Logo BeritaSatu

Wow! Pembangunan Jalan Tol Era Jokowi Capai 1.700 Km

Kamis, 29 September 2022 | 15:22 WIB
Oleh : Ester Nuky, Amrozi Amenan, Tri Murti, Totok Subagyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Selama 8 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dibangun jalan tol sepanjang 1.700 km, termasuk 508 km yang belum diselesaikan dan yang mangkrak di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tol yang dibangun Jokowi 2,1 kali lebih panjang dibandingkan tol yang dibangun periode sebelumnya, terhitung sejak era Presiden Soeharto. Dibanding era SBY, tol yang dibangun Jokowi 8,7 kali lebih panjang.

Pada periode yang sama, Jokowi juga merampungkan pembangunan 30 waduk, 18 pelabuhan, 21 bandara, dan sejumlah marina. Akselerasi pembangunan infrastruktur ditopang oleh keberanian Presiden meningkatkan dana alokasi untuk infrastruktur selama delapan APBN terakhir. Pembangunan infrastruktur era Jokowi tergolong sangat masif dan sebagian besar di luar Jawa.

Pada RAPBN Tahun 2023, dana untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 392 triliun, naik 7,75% dari tahun 2022. Para pengamat menilai, salah satu fakta yang menonjol selama Jokowi adalah pembangunan infrastruktur di luar Jawa. Presiden berusaha agar pembangunan tidak lagi Jawa sentris. Pembangunan infrastruktur transportasi berjalan seiring dengan 18 kawasan ekonomi khusus (KEK) yang tersebar di Jawa dan luar Jawa.

Wow! Pembangunan Jalan Tol Era Jokowi Capai 1.700 Km
Panjang jalan tol di Indonesia.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ahmad Mikail Zaini mengakui, pembangunan infrastruktur di era Jokowi dilakukan secara masif. Selain melalui pembiayaan APBN, pemerintah juga mempercepat pembangunan melalui penugasan ke berbagai perusahaan pelat merah, khususnya BUMN karya. Tol yang mangkrak di era SBY dan periode sebelumnya diambil alih BUMN karya. Tol trans-Jawa dan trans-Sumatera dirampungkan oleh BUMN.

Salah satu contoh kasat mata tentang infrastruktur mangkrak di masa lalu yang dirampungkan di era Jokowi adalah Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Sebagian ruas tol yang dicanangkan tahun 1997 ini adalah jalan layang yang membentang dari wilayah Tambun ke Bekasi hingga wilayah Kampung Melayu dengan panjang 21,04 km. Jalan Tol Becakayu Seksi IB dan IC, ruas Cipinang-Jaka Sampurna telah rampung tahun 2017.

Masifnya pembangunan infrastruktur meningkatkan daya tarik iklim investasi Indonesia. Kebijakan Jokowi berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di level rata-rata 5% sebelum pandemi. Infrastruktur yang sudah terbangun membantu percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Ketika booming komoditas berakhir di tahun 2014, Jokowi membangun infrastruktur secara masif,” ujar Mikail Zaini kepada Investor Daily, Rabu (28/09/2022).

Pemerintah juga sudah membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA), yang diperkirakan memiliki modal hingga sekitar Rp 90 triliun. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Wow! Pembangunan Jalan Tol Era Jokowi Capai 1.700 Km
Anggaran infrastruktur.


Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Nantikan Data Tenaga Kerja

Di Wall Street, Dow Jones turun 194,76 poin, atau 0,56%, ditutup pada 34.395,01. S&P 500 ditutup turun 0,09% menjadi 4.076,57.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Pemda Perlu Kolaborasi Wujudkan Data Mumpuni untuk Tingkatkan Daya Saing

Data mempunyai peranan besar terhadap daya saing daerah, karena tanpa adanya data, sulit untuk mengukur keberhasilan sebuah daerah.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Airlangga: Kebutuhan Baja di 2045 Capai 100 Juta Ton

Airlangga menyampaikan, pengembangan industri baja menuju 100 juta ton merupakan keniscayaan agar Indonesia mampu mandiri.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Pembatasan Impor Dorong Pertumbuhan Industri Baja Nasional

Chairman Asosiasi Industri Baja Indonesia (IISIA) Silmy Karim menyebutkan, industri baja nasional saat ini masih dalam tahap pertumbuhan awal.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Ekonomi Global Melemah, Startup Terancam Merana di 2023

Menurut Tauhid, melambatnya pertumbuhan bisnis startup di 2023 tidak terlepas dari penurunan daya beli masyarakat sebagai imbas pelemahan ekonomi global.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Dilanda PHK Massal, Ini yang Harusnya Startup Lakukan

Direktur Eksekutif Indef menyampaikan, langkah efisiensi startup untuk bertahan sebetulnya tidak harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Badai PHK Startup, Kemenkominfo: Model Bisnis Berubah

Semuel menyampaikan, langkah PHK yang diambil perusahaan startup sebetulnya juga terjadi di industri lain, seperti tekstil dan alas kaki.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Gelombang PHK Startup Diprediksi Masih Berlanjut Tahun Depan

Tauhid melihat akan ada beberapa startup yang terpaksa menghentikan bisnisnya di 2023, khususnya financial technology (fintech).

EKONOMI | 1 Desember 2022

Platform E-Commerce Diminta Prioritaskan Produk Lokal

Menkominfo meminta penyedia e-commerce memprioritaskan platformnya untuk menjual produk lokal dari kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

EKONOMI | 1 Desember 2022

Hadapi Gelombang PHK, Pengusaha dan Pekerja Harus Duduk Bersama

Pemerintah segera mengajak para pengusaha dan serikat pekerja untuk duduk bersama mencari solusi terbaik dalam menghadapi gelombang PHK.

EKONOMI | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Nantikan Data Tenaga Kerja

Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Nantikan Data Tenaga Kerja

EKONOMI | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE