Logo BeritaSatu

Indonesia Tidak Akan Bernasib seperti Sri Lanka, Syaratnya?

Kamis, 28 Juli 2022 | 16:42 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah dan swasta dinilai perlu mengekplorasi semua kemungkinan resource base industry agar bisa menjadi peluang yang bisa mengkompensasi kerugian-kerugian akibat tekanan ekonomi global. Dengan demikian, nasib Indonesia tidak akan seperti Sri Lanka yang mengalami krisis.

"Indonesia tidak seharusnya bernasib sama dengan Sri Lanka. Indonesia punya banyak sekali sumber daya dan tidak seharusnya krisis, tinggal bagaimana mengelola potensi SDA yang banyak tersebut," kata ekonom senior Indef Didik J Rachbini dalam Online Conference STIA LAN-Presidensi G-20 bertema “Transformasi Administrasi dan Kebijakan Publik di Era Post Truth dalam Mewujudkan Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh” seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Kamis (287/2022).

Dia mengatakan rekomendasi Indef telah disampaikan kepada Badan Koordinasi Penenaman Modal (BKPM) untuk selayaknya dilaksanakan. BKPM juga tengah melakukan riset bagaimana agar investasi dapat ditingkatkan ke dalam negeri.

Didik mengatakan tantangan Indonesia di hadapan mata antara lain kondisi regional dan global yang tidak stabil, konflik Rusia-Ukraina, persaingan Amerika Serikat (AS) dan Tiogkok di Laut China Selatan (LCS), inflasi, krisis pangan, dan energi.

"Dampak perang Rusia vs Ukraina mengakibatkan kenaikan harga-harga energi dan komoditas pangan dunia. Ketegangan itu bisa menyebabkan tergulingnya Presiden Srilanka dan Pakistan, juga kini Haiti sedang bergejolak," kata Rektor Universitas Paramadina ini.

Dia mengakui ekonomi global berdampak pada kondisi di Tanah Air. Namun Indonesia diuntungkan dengan harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit yang naik pesat sehingga ekspor melonjak hampir 50%. "APBN kitap menerima dana Rp 300 triliun akibat hal itu," kata dia.

Dia mengatakn krisis ekonomi yang terjadi sebenarnya juga menciptakan peluang. Di antaranya meski terjadi PHK pada pekerja di mal, tetapi menjadi peluang baru bagi 3-4 juta pengemudi ojek online. "Selain itu ada miliaran transaksi di bisnis e-commerce yang menjadi peluang baru. Transaksi ekonomi saat ini dilakukan lewat e-commerce cukup dengan HP," kata dia.

Namun di sisi lain kata Didik, kenaikan harga energi gas dan minyak bumi menyebabkan APBN kewalahan. Subsidi pemerintah telah mencapai Rp 500 triliun. Hal ini menurutnya sebagai pemborosan karena subsidi tidak diperuntukkan bagi orang miskin.

"Itu adalah tantangan kebijakan Jokowi untuk menyiasati gelombang yang datang. Berkah dana sawit dan batu bara tentu tidak selamanya, dalam 1-2 tahun akan habis, akan meninggalkan bom waktu bagi presiden berikutnya," kata Didik.

Menurut Didik, titik kritis ekonomi Indonesia saat ini terletak pada defisit neraca perdagangan, meski dalam 1-2 tahun terakhir ini positif. Impor lebih besar dari ekspor. Seharusnya kondisi ini bisa diatasi dengan modal masuk dari luar negeri. "Jika neraca tetap seperti itu, maka rupiah selalu tertekan dan sulit menjadi kuat," kata Didik.

Ke depan kata dia, ekspor Indonesia mutlak harus dikembangkan. Pada 1980-an yang menerima lebih dua per tiga ekspor Indonesia hanya Jepang, Eropa dan AS. Namun sekarang peluang ekpsor ke mancanegara sudah terbuka di samping ke Tiongkok dan ASEAN. "Afrika Utara, India, Amerika Latin, Eropa Timur dan lain-lain, tgerbuka peluang di mana-mana," ata Didik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IFG: Kapabilitas Reasuransi Nasional Kurang Proporsional

IFG Progress dalam risetnya berjudul "Reasuransi 101" membeberkan bahwa peran reasuransi cukup besar dalam mem-backup risiko di industri asuransi.

EKONOMI | 25 September 2022

AXA Financial dan BAV Kerja Sama Proteksi Asuransi bagi UMKM

AXA Financial Indonesia bersama Bina Artha Ventura (BAV) menjalin kerja sama menyasar pelaku UMKM mendapat perlindungan asuransi.

EKONOMI | 25 September 2022

Hindari Penyalahgunaan Data BSU, BP Jamsostek Imbau Pekerja Gunakan Kanal Resmi

Menurut data BP Jamsostek, sampai saat ini sudah sebanyak 7,5 juta data calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diserahkan kepada Kemnaker.

EKONOMI | 25 September 2022

Sandiaga: Upskilling dan Kolaborasi Majukan Pariwisata

Sandiaga Uno menyoroti perlunya reskilling dan upskilling untuk masa depan industri perhotelan dan pariwisata yang lebih cerah.

EKONOMI | 25 September 2022

Bank BJB Kini Tangani Nasabah Dana Pensiun Kimia Farma

Bank BJB bersama Dana Pensiun (Dapen) Kimia Farma kini menangani pembayaran manfaat pensiun bagi pensiunan Kimia Farma.

EKONOMI | 25 September 2022

Hingga Agustus, Produksi Migas PHE Capai 963.000 BOEPD

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) hingga Agustus 2022 mencatat realisasi produksi minyak dan gas (migas) mencapai 963.000 barel setara minyak per hari.

EKONOMI | 25 September 2022

Bank BJB Bangun Sinergitas Dukung Ketahanan Pangan Nasional

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau bank bjb mendukung program ketahanan pangan nasional.

EKONOMI | 25 September 2022

Dituduh Rasis, McDonald's Dituntut Rp 150 Triliun

Raksasa makanan cepat saji McDonald's menghadapi tuntutan US$ 10 miliar (Rp 150 triliun) karena dituduh bersikap rasis dalam beriklan.

EKONOMI | 25 September 2022

Harga Tiket Pesawat Diprediksi Akan Naik Lebih Tinggi

Harga tiket pesawat diperkirakan akan naik lebih tinggi. Industri transportasi udara menghadapi kenaikan biaya bahan bakar jet dan masalah keuangan

EKONOMI | 25 September 2022

Supersibuk, Elon Musk Punya 27 Tangan Kanan di Tesla

CEO Tesla Elon Musk disebut memiliki 27 orang deputi di Tesla yang melapor langsung ke dirinya. Ini belum termasuk eksekutif di SpaceX dan Boring Co.

EKONOMI | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 25 September 2022

NEWS | 4 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings