemana pun dengan UE,” kata seorang peneliti senior di Institut untuk Pemerintah, Georgina Wright.

“Ancaman-ancaman tidak akan mengubah pikiran mereka, hanya akan ada alternatif kredibel,” tambah Wright.

Alternatif yang disebutkan Wright berbicara tentang bagian spesifik dari perjanjian penarikan Brexit, yang dikenal sebagai penghalang perbatasan (backstop) Irlandia yaitu jaminan kebijakan untuk mencegah kembalinya ke perbatasan keras antara Irlandia Utara, bagian dari Inggris, dan Republik Irlandia, sebagai bagian dari UE.



Sumber: Suara Pembaruan