Logo BeritaSatu

BPJS Kesehatan Harap Iuran JKN-KIS Tidak Naik hingga 2024

Selasa, 5 Juli 2022 | 19:44 WIB
Oleh : Herman, Prisma Ardianto / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti berharap iuran peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak naik hingga 2024 menyusul adanya rencana penerapan kelas rawat inap standar (KRIS). Hal ini mempertimbangkan kemampuan membayar peserta dan juga kondisi keuangan negara untuk membayar iuran peserta segmen penerima bantuan iuran (PBI).

"Kami berharap sampai 2024 itu tidak ada kenaikan iuran. Sekarang ini beredar di media sosial, naiknya jadi Rp 75.000 atau ada yang nulis Rp 50.000. Sekarang saja kelas tiga yang iurannya Rp 35.000 ada yang nunggak, bahkan hitungannya jutaan orang. Bayangkan kalau iurannya jadi dua kali lipat? Akan ada lebih banyak yang menunggak atau tidak?," kata Ali Ghufron usai acara public expose pengelolaan program dan keuangan oleh BPJS Kesehatan tahun 2021, di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Selanjutnya dari sisi kondisi keuangan negara untuk menanggung iuran peserta PBI. Bila ada kenaikan iuran, beban APBN akan semakin besar. "APBN sekarang membayar sekitar harusnya 96,8 juta, tetapi masih belum sampai segitu. Kalau iurannya dua kali lipat dari Rp 35.000 atau Rp 42.000, menjadi Rp 75.000, bisa dibayangkan beban APBN yang akan membengkak lagi," kata Ghufron.

Karenanya, Ghufron berharap kebijakan KRIS tidak diimplementasikan secara tergesa-gesa karena perlu persiapan yang matang. Menurutnya, perlu ada perumusan kembali terkait tujuan dan definisi KRIS, serta memperhatikan kesiapan fasilitas kesehatan dan juga kemampuan peserta membayar iuran.

"Sekarang masih di dalam perumusan, uji cobanya itu seperti apa. Karena masih perlu dirumuskan termasuk definisinya, tujuannya seperti apa, kriterianya seperti apa, apakah hanya fisik atau ada yang non fisik. Contohnya obat yang kadang-kadang kosong. Apakah menjadi kewajiban di sebuah kelas standar itu harus tersedia obat? Kalau tidak ada bagaimana? Harus ada dokternya tidak? Ini kan masih belum begitu jelas, apakah cukup hanya (kriteria) fisik dari sisi ventilasi, dari sisi jarak, tempat tidur dan lain sebagainya, atau termasuk non fisik tetapi sangat diperlukan sesuai keluhan. Ini belum ada satu perumusan kesepakatan," kata Ghufron.

Ketua Komisi Kebijakan Umum Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Mickael Bobby Hoelman menyampaikan, sesuai peta jalan implementasi KRIS JKN, Mickael menyampaikan, setelah dilakukan uji coba di lima rumah sakit vertikal mulai Juli 2022, pada semester I 2023 nanti diharapkan KRIS JKN sudah bisa diimplementasikan di 50% RS vertikal. Kemudian di semester II 2023, ditargetkan 100% RS vertikal dan 30% RS lainnya (RSUD, RS TNI/Polri, swasta) siap mengimplementasikan KRIS JKN.

"Pada 2024, diharapkan pada semester I, 50% RSUD, RS TNI/Polri, dan RS swasta siap mengimplementasikan KRIS JKN. Kemudian pada semester II 2024, targetnya 100% RS siap mengimplementasikan KRIS JKN," kata Mikael.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fed Mulai Jinak, OJK Yakin Kredit Perbankan Tumbuh 12%

OJK optimistis kredit perbankan bisa tumbuh minimal 12% pada tahun 2023, minimal sama dengan tahun 2022.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Bulog Lampung Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nataru

Stok beras di gudang Bulog saat ini tersedia sebanyak 15.000 ton sehingga aman jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2022.

EKONOMI | 3 Desember 2022

20 Perusahaan Raih Green Initiative Awards

Green Initiative Awards diberikan kepada perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, energi/pertambangan, teknologi/transportasi dan consumer goods.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Fokus di Perbaikan Bisnis, Laba Bersih PertaLife Melonjak 71 Persen di Q3

PertaLife Insurance mampu mencatat kinerja keuangan yang positif di Q3, di mana tercatat sampai 30 September 2022, perseroan meraih laba bersih Rp 50,16 miliar.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Global Meningkat Usai Pandemi

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dunia dihadapkan pada beberapa risiko global yang diprediksi akan terjadi pada tahun depan.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sah, Bank BJB Resmi Kuasai 7,15 Persen Saham Bank Bengkulu

Bank BJB resmi menjadi pemegang saham Bank Bengkulu setelah meraih persetujuan OJK atas penyertaan modal tahap pertama sebesar Rp 99,9 miliar.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Kuartal III, Modernland Realty Cetak Laba Rp 234,51 M

PT Modernland Realty Tbk (MDLN) catatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III 2022, dengan membukukan laba Rp 234,51 miliar.

EKONOMI | 2 Desember 2022

RUPS LB: Semua Direksi dan Komisaris Bank Banten Diganti

RUPS LB memutuskan mengganti semua jajaran direksi dan komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten yakni Bank Banten.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Gelar IndonesiaNext, Cara Telkomsel Siapkan Talenta Digital

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNext, program yang membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk menjadi talenta digital berkualitas.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV di Atas 5%

"Kami berharap sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi di atas 5% tetap bisa dipertahankan," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Fed Mulai Jinak, OJK Yakin Kredit Perbankan Tumbuh 12%

Fed Mulai Jinak, OJK Yakin Kredit Perbankan Tumbuh 12%

EKONOMI | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE