Bali, Dipersiapkan Menjadi Destinasi New Normal Pascapandemi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (-3.46)   |   COMPOSITE 5038.4 (-9.81)   |   DBX 922.546 (4.66)   |   I-GRADE 135.148 (-0.66)   |   IDX30 424.72 (-1.96)   |   IDX80 110.692 (-0.29)   |   IDXBUMN20 282.764 (-0.19)   |   IDXG30 117.102 (-0.26)   |   IDXHIDIV20 380.385 (-1.25)   |   IDXQ30 124.37 (-0.57)   |   IDXSMC-COM 213.267 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (1.39)   |   IDXV30 104.022 (0.28)   |   INFOBANK15 809.007 (-10.75)   |   Investor33 370.782 (-2.95)   |   ISSI 146.581 (0.35)   |   JII 534.734 (-1.47)   |   JII70 181.171 (-0.15)   |   KOMPAS100 994.168 (-4.83)   |   LQ45 775.543 (-3.39)   |   MBX 1400.42 (-4.13)   |   MNC36 279.01 (-2.03)   |   PEFINDO25 262.474 (0.06)   |   SMInfra18 238.826 (0.06)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-2.85)   |  

Bali, Dipersiapkan Menjadi Destinasi New Normal Pascapandemi

Minggu, 10 Mei 2020 | 20:36 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini, dunia pariwisata, termasuk Indonesia mempersiapkan diri menghadapi era normal baru atau new normal pascapandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah pola interaksi dan sosialisasi para pelaku industri pariwisata. Menghadapi masa tersebut, Menparekraf mengatakan Bali sudah dipersiapkan menjadi destinasi new normal Indonesia.

Rencana persiapan tersebut diungkapkan dalam rapat Menparekraf bersama Komisi X DPR, akhir pekan lalu. Menparekraf juga mengatakan, Bali secepatnya akan menerapkan gerakan BISA (bersih, indah, sehat, dan aman) pascapandemi Covid-19.

"Bali akan menjadi destinasi yang memulai gerakan BISA, dengan fokus menghadapi era new normal. Kita tahu, 40% pemasukan pariwisata Indonesia ada di sana,” jelas Menparekraf.

Selain mempersiapkan Bali, Menparekraf juga mengatakan ada 4 langkah yang harus industri pariwisata lakukan demi membangun kepercayaan, jika ingin menarik wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara.

"Saat ini kita kembali ke fondasi prinsip, yakni membangun dan mengembalikan kepercayaan pasar global. Caranya dengan menyiapkan fasilitas kesehatan, meningkatkan higienis, serta protokol keamanan di setiap destinasi,” jelas Whisnutama saat rapat virtual bersama Komisi X DPR, akhir pekan lalu.

Diakui Menparekraf, usaha untuk memulihkan reputasi Indonesia di panggung global tidaklah mudah. Mengingat, saat ini negara-negara lain juga berlomba menarik para wisatawan ke negaranya.

Semisal Hong Kong, belum lama ini giat meningkatkan kebijakan serta prosedur kesehatan demi melindungi warganya dan wisatawan non-Hong Kong yang datang.

Salah satunya dengan mengatur tempat-tempat umum seperti tempat wisata, pertemuan kelompok, dan bisnis katering dengan cara social distancing. Pertemuan kelompok di tempat umum, lebih dari empat orang dilarang.

"Dalam era new normal, pemasaran bukan hanya soal keindahan alam atau tempat destinasi, tetapi juga tempat-tempat yang layak untuk dikunjungi,” terangnya.

Selain mengembalikan kepercayaan, strategi lain yang Menparekraf coba kerahkan adalah pemasaran yang terintegrasi. Pihaknya akan mencoba memberikan akses yang mudah, murah, dan aman bagi konsumen domestik, regional, dan global menuju destinasi nasional unggulan pascapandemi.

Selanjutnya yang tidak kalah penting untuk pariwisata new normal adalah pemulihan usaha dan pekerja, diantaranya menjamin akses modal perbankan yang lebih mudah dan ringan bagi pengusaha yang memiliki cashflow.

Selain itu, demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Kemparekraf juga membuka pelatihan daring bagi para pelaku usaha agar menerima sertifikasi pascapandemi.

"Dengan mengikuti pelatihan, para pekerja pariwisata memiliki nilai tambah, motivasi, semangat, dan etos kerja yang baru,” ungkapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Produk Baru Laris, Eca Maresha Donasi ke Orang yang Membutuhkan

Maresha Beaute baru saja meluncurkan produk terbarunya yakni miracle shine serum pada 4 Mei 2020 yang langsung ludes terjual dalam beberapa jam.

GAYA HIDUP | 9 Mei 2020

Empat Cara Kurangi Ketagihan Junk Food

Makanan tidak dapat menggantikan dan mengubah perasaan tidak bahagia.

GAYA HIDUP | 8 Mei 2020

Penyakit-penyakit Ini Kerap Muncul Saat Berpuasa

Penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi.

GAYA HIDUP | 8 Mei 2020

Selamatkan Karyawan dari Pemecatan, Pengusaha Muda Ade Erwan Jual APD

Ade Erwan melakukan inovasi demi menyelamatkan karyawan perusahaan tekstilnya.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Usai Pandemi Covid-19, Industri Pariwisata Hadapi New Normal Tourism

Usai pandemi Covid-19, industri pariwisata Indonesia akan menghadapi era new normal tourism.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

The Shonet Resmi Luncurkan E-Commerce

The Shonet tak hanya datang dengan brand lokal, juga merek-merek yang telah dikenal global.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Makanan Pedas Jadi Andalan Bisnis Kuliner Olyvia Jouvan

Cumi dan ceker super pedas jadi menu andalan bisnis kuliner Olyvia Jouvan.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

BestHostels.co.id Jadi OTA Khusus Hostel Pertama di RI

Hostel atau yang dikenal hotel budget ini, dalam satu kamar bisa diisi 4 hingga 12 orang dimana tidak saling kenal.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

3.408 Wisatawan Mancanegara Tinggalkan Bali

Terhitung dari tanggal 8 Februari hingga 27 April, sebanyak 22 penerbangan repatriasi yang mengangkut sedikitnya 3.408 WNA dari berbagai negara telah terlayani.

EKONOMI | 6 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS