Logo BeritaSatu

OJK Pertimbangkan Bunga Fintech Lending Dikembalikan ke Mekanisme Pasar

Minggu, 18 September 2022 | 19:56 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 10/2022 tentang Fintech P2P Lending memungkinkan untuk mengatur pengenaan tingkat bunga kepada pemberi pinjaman (lender) dan penerima pinjaman (borrower). Namun baru-baru ini, OJK mengungkapkan tengah mempertimbangkan penetapan batas tingkat bunga tersebut agar dikembalikan kepada mekanisme pasar.

Beleid mengenai pengaturan tingkat bunga yang dimaksud tertuang dalam Pasal 29 ayat (2) POJK 10/2020. Diterangkan bahwa batas maksimum manfaat ekonomi pendanaan oleh fintech lending ditetapkan oleh OJK. Manfaat ekonomi di antaranya yakni tingkat imbal hasil antara lain bunga, bagi hasil, ujrah atau margin.

Pasal 29 ayat (1) mengamanahkan untuk setiap penyelenggara fintech lending wajib memenuhi ketentuan batas maksimum manfaat ekonomi pendanaan dalam memfasilitasi pendanaan. Kemudian di ayat (3) diterangkan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai lender dan borrower juga ditetapkan oleh OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan batas atas tingkat bunga fintech lending sebelumnya telah ditetapkan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yaitu sebesar 0,4% per hari. Namun banyak pemahaman, tingkat bunga itu diperuntukan bagi seluruh jenis pinjaman.

Menurut dia, tingkat bunga maksimal 0,4% hanya diperuntukan untuk jenis pinjaman konsumtif dengan tenor jangka pendek, sehingga tidak sesuai jika dihitung untuk tenor jangka panjang. Tingkat bunga tersebut tidak diadopsi pinjaman-pinjaman produktif yang memiliki tingkat bunga antara 12% sampai dengan 24% per tahun.

"Nah bunga pinjaman produktif itu cukup kompetitif dibandingkan bunga bank umum, BPR, dan multifinance. Juga jauh lebih bagus kalau dibandingkan bunga dari rentenir. OJK belum mengeluarkan seperti itu (menentukan tingkat bunga). Kita lagi pikir-pikir mengenai penetapan pricing itu sebaiknya mekanisme pasar saja," jelas Ogi, baru-baru ini.

Baca selanjutnya
Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas IKNB 2 OJK Moch Ihsanuddin mengungkapkan ...


hal 1 dari 3 halaman

Halaman: 123selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bapanas: Impor Beras Pilihan Terakhir

Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan, dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, penyerapan beras dari petani harus menjadi prioritas utama.

EKONOMI | 28 November 2022

Apindo Berencana Gugat Permenaker 18/2022 Soal UMP ke MK

"Kami akan membawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memastikan apakah Permenaker 18/2022 soal UMP ini bertentangan atau tidak," kata Anton.

EKONOMI | 28 November 2022

Bank Mandiri Konservasi Lahan Mangrove Seluas 500 Hektare

Wujudkan ekonomi hijau, Bank Mandiri konservasi lahan seluas 500 hektare (Ha) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

EKONOMI | 28 November 2022

Aspek Sebut Kenaikan UMP Perkuat Laju Perekonomian Domestik

Mirah mengungkapkan, kenaikan UMP akan meningkatkan produktivitas pekerja, sekaligus memperkuat ekonomi domestik dari kondisi krisis.

EKONOMI | 28 November 2022

Pertamina SMEXPO 2022, Ajang Pamer Produk Asli Indonesia

Pertamina kembali menggelar Pertamina SMEXPO 2022 secara hybrid yang digelar pada 28 November hingga 4 Desember 2022.

EKONOMI | 28 November 2022

Krakatau Steel Resmi Kuasai 50% Saham Krakatau Posco

Silmy Karim mengatakan, proses tersebut sudah dimulai sejak 2016 silam ketika dilakukan penandatangan Minutes of Agreement Krakatau Steel dan Krakatau Posco.

EKONOMI | 28 November 2022

UMP Jawa Barat 2023 Naik 7,88% Jadi Rp1,98 Juta

Pemprov Jawa Barat menetapkan besaran upah minimum provinsi atau UMP Jabar naik sebesar 7,88 Persen menjadi Rp 1.986.670 atau Rp 1,98 juta. 

EKONOMI | 28 November 2022

Le Parc, Apartemen Sultan Diganjar Best Condo Development

PT Putragaya Wahana melalui proyek Le Parc at Thamrin Nine, diganjar penghargaan Best Condo Development di ajang Indonesia Property Award (IPA) 2022.

EKONOMI | 28 November 2022

Tumbuh 8,55% hingga Oktober, Aset IKNB Tembus Rp 3.000 T

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset IKNB tumbuh 8,55% year on year (yoy) per Oktober 2022 hingga mencapai Rp 3.026,16 triliun.

EKONOMI | 28 November 2022

Layanan OCTO Mobile CIMB Niaga Tembus 139 Juta Transaksi

CIMB Niaga mencatat transaksi Octo Mobile hingga 30 September 2022 mencapai 139 juta atau mengalami pertumbuhan sebesar 87,2 % year on year (yoy).

EKONOMI | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022: Sengit, Ghana Tundukkan Korsel 3-2

Piala Dunia 2022: Sengit, Ghana Tundukkan Korsel 3-2

SEMESTA BOLA 2022 | 30 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE