Logo BeritaSatu

OJK Awasi Kemampuan Bayar Tiga Perusahaan Reasuransi

Jumat, 16 September 2022 | 20:16 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sedang mewaspadai kemampuan bayar dari tiga perusahaan reasuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, tata kelola dan manajemen risiko di sektor reasuransi menjadi sorotan untuk ikut dibenahi bersama-sama sektor lain di industri perasuransian.

"Sekarang kita sedang waspada tiga reasuransi kita ini mampu tidak bayar penutupan dari perusahaan asuransi. Kita lihat nanti mampu tidak dia? Masa juga ada reasuransi itu anak perusahaan dari asuransi," kata Ogi Prastomiyono, Jumat (16/9/2022).

Ogi tidak membeberkan lebih lanjut nama-nama perusahaan reasuransi yang dimaksud. Namun dia menyorot perlunya segera melakukan pembenahan menyeluruh terkait tata kelola dan manajemen risiko dari sektor reasuransi.

Menurut dia, reasuransi memang hadir sebagai pembagi risiko (risk sharing) untuk perusahaan asuransi. Di satu sisi, hal ini kerap dianggap sebagai lahan bisnis yang menguntungkan dari premi-premi yang diterima. Sedangkan di sisi lain, pengukuran risiko oleh reasuransi itu tidak dilakukan dengan sesuai sehingga terkadang potensi klaim lebih besar dari premi yang diperoleh.

Apalagi saat ini sebarang risiko asuransi, termasuk yang diserap perusahaan reasuransi, secara umum baru ditangkap pasar domestik. Kondisi memungkinkan berbeda jika risiko asuransi domestik bisa disebar maupun diserap pasar internasional.

"Kalau kita buka keluar, maka akan ada dana masuk dan membantu kita. Jadi dari perspektif OJK, silahkan, mau dalam negeri atau luar negeri. Karena ini reasuransi itu risk sharing. Tetapi jangan melihat dari satu sisi, hanya dari premi yang diterima," ujar Ogi.

Baca selanjutnya
Anomali yang ditangkap OJK ini sejatinya berangkat dari fenomena perang harga ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022

Ini 10 Perusahaan Teknologi dengan Jumlah PHK Terbesar

Menurut data layoffs.fyi, terdapat 137.492 karyawan dari 859 perusahaan teknologi di seluruh dunia yang di-PHK pada 2022.

EKONOMI | 26 November 2022

Wall Street Menguat dalam Sepekan di Tengah Minimnya Sentimen

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada hari Jumat (25/11/2022). Indeks-indeks acuan Wall Street mencatat kinerja positif selama minggu ini.

EKONOMI | 26 November 2022

BEI Targetkan 57 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaram umum saham perdana (IPO) pada 2023 sebanyak 57 perusahaan

EKONOMI | 26 November 2022

Perluas Pasar Bank Digital, MNC Bank Gandeng Taspen

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dipercaya PT Taspen (Persero) (TASPEN) menjadi mitra bayar digital pertama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
FIFA Selidiki Insiden Bendera Kosovo di Ruang Ganti Timnas Serbia

FIFA Selidiki Insiden Bendera Kosovo di Ruang Ganti Timnas Serbia

SEMESTA BOLA 2022 | 36 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE