Mahasiswa Diajak Nobar Ketimbang Ikut Demonstrasi
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Mahasiswa Diajak Nobar Ketimbang Ikut Demonstrasi

Kamis, 17 Oktober 2019 | 12:59 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengajak mahasiswa dari 27 kampus di wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah III untuk nonton bersama (nobar) film Bebas besutan sutradara Riri Riza. Nasir menuturkan, daripada mahasiswa ikut-ikutan demonstrasi lebih baik ikut nobar agar pikiran rileks. Ketika ditanya apakah agenda nobar ini menjadi strategi untuk mengalihkan perhatian mahasiswa dari aksi demonstrasi pada 20 Oktober mendatang, Nasir menuturkan bisa diterjemahkan seperti itu.

"Nonton Bebas, tidak usah demo. Rugi kalau tidak menonton film Bebas,” kata Nasir usai menyaksikan film Bebas bersama sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019) malam.

Nasir juga menuturkan, pelajaran penting dari film Bebas adalah betapa pentingnya arti bebas, yakni bukan bebas dari segalanya. Bebas tetapi harus melihat kebebasan orang juga.

"Namanya demokrasi. Jadi kebebasan orang harus kita hargai. Jangan sampai kebebasan itu merugikan orang lain. Artinya mengerti kebebasan orang juga,” ujarnya.

Dalam menyampaikan pendapat, Nasir menuturkan, mahasiswa jangan mengganggu kekebasan orang lain. Apabila tidak menghargai orang lain maka akan terjadi bentrokan.

"Makanya kalau demo itu harus lihat dulu, jangan merugikan orang lain. Kalau demo mengganggu orang lain tidak boleh itu,” ucap Nasir.

Kendati demikian, Nasir menyakini, mahasiswa tidak akan melakukan aksi demonstrasi karena mereka takut ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga aspirasi mahasiswa yang sebenarnya tidak tersampaikan dengan baik.

Selanjutnya, Nasir menuturkan, setelah menyaksikan film Bebas dia kembali mengenang masa lalu, saat SMA yang telah dilalui selaam 40 tahun silam.

"Ternyata, filmnya mengingatkan saya pada masa lalu SMA dulu. Hidup di masa SMA ternyata berbeda-beda, sampai kuliah juga masih berteman, artinya film itu menginspirasi pentingnya suatu persahabatan. Jadi kembali kepada kita melihat kebangsaan kebersamaan kita. Kita boleh beda, tetapi kita harus bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Nasir juga menuturkan, agenda nobar yang diadakan Kemristedikti ini untuk mengajak anak muda mencintai film Indonesia. Menurutnya, film yang disutradarai anak bangsa patut diperhitungkan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Kunjungi Wamena, Mendikbud Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Normal

Mendikbud meminta agar anak-anak yang mengungsi keluar bersama orang tuanya kembali lagi ke Wamena, dan bisa bersekolah lagi.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

Tenggat Hampir Habis, Kasus Novel Masih Gelap Gulita

Kasus yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan masih gelap gulit. Tim teknis yang dibentuk Presiden Jokowi belum juga mampu mengungkap siapa pelakunya.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

Pelantikan Presiden, Kapolri Imbau Jangan Ada Mobilisasi Massa

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak melakukan mobilisasi massa agar pelaksanaan pelantikan presiden berjalan aman dan lancar.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

Bupati Biak Numfor: Menteri dari Papua Harus Tahu Persoalan Tanah Papua

Presiden Jokowi jika memilih menteri asal Papua harus benar-benar orang Papua, tinggal di Papua, dan mengetahui kondisi real Papua.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

Asap, “Kado Istimewa” Ulang Tahun Kabupaten Muaro Jambi

Bertepatan dengan puncak perayaan HUT ke-20 Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (16/10/2019), asap tebal justru menyelimuti daerah itu.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

PDI P: Penyusunan Kabinet Pertimbangkan Tantangan Eksternal

Struktur dan nomenklatur kabinet sebaiknya tidak mengalami banyak perubahan. Dengan demikian bisa langsung bekerja cepat dengan skala prioritas.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

Bupati dan Wabup Talaud Belum Dilantik, Mendagri: Saya Sudah Keluarkan SK

Tjahjo menegaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Pemprov Sulut agar melantik bupati dan wakil bupati Talaud terpilih.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

30.000 Personel TNI-Polri Siap Amankan Pelantikan Presiden

30.000 TNI/Polri siap mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden yang dimulai hari ini.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

KPK Tahan Wali Kota Medan

Dzulmi ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Syamsul Fitri Rutan Kelas I Jakarta Pusat, dan Isa Ansyari di Rutan Mapolres Metro Jakarta Pusat.

NASIONAL | 17 Oktober 2019

Panglima TNI: Waspadai Sekecil Apa pun Informasi yang Beredar

Panglima TNI mengatakan nama baik bangsa dipertaruhkan dalam pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

NASIONAL | 17 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS