Logo BeritaSatu

Pasar Aset Kripto Stagnan, Investor Mulai Stop Akumulasi?

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:23 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pergerakan pasar aset kripto terlihat sideways (mendatar) atau stagnan, meski terpantau tetap berada di zona hijau pada Kamis (6/10/2022) pagi. Diperkirakan investor sudah bersiap untuk berhenti akumulasi (beli) dan ingin profit taking (ambil untung) dalam waktu dekat.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, investor kembali khawatir dengan sikap The Fed ke depannya mengenai pengetatan kebijakan moneter. “Hal ini yang membuat gerak cukup stagnan, kenaikan tidak terlalu signifikan untuk kripto big cap,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

Banyak pejabat The Fed, seperti Mary Daly dan Raphael Bostic Pada Rabu (5/10/2022) yang memberikan pernyataan indikasi The Fed tetap ingin mengerek suku bunga acuannya demi menekan inflasi. Komentar tersebut membuyarkan harapan investor terhadap potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Selain itu, aset kripto sempat terkoreksi setelah US ADP National Employment merilis data bahwa sektor swasta AS menambah 208.000 lapangan pekerjaan di September, lebih tinggi dari konsensus analis 200.000.

Data itu mengindikasikan bahwa pelemahan ekonomi AS mungkin tidak separah ekspektasi pelaku pasar. Hal itu semestinya membuka ruang bagi The Fed untuk terus melancarkan pengetatan kebijakan moneternya.

Dampaknya indeks saham AS juga berkinerja buruk dan berimbas ke market aset kripto yang menurunkan relinya. Di samping itu, indeks dolas AS (DXY) kembali meningkat di posisi pagi ini, 110,90 naik 0,76% dibanding sehari sebelumnya.

“Di sisi lain, kembalinya Bitcoin (BTC) menembus level psikologinya di US$ 20.000, juga patut diwaspadai. Dominasi Bitcoin di pasar kripto berhasil kembali menembus 40,1%. Namun, total market cap kripto belum menunjukkan kenaikan berarti, masih berada di kisaran US$ 960 miliar,” katanya.

Tambah Afid, biasanya laju BTC yang gagal retest untuk reli melewati US$ 21.000, akan muncul gerakan untuk profit taking. Level support BTC ada di US$ 19.651 dan menjadi tahanan terdekat apabila pergerakan harga kembali turun.

“Ethereum juga masih berjuang untuk retest ke level US$ 1.400. Jika gagal kemungkinan level US$ 1.276 menjadi tahanan apabila harga ETH kembali koreksi,” sebutnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Direstui OJK, BEI Rilis Papan Ekonomi Baru 5 Desember

BEI akan meluncurkan papan ekonomi baru (new economy) pada 5 Desember 2022 karena sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 27 November 2022

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022

Ini 10 Perusahaan Teknologi dengan Jumlah PHK Terbesar

Menurut data layoffs.fyi, terdapat 137.492 karyawan dari 859 perusahaan teknologi di seluruh dunia yang di-PHK pada 2022.

EKONOMI | 26 November 2022

Wall Street Menguat dalam Sepekan di Tengah Minimnya Sentimen

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada hari Jumat (25/11/2022). Indeks-indeks acuan Wall Street mencatat kinerja positif selama minggu ini.

EKONOMI | 26 November 2022

BEI Targetkan 57 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaram umum saham perdana (IPO) pada 2023 sebanyak 57 perusahaan

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bisnis Kopi Rempah Milik Polisi di Blitar Tembus Mancanegara

Bisnis Kopi Rempah Milik Polisi di Blitar Tembus Mancanegara

NEWS | 31 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE