Logo BeritaSatu

Resesi Mengancam, Pasar Modal Diyakini Tetap Menjanjikan

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:22 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perekonomian global dihadapkan pada berbagai kondisi yang kurang kondusif, mulai dari pengetatan kebijakan bank sentral, peningkatan suku bunga, hingga laju inflasi yang berdampak signifikan terhadap semua sektor ekonomi, termasuk pasar modal di berbagai negara.

Research Assistant-Institute for Economic and Social Research LPEM-FEBUI Syahda Sabrina menilai, pasar modal Indonesia tetap menjanjikan dan masih kuat meski dibayang-bayangi awan kelabu resesi ekonomi global.

"Pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia cukup menjanjikan, kendati dibayangi ketidakpastian dan gejolak ekonomi global yang masih terus berlanjut,” kata Syahda, Senin (3/10/2022).

Syahda menjelaskan, saat ini pemulihan ekonomi dunia agak terhambat akibat perang Rusia dan Ukraina. Konflik geopolitik itu memicu terjadinya disrupsi suplai yang berujung pada shortage komoditas serta kenaikan harga, di antaranya minyak mentah, gas alam, dan komoditas pangan. Ditambah lagi, proses pemulihan ekonomi juga dipengaruhi oleh tren pengetatan moneter global.

"Kenaikan harga komoditas utamanya disebabkan peningkatan permintaan di tengah pemulihan ekonomi yang ikut diperparah dengan isu geopolitik Rusia-Ukraina. Inflasi global pada akhirnya meningkat sangat tajam," jelasnya.

Disebutkan, saat ini tingkat inflasi di dalam negeri tercatat sebesar 4,69% pada Agustus, dimana angka ini sudah melampaui target Bank Indonesia (BI) yaitu 3 plus minus 1%.

Kenaikan inflasi juga diantisipasi bank sentral di berbagai negara. Selain bank Amerika Serikat (AS), The Fed, BI juga telah menaikkan tingkat suku bunga.

Sepanjang tahun 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga hingga 300 basis poin. Kenaikan ini meningkatkan spread dengan negara berkembang sehingga capital outflow tidak terhindarkan.

"Capital outflow tak hanya dialami Indonesia, juga di seluruh negara berkembang,” jelas Syahda.

Baca selanjutnya
Disebutkan, capital outflow di Indonesia terbilang manageable dan terjaga. Demikian juga ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hilirisasi Industri, Jokowi Tidak Mau Dengar Investor Dipersulit

Jokowi menegaskan kepada jajaran kementerian hingga kepala daerah untuk tidak mempersulit investasi dalam hilirisasi.

EKONOMI | 30 November 2022

Global Suram, Gubernur BI Minta Jaga Capaian Positif Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan berbagai capaian positif ekonomi Indonesia di masa pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 harus tetap dijaga.

EKONOMI | 30 November 2022

BI Perkirakan Ekonomi 2023 Tumbuh 4,5-5,3%

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat di kisaran 4,5-5,3% dan meningkat menjadi 4,7-5,5% pada 2024.

EKONOMI | 30 November 2022

Hadapi Ancaman Resesi, XL Axiata Fokus di Tiga Pilar Pertumbuhan

XL Axiata akan fokus pada tiga pilar pertumbuhan, yaitu convergence proposition, network expansion, serta customer experience.

EKONOMI | 30 November 2022

Sektor Keuangan Melonjak, IHSG Naik 0,47%

IHSG ditutup menguat 32,79 poin (0,47%) ke level 7.044,86. IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.994 – 7.062

EKONOMI | 30 November 2022

Oktober, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 402,64 Triliun

Kinerja pembiayaan multifinance terus melanjutkan tren positif seiring pemulihan nasional khususnya di sektor otomotif.

EKONOMI | 30 November 2022

Freeport dan YATAMAM Resmikan Fasilitas Pengolahan Limbah di Gresik

Fasilitas olah limbah smelter ini kolaborasi PT Freeport Indonesia (PTFI), Yayasan Takmir Masjid Jami Manyar (YATAMAM) dan PT Raya Manyar Persaya (RMP).

EKONOMI | 29 November 2022

Jokowi Pastikan Indonesia Banding Sengketa Nikel di WTO

Jokowi memastikan Indonesia mengajukan banding sengketa dengan Uni Eropa (EU) di WTO terkait kebijakan pelarangan ekspor bahan mentah nikel.

EKONOMI | 30 November 2022

Gandeng Sinopharm, KAEF Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Sinopharm dalam rangka penguatan kerja sama.

EKONOMI | 30 November 2022

Jokowi Desak Uang Pemda Rp 278 T "Diparkir" di Bank Segera Dibelanjakan

Jokowi mendesak para kepala daerah untuk segera membelanjakan uang pemerintah daerah senilai Rp 278 triliun yang hingga kini masih parkir di bank.

EKONOMI | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ferdy Sambo Bilang ke Bharada E soal Brigadir J Harus Mati

Ferdy Sambo Bilang ke Bharada E soal Brigadir J Harus Mati

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE