Logo BeritaSatu

OJK Dorong BPR/BPRS Lebih Inovatif agar Makin Diterima Pasar

Kamis, 30 Juni 2022 | 19:57 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) untuk secepatnya melakukan inovasi agar tetap eksis. Pendekatan kolaborasi termasuk dukungan regulasi dipercaya dapat menjawab kebutuhan pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK terpilih 2022-2027 Dian Ediana Rae menyampaikan, BPR/BPRS memang perlu secepatnya melakukan inovasi agar dapat berkompetisi dalam melayani kepentingan ekonomi kecil dan UMKM. Di samping persaingan dengan bank konvensional, BPR/BPRS juga mesti menghadapi shadow banking melalui fintech dengan regulasi yang lebih longgar dan kompetitif.

"Tantangannya adalah bagaimana niche product and market yang dipegang BPR/BPRS yang dapat melakukan penetrasi pasar sehingga dapat bertumbuh dengan baik. Harapannya BPR/BPRS dapat menjadi lembaga yang agile, adaptive, contributive, dan resilient dalam kontribusi dalam pengembangan UMKM di daerah masing-masing," kata Dian dalam keterangan resmi, Kamis (30/6).

Pada awal 2021, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Panduan Kerjasama BPR dan Fintech Lending. Panduan itu menjadi acuan bersama dalam membangun kolaborasi di antara keduanya.

Selain panduan tersebut, OJK juga mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 25/03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk BPR/BPRS. Regulasi baru bertujuan menjadi landasan dan jaminan kepastian hukum bagi BPR/BPRS mencapai level of playing field di dalam industri jasa keuangan ke depan.

Bagi sebagian pihak, POJK 25 tersebut dinilai akomodatif sehingga dapat meningkatkan persaingan usaha dan service level dari setiap BPR/BPRS. BPR maupun BPRS tidak lagi dinilai dari klasifikasi BPRKU (BPR Berdasarkan Kegiatan Usaha) tapi diberi kesempatan yang sama tergantung pada kecukupan modal, cara penilaiannya, dan penerapan manajemen risiko.

Ketua Umum Kompartemen BPRS Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Cahyo Kartiko, saat ini BPR/BPRS memiliki tantangan utama untuk terus tumbuh di tengah persaingan ketat. Tantangan yang dimaksud misalnya konsentrasi pendanaan dan bagi hasil tinggi, pemilihan portofolio pembiayaan berisiko tinggi, model bisnis kurang jelas, dan masih menggunakan teknologi sederhana.

"Transformasi digital merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari oleh industri termasuk industri BPR Syariah. Dengan adanya sinergi dan kolaborasi serta dukungan penuh dari otoritas, maka kebutuhan pasar akan transaksi digital oleh BPR Syariah akan lebih cepat terpenuhi," jelas Cahyo.

Meski dihadapkan berbagai tantangan selama pandemi, BPR/BPRS masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Per September 2021, total aset BPR/BPRS tumbuh 8,90% (yoy), penyaluran kredit tumbuh 4,33% (yoy), dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,27% (yoy).

Baca selanjutnya
Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mulya E. Siregar mengungkapkan, arah ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rudiantara: Gelombang PHK Startup Tidak Selamanya Negatif

Rudiantara melihat, langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) diambil karena perusahaan rintisan atau startup digital harus melakukan remodelling model bisnis.

EKONOMI | 30 November 2022

Bahlil Minta Kemenkeu Tambah Anggaran DAK untuk DPMPTSP

Bahlil mengatakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan garda terdepan dalam mencapai target investasi.

EKONOMI | 30 November 2022

Seiring Mata Uang Asia, Rupiah Menguat ke Rp 15.731

Pergerakan mata uang Garuda atau rupiah di tengah mata uang Benua Kuning yang berada di zona hijau.

EKONOMI | 30 November 2022

IHSG Ditutup Naik 69 Poin, Kapitalisasi Pasar Rp 9.592 T

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan sore ini Rabu (30/11/2022) naik 69,2 poin (0,99%) ke level 7.081

EKONOMI | 30 November 2022

Tak Gentar WTO, Pemerintah Siap Jalankan Hilirisasi Bauksit

Meski kalah gugatan larangan nikel oleh Uni Eropa di WTO, Indonesia akan tetap melakukan hilirisasi.

EKONOMI | 30 November 2022

BI Waspadai Penguatan Dolar karena Akan Ganggu Ekonomi

BI akan terus mewaspadai perkembangan dinamika ekonomi terkini, yakni terus menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

EKONOMI | 30 November 2022

Jelang Natal, Pemerintah Gelontorkan Beras Stabilkan Harga

Bapanas dan Perum Bulog menggelontorkan beras ke pasar untuk menstabilkan harga menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (nataru).

EKONOMI | 30 November 2022

Mattel Akan Tambah Kapasitas Produksi Barbie dan Hot Wheels di Indonesia

Dalam rangka HUT ke-30 di Indonesia, PT Mattel Indonesia akan meresmikan fasilitas molding terbaru yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

EKONOMI | 30 November 2022

Defisit APBN 2023 Dipatok Turun Jadi 2,84%, Caranya?

Pemerintah menargetkan defisit APBN 2023 sebesar 2,84% dari PDB atau secara nominal Rp 598,2 triliun.

EKONOMI | 30 November 2022

Hilirisasi Industri, Jokowi Tidak Mau Dengar Investor Dipersulit

Jokowi menegaskan kepada jajaran kementerian hingga kepala daerah untuk tidak mempersulit investasi dalam hilirisasi.

EKONOMI | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rudiantara: Gelombang PHK <em>Startup</em> Tidak Selamanya Negatif

Rudiantara: Gelombang PHK Startup Tidak Selamanya Negatif

EKONOMI | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE