Tiga Kunci Utama Kesembuhan Pasien Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Tiga Kunci Utama Kesembuhan Pasien Covid-19

Minggu, 19 April 2020 | 20:00 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ada tiga kunci utama pasien Covid-19 sembuh, baik yang di rawat di rumah sakit atau yang melakukan isolasi mandiri. Hal tersebut dikatakan langsung oleh pasien positif Covid-19 yang kini sudah sembuh, Simon Nainggolan (50 tahun).

Dalam wawancara daring yang diikuti Beritasatu.com, Sabtu (18/7/2020), Simon membagikan tigakunci kesembuhan pada dirinya. Pertama, doa pada Tuhan yang tidak pernah berhenti dipanjatkan setiap hari. Kedua, disiplin mentaati imbauan dari dokter dan pemerintah. Ketiga, berpikir positif dan yakin kesembuhan akan datang.

Diakui Simon, selama masa isolasi, ia memang rutin mengonsumsi berbagai macam suplemen vitamin dan juga obat yang diberikan oleh dokter. Secara rinci, setelah sarapan Simon minum 500 mg vitamin C, kemudian 500 mg vitamin D, dan 500 mg vitamin E.

Kemudian di siang hari, ia kembali minum vitamin C 1000 mg, kemudian sore 500 mg. Sedangkan malam, ia disiplinkan diri untuk minum vitamin D 500 mg, dan ditambah obat antibiotik dan parasetamol yang diberikan oleh dokter.

Selain obat dan vitamin, Simon pun mengaku semangat yang diberikan sang istri juga berpengaruh pada kesembuhannya. Meski kala itu sang istri dilanda duka karena kehilangan ibu akibat Covid-19, ia ttetap memberi semangat pada Simon. dari balik pintu sang istri selalu mengatakan Simon harus sembuh.

"Kamu harus melawan penyakit di tubuhmu. Aku tidak sanggup jika harus menguburkan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya," kata sang istri yang diceritakan Simon dalam sesi wawancara daring.

Pada 30 Maret, dokter menyampaikan hasil swab Simon dan istrinya positif Covid-19. Ia pun menganggap isolasi mandirinya tidak sia-sia. Jika ia tak patuh, maka akan semakin banyak orang sekitar rumahnya yang akan terinfeksi.

"Kesabaran membawa mukjizat buat saya. Pada 1 April, demam hilang dan saya merasa segar di hari berikutnya. Kemudian saya didaftarkan lagi untuk tes swab pada 6 April 2020 di RSPAD. Ketika kami tes, pada 7 April 2020 hasilnya keluar, kami berdua dinyatakan negatif virus Covid-19, dan dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Setelah sembuh Simon terus membaca literasi. Ia mencoba memahami penyakit yang belum ada obatnya ini.

"Kisah saya bisa jadi contoh konkret, bagaimana kita menyembuhkan diri dengan meningkatkan imunitas. Dengan hati gembira penyakit ini bisa dilawan. Jangan pernah berpikir negatif, yang kita perlukan adalah hasil negatif, bukan pikiran negatif,” tukasnya.

Hal yang diungkapkan Simon juga diamini oleh seorang psikolog dan dosen di Unika Soegijopranoto Semarang, Augustina Sulastri. Saat ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) setelah melakukan perjalanan ke Belanda, ia juga sempat merasa resah, dan akhirnya mengisolasi diri di rumah.

Menurut Augustina, rasa resah yang timbul saat kondisi seperti ini adalah wajar. Hal tersebut justru akan mendorong seseorang untuk mengambil tindakan waspada. Namun, jika rasa resah sudah diselimuti pikiran negatif, justru akan melemahkan imunitas dalam tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

“Paranoid sedikit tidak apa-apa, masih sehat. Lakukan observasi pada tubuh kita. Ini yang bisa membuat kita tidak sampai diisolasi di rumah sakit. Banyaklah berdoa, karena saat berdoa pada Tuhan kita akan pasrah dan secara batin psikologis menjadi tenang,” tukasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Patuhi 15 Hari Isolasi Mandiri, Simon Nainggolan Selamat dari Covid-19

Pengusaha asal Jakarta, Simon Nainggolan, menceritakan pengalaman pribadinya sembuh dari Covid-19 setelah isolasi mandiri selama 15 hari.

NASIONAL | 19 April 2020

Dua Mekanisme Penanganan Covid-19 Ala Pemerintah

Yakni, mekanisme penanganan prarumah sakit dan penanganan di rumah sakit.

KESEHATAN | 19 April 2020

Cegah Penularan Covid-19, Perawat Minta Pasien Jujur

Padahal keterbukaan pasien menjadi kunci bahwa Covid-19 dapat disembuhkan dan penularan dapat dicegah.

KESEHATAN | 19 April 2020

Pemeriksaan Spesimen di 35 Laboratorium, 35.644 Orang Negatif Covid-19

Sebanyak 35 laboratorium di Indonesia telah memeriksa 47.478 spesimen dari 42.219 orang. Hasilnya, 35.644 orang dinyatakan negatif Covid-19.

KESEHATAN | 19 April 2020

Pasien Covid-19 Sembuh Terus Tumbuh, Lampaui jumlah Meninggal

Jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 hingga Minggu (19/4/2020) mencapai 686 orang melampaui jumlah yang meninggal sebanyak 582 orang.

KESEHATAN | 19 April 2020

Laporkan Aparat yang Tolak Tenaga Medis Pulang ke Rumah

Aparat yang melakukan stigmatisasi dan menolak tindakan tegas harus diberi sanksi tegas.

KESEHATAN | 19 April 2020

Deteksi Dini Melalui Tes PCR Percepat Kesembuhan

Dengan terdeteksi lebih dini, keuntungannya semakin banyak pasien yang ketahuan positif terpapar namun dalam kondisi ringan.

KESEHATAN | 18 April 2020

Surat Kemkes Imbau RS Hanya Layani Emergency Dinilai Tidak Bijak

Setiap rumah sakit tentu sudah membuat prosedur tetap (protap) penanganan pasien dengan penyakit selain Covid-19.

KESEHATAN | 19 April 2020

Bantu Cegah Covid-19, Protelindo Donasikan 2.000 Unit APD

Lebih dari 2000 unit APD atau protective suit, 2000 unit Face Shield dan 100 unit PortableSink dibagikan dalam upaya menangani Covid-19 diberikan Protelindo.

KESEHATAN | 18 April 2020

Alat Tes Buatan Indonesia Bakal Mampu Deteksi Covid-19 Kurang dari 1 Jam

Alat tes micro chip buatan Indonesia yang saat ini tengah dikembangkan disebut mampu mendeteksi Covid-19 kurang dalam waktu satu jam.

KESEHATAN | 18 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS