Logo BeritaSatu

CEO Zipmex Ungkap Negosiasi Lanjutan dengan Investor Baru

Rabu, 21 September 2022 | 14:52 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Zipmex, platform investasi aset digital, termasuk jual beli Bitcoin, mengadakan pertemuan dengan jajaran manajemennya baru-baru ini untuk menyampaikan langsung perkembangan terkini perusahaan dan langkah-langkah yang sudah diambil. Dalam pertemuan juga dibahas perencanan ke depan kepada pengguna dan pemangku kepentingan. Zipmex juga tengah berdialog dengan tiga pihak yang menyatakan keseriusan untuk berinvestasi di perusahaan.

Group CEO & Co-Founder Zipmex Marcus Lim menjelaskan, ada tiga agenda utama dalam town hall meeting yang digelar dalam format webinar itu, yakni update mengenai proses moratorium, entitas Zipmex dan langkah-langkah yang telah diambil sert penjelasan mengenai scheme of arrangement.

Dalam town hall meeting tersebut, Zipmex menjelaskan bahwa moratorium yang saat ini sedang berjalan bertujuan memberikan ruang bagi perusahaan untuk restrukturisasi serta membatasi kreditor melakukan perbuatan hukum atau mengajukan tuntutan. Moratorium ini berlaku hingga tanggal 2 Desember 2022 dan Zipmex dapat mengajukan permohonan perpanjangan periode moratorium bila dibutuhkan. “Dukungan berkelanjutan dari kreditor sangat kami harapkan, agar proses restrukturisasi ini bisa berhasil,” kata Marcus dalam keterangan resmi, Rabu (21/9/2022).

Selain membahas moratorium, Marcus menuturkan kemajuan yang telah dicapai Zipmex. Beberapa di antaranya pengaktifan kembali fitur penarikan di wallet dan pemulihan aset pengguna. Zipmex sedang dalam proses pengumpulan dana investasi (fundraise) dan telah mendapatkan komitmen ketertarikan dari beberapa calon investor.

Zipmex juga terus menjalin komunikasi dengan otoritas di setiap negara operasionalnya serta menunjuk penasihat keuangan dan penasihat hukum untuk menyusun rencana restrukturisasi. Di Indonesia, Zipmex telah berdialog dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Selain itu, Marcus juga menyampaikan bahwa Zipmex tengah berdialog dengan tiga pihak yang menyatakan keseriusan untuk berinvestasi di perusahaan dan sedang memasuki fase kedua proses due diligence dengan ketiga pihak tersebut. Sejauh ini, perusahaan telah menandatangani dua Memorandum of Understanding (MoU), satu non-binding offer (NBO), dan satu non-binding term sheet.

Zipmex juga memberikan penjelasan lebih jauh mengenai scheme of arrangement pada town hall ini. Scheme of arrangement merupakan rencana yang mengikat secara hukum antara perusahaan dan kreditornya dan penggunanya, dengan bantuan pengadilan. Tujuannya dalam rangka restrukturisasi utang perusahaan untuk mencapai hasil pengembalian lebih baik, dibandingkan skenario likuidasi.

Ada beberapa rencana yang diusulkan Zipmex sebagai bagian dari scheme of arrangement. Untuk memaksimalkan arus kas masuk, Zipmex sedang mencari suntikan modal dari investor potensial atau mendapatkan pembiayaan tambahan, contohnya capital loan, serta menjajaki kemungkinan untuk menjual aset perusahaan.

Sedangkan untuk meminimalkan arus kas keluar, Zipmex akan melaksanakan optimalisasi sumber daya yang ada, menghentikan jasa pihak ketiga yang tidak esensial, melakukan peninjauan ulang terhadap pengeluaran perusahaan, hingga pengembangan produk untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir biaya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Indef: Pendanaan Seret, Startup Dipaksa Lakukan Efisiensi

Menurut Huda, cash flow perusahaan rintisan atau startup menjadi terancam akibat minimnya investasi, sehingga banyak yang melakukan efisiensi melalui PHK.

EKONOMI | 30 November 2022

Pandu Sjahrir: Sudah Tidak Ada Lagi Istilah "Bakar Uang" di Startup

Menurut Pandu Sjahrir, sudah banyak perusahaan besar, termasuk startup bidang teknologi yang bangkrut karena tata kelola perusahaan yang tidak baik.

EKONOMI | 30 November 2022

Bisnis Vertikal Sektor Digital Jadi Prioritas Telkomsel

Telkomsel sebagai digital enabler terus memperkuat portofolio bisnis vertikal digital di sejumlah sektor prioritas.

EKONOMI | 30 November 2022

Ini Penyebab Utama Banyak Startup Gagal di Indonesia

Pada banyak kasus di Indonesia, perusahaan rintisan atau startup gagal karena tidak berhasil menemukan product-market fit (PMF).

EKONOMI | 30 November 2022

Menjadi Andalan Masyarakat, Volume Transaksi BRImo Tembus Rp 2,000 Triliun

Transaksi BRImo meningkat 2 kali lipat pada Oktober 2022.

EKONOMI | 30 November 2022

Ganjar Umumkan UMP Jawa Tengah 2023 Naik 8,01 Persen

Ganjar Pranowo mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah tahun 2023.

EKONOMI | 29 November 2022

Menilik Rumah Bantuan Ganjar, Hanya Bayar Rp 355 Ribu per Bulan

“Tuku Lemah Oleh Omah” adalah program bantuan yang membantu banyak masyarakat hasil inisiasi dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

EKONOMI | 29 November 2022

Ikut Lapak Ganjar, Produk Wedang Magelang Sampai ke Jepang

Lapak Ganjar memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM sehingga menjadi lebih berkembang dan dikenal.

EKONOMI | 30 November 2022

KB Bukopin Dapat Restu Right Issue 120 Miliar Saham

PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) meraih persetujuan terkait penambahan modal melalui right issue dengan menerbitkan 120 miliar lembar saham.

EKONOMI | 30 November 2022

Rudiantara: Gelombang PHK Startup Tidak Selamanya Negatif

Rudiantara melihat, langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) diambil karena perusahaan rintisan atau startup digital harus melakukan remodelling model bisnis.

EKONOMI | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polandia vs Argentina, Adu Tajam Lewandowski dan Messi

Polandia vs Argentina, Adu Tajam Lewandowski dan Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE