Logo BeritaSatu

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

Senin, 3 Oktober 2022 | 07:43 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Berbagai risiko yang diserap industri asuransi nasional untuk wilayah Indonesia belum banyak disebar ke luar negeri. Perlu kontribusi internasional untuk ikut menyerap risiko dalam negeri, sehingga segala jenis risiko tidak hanya berputar-putar dalam skala domestik.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, industri asuransi nasional perlu mulai mempertimbangkan menyebar pertanggungan risiko ke luar negeri. Sehingga pada saatnya, risiko tidak hanya berputar di dalam negeri saja.

"Namun sebagian risiko seyogianya bisa kita channel luar domestik. Dengan demikian sebagian risiko di domestik tidak harus di-handle oleh domestik, tapi juga mendapatkan kontribusi dari dunia internasional," jelas Suahasil dalam IndonesiaRe International Conference (IIC) 2022 bertema Reinsurance and Economic Resilience: Dealing with Climate Change, Pandemic, and Geopolitical Challenges, dikutip Minggu (2/10/2022).

Menurut dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan reasuransi sehingga industri asuransi bisa tumbuh baik di masa mendatang. Namun pada saat bersamaan, reasuransi juga cukup seimbang dalam membawa risiko Indonesia ke dunia internasional.

Adapun pengalihan risiko ke luar negeri akan menimbulkan defisit neraca pembayaran lebih lebar di sektor asuransi. Oleh karenanya, perlu penguatan retensi disisi reasuransi nasional. Pada akhirnya selain menyeimbangkan neraca pembayaran, risiko dalam negeri juga bisa lebih tersebar untuk ditanggung pihak internasional.

Oleh karena itu, Kemenkeu mengundang pihak-pihak terkait untuk ikut serta memberi masukan dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) yang menjadi inisiatif DPR. Omnibus Law sektor keuangan itu diharapkan bisa turut mendorong perkembangan dari industri asuransi dan reasuransi.

"Saya berharap bahwa dunia reasuransi Indonesia dan sektor asuransi Indonesia akan dapat memberikan masukan dan memberikan perspektif dalam pengembangan industri asuransi dan reasuransi di Indonesia. Tentu nanti kita perlu menyusun struktur regulasi yang baik," kata Suahasil.

Dia menerangkan, belajar dari pengalaman pandemi Covid-19, diperlukan suatu inisiatif menjaga pembangunan, menjaga ekonomi, menjaga dari berbagai macam risiko perekonomian. Karena itu, sektor asuransi menjadi sektor yang sangat penting untuk dijaga bersama.

Adapun salah satu ekosistem di dalam sektor asuransi adalah perusahaan reasuransi. Perusahaan reasuransi menjadi tempat untuk melakukan pooling risiko di antara perusahaan-perusahaan asuransi. "Untuk kasus Indonesia, menjadi sangat penting untuk memiliki perusahaan reasuransi yang baik karena dunia asuransi Indonesia akan masih terus meningkat," kata dia.

Ketika risiko yang dihadapi perusahaan-perusahaan asuransi dilakukan pooling pengalihan kepada perusahan reasuransi, maka perusahaan reasuransi juga harus menjadi sangat sehat. Kemenkeu mengajak industri reasuransi untuk terus melihat praktik-praktik terbaik di dunia internasional menyangkut cara mengelola perusahaan reasuransi yang baik di tingkat nasional.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Mulai 1 Desember 2022 Pertamina lakukan uji coba penggunaan kode QR untuk pembelian bahan bakar solar subsidi di beberapa wilayah.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Minyak Ambruk Jelang Pemangkasan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1,31 atau 1,5% menjadi US$ 85,57 per barel.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Emas Ambles US$ 5,6 karena Kuatnya Data Pekerjaan AS

Harga emas ambles pada perdagangan Jumat waktu setempat (2/12/2022) dari kenaikan tajam sehari sebelumnya karena data pekerjaan AS lebih kuat.

EKONOMI | 3 Desember 2022

S&P 500 dan Nasdaq Ambles karena Data Pekerjaan Memanas

Bursa AS Wall Street bervariasi pada perdagangan Jumat (2/12/2022) karena investor menilai data pekerjaan AS lebih panas dari perkiraan.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Bursa Eropa Turun karena Data Pekerjaan & Covid-19 Tiongkok

Stoxx 600 di bursa Eropa turun 0,2%. Saham minyak dan gas memimpin penurunan, ambles 1,1%.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga BBM Nonsubsidi Shell, BP, dan Pertamina Naik, Paling Murah?

Per 1 Desember, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, baik milik PT Pertamina (Persero) hingga perusahaan swasta lainnya seperti Shell dan B-AKR.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Sri Mulyani Wanti-wanti Imbas Bunga Fed di 2023 bakal Lama

Pemerintah mewaspadai dampak kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) terhadap perekonomian nasional pada tahun 2023.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Fed Mulai Jinak, OJK Yakin Kredit Perbankan Tumbuh 12%

OJK optimistis kredit perbankan bisa tumbuh minimal 12% pada tahun 2023, minimal sama dengan tahun 2022.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Bulog Lampung Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nataru

Stok beras di gudang Bulog saat ini tersedia sebanyak 15.000 ton sehingga aman jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2022.

EKONOMI | 3 Desember 2022

20 Perusahaan Raih Green Initiative Awards

Green Initiative Awards diberikan kepada perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, energi/pertambangan, teknologi/transportasi dan consumer goods.

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

EKONOMI | 30 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE