Logo BeritaSatu

Jokowi: Jika Awal Pandemi Lockdown, Ekonomi Minus 17%

Rabu, 7 September 2022 | 16:18 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun, Novy Lumanauw / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai keputusannya tidak melakukan lockdown saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia adalah tepat. Pasalnya kalau lockdown dilakukan, maka ekonomi bisa menurun tajam hingga minus 17%. Kemudian, diceritakannya sebelum mengambil keputusan, ia bersemedi terlebih dulu.

“Saat itu saya semedi. Saya endapkan betul. Apakah benar kita harus melakukan itu (lockdown), jawabannya tidak usah lockdown, ternyata betul, saya enggak bisa membayangkan kalau saat itu kita lockdown mungkin kita bisa masuk ke minus lebih 17%,” kata Jokowi dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Diungkapkannya, perubahan situasi global sangat luar biasa. Hal itu diawali dengan pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh negara di dunia. “Kita tahu semuanya,” ujar Presiden.

Apalagi pada awal pandemi Covid-29, hampir 70 negara melakukan lockdown. Bahkan di jajaran kabinet Indonesia Maju juga meminta dilakukan lockdown. Bahkan berdasarkan survei, masyarakat lebih 80% meminta lockdown.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia beruntung saat di awal-awal pandemi, Indonesia tidak melakukan lockdown. Ia tidak bisa membayangkan jika benar-benar melakukan lockdown, maka berakibat buruk bagi ekonomi, sosial, politik di Tanah Air.

“Kita beruntung saat itu, awal-awal pandemi, Indonesia tidak lockdown. Saya enggak bisa memperkirakan kalau kita saat itu melakukan lockdown, berakibat pada ekonomi seperti apa, berakibat pada sosial politik seperti apa,” terang Presiden Jokowi.

Ia mengatakan banyak belajar berbagai hal dari pandemi, khususnya tentang bagaimana menghadapi guncangan-guncangan.

“Belajar sangat banyak, bagaimana mengonsolidasi negara ini agar bisa bersama-sama dari semua, dari pusat, kemudian provinsi, daerah sampai ke tingkat RT. Dari yang namanya ormas bergabung dengan TNI, dengan Polri, masyarakat semuanya bergerak bersama-sama,” jelas Presiden Jokowi.

Dikatakan bahwa konsolidasi seperti itulah yang harus diteruskan dalam menghadapi pasca pandemi karena perang, karena adanya krisis energi, karena adanya krisis pangan, adanya krisis finansial.

“Yang paling penting kita bisa mengkonsolidasi dari atas sampai ke bawah. Karena saya meyakini lanskap politik global ini akan berubah, bergeser. Lanskap ekonomi juga akan berubah dan bergeser. Ke arah mana? Ini yang belum ketemu,” kata Presiden Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ke Papua, Sri Mulyani Minta Freeport Tingkatkan Produktivitas

Sri Mulyani mengunjungi kawasan pertambangan Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua. Sri Mulyani minta Freeport meningkatkan produktivitas.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Pascapandemi Covid-19, Minat Pembelian Properti 2022 Naik 18 Persen

Kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19 yang membaik membuat minat masyarakat untuk membeli berbagai produk properti meningkat hingga 18 persen.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Banyak Startup Lakukan PHK, Ini Penyebabnya Menurut Pandu Sjahrir

Beberapa faktor yang menyebabkan startup melakukan PHK di antaranya faktor eksternal seperti kenaikan bunga, inflasi dan strategi "bakar uang".

EKONOMI | 6 Desember 2022

Loyo, Kurs Rupiah Melemah 150 Poin ke Rp 15.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (6/12/2022) terpantau melemah ke kisaran Rp 15.600.

EKONOMI | 6 Desember 2022

400 Saham Melemah, IHSG Tumbang 1,77%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/12/2022), ditutup anjlok sebesar 94,76 poin (1,77%) menjadi 6.892,57

EKONOMI | 6 Desember 2022

OJK: Industri Keuangan Non Bank Masih Tumbuh, Profil Risiko Terjaga

OJK mencatat sektor industri keuangan non bank (IKNB) secara umum sampai dengan Oktober 2022 masih mencatatkan pertumbuhan.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Permintaan Ekspor Turun, 11 Sektor Manufaktur RI Alami Kontraksi

PMI Indonesia 50,3 dan ada 11 sektor kontraksi dan juga penurunan purchasing order terutama untuk sektorTPT, sepatu, dan apparel.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Menko Airlangga Targetkan 65% Pemda Go Digital di 2023

Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) menargetkan 65% pemerintah daerah masuk kategori digital pada 2023.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Melesat, Transaksi Digital di RI Diperkirakan Rp 3.424 T

Pemerintah meyakini potensi digitalisasi di Indonesia akan terus meningkat, seiring komitmen untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi di daerah.

EKONOMI | 6 Desember 2022

CIMB Niaga Finance Raih Pinjaman Syariah Rp 700 Miliar

PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) meraih pinjaman sindikasi syariah senilai Rp 700 miliar.

EKONOMI | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Basarnas Terus Cari 8 Korban Hilang Akibat Gempa Cianjur

Basarnas Terus Cari 8 Korban Hilang Akibat Gempa Cianjur

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE