Logo BeritaSatu

Target Inflasi Pangan di Bawah 5% Dinilai Masuk Akal

Kamis, 22 September 2022 | 21:33 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB University) Dwi Andreas Santosa mengungkapkan upaya pemerintah untuk menekan angka inflasi pangan di bawah 5 persen masih masuk akal. Dia optimistis hal itu dapat tercapai.

“Saya kira iya (masuk akal),” katanya, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, meningkatnya harga beras inflasi memang akan menjadi faktor utama kenaikan inflasi. Namun, seiring kenaikan harga beras, harga komoditas pangan lain justru cenderung menunjukkan tren penurunan.

“Memang sekarang ini yang nanti akan sangat berperan dalam inflasi sudah tentu harga beras. Ini akan meningkat, tetapi harga-harga pangan yang lainnya sudah ada tren mengalami penurunan. Jadi, saya kira kenaikan harga beras akan diikuti tren penurunan beberapa harga yang lain," ujarnya.

Menurut, Dwi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang menjadi faktor penting yang mengerek inflasi. Namun, di sektor pertanian, kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa saat lalu tidak berdampak signifikan.

“Katakanlah untuk dunia pertanian, BBM ini digunakan untuk apa saja dan itu berapa kira-kira kontribusinya? Kalau dihitung sedetail itu, mungkin kontribusinya tidak begitu besar juga,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menjaga inflasi, yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan juga inflasi pangan.

“Inflasi diperkirakan akan naik di bulan September, dan berbagai pengalaman dalam kenaikan bbm, inflasi akan cenderung turun dalam 3-4 bulan ke depan, dan tentunya dengan berbagai program dan pemberian subsidi bantuan untuk sektor transportasi, dengan dana BTT (belanja tidak terduga) dan 2 persen DTU (dana transfer umum) pemerintah optimis inflasi pangan dapat ditekan di bawah 5 persen,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Ketua umum Partai Golkar ini menambahkan, pemerintah terus melakukan ekstra effort untuk menekan inflasi pangan di kisaran 3-5 persen.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pertamina Berikan Bantuan TJSL untuk 25 Desa Energi Berdikari

PT Pertamina (Persero) memiliki program desa energi berdikari. Hal ini sejalan dengan tema Pertamina Eco Run Fest 2022.

EKONOMI | 27 November 2022

Begini Rencana Kerja dan Target BEI di Tahun Depan

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO pada 2023 sebanyak 57 perusahaan.

EKONOMI | 27 November 2022

BKF Sebut Kinerja APBN Menopang Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Febri, posisi APBN didorong sebagai peredam guncangan atau shock absorber, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 27 November 2022

Direstui OJK, BEI Rilis Papan Ekonomi Baru 5 Desember

BEI akan meluncurkan papan ekonomi baru (new economy) pada 5 Desember 2022 karena sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 27 November 2022

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Aremania Tuntut Keadilan soal Tragedi Kanjuruhan, Malang Lumpuh

Aremania Tuntut Keadilan soal Tragedi Kanjuruhan, Malang Lumpuh

NEWS | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE