Logo BeritaSatu

Kerja Sama IPEF Diluncurkan, Ini Harapan Pelaku Usaha

Kamis, 26 Mei 2022 | 21:46 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah resmi meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) bersama negara-negara mitra tahap awal, termasuk Indonesia.

IPEF merupakan upaya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik yang sejauh ini melibatkan 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Koordinator Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta Widjaja Kamdani menyambut baik inisiatif IPEF ini, terlepas dari ada tidaknya aturan yang mengikat kerja sama di antara 12 negara yang terlibat pada saat ini.

Ia melihat, dari inisiatif ini tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama ekonomi yang sifatnya lebih praktis dan mengikat di masa mendatang.

"Melalui inisiatif ini, kami harap ada pendalaman relasi ekonomi antara Indonesia, Asean dengan Amerika Serikat, khususnya dalam hal perluasan supply chain dan juga terkait kerja sama adopsi teknologi industri dari Amerika Serikat," kata Shinta kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (26/5/2022).

Shinta menjelaskan, meskipun tidak ada perjanjian dagang atau sejenisnya, diharapkan melalui inisiatif ini akan dimunculkan program-program kerja sama bilateral atau regional yang sifatnya lebih praktis dan pragmatis untuk pelaku usaha.

"Khususnya, terkait kerja sama adopsi teknologi industri seperti kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), baterai, semikonduktor atau bahkan teknologi kesehatan seperti genetic sequencing,” jelasnya

Dalam hal pendalaman supply chain, pelaku usaha juga berharap akan ada kerja sama ekonomi bilateral-regional yang bisa mempermudah atau meningkatkan partisipasi UMKM dalam ekspor ke Amerika Serikat.

Shinta juga menilai wajar bila Amerika Serikat ingin meningkatkan presence atau kehadirannya di kawasan dengan menggunakan instrumen IPEF. Indonesia juga tidak akan mengalami kerugian dari langkah yang diambil Amerika Serikat tersebut.

"Terkait kerja sama ini mau difungsikan sebagai instrumen politik untuk mengimbangi pengaruh Tiongkok di Asean dan Asia Pasifik, kami rasa sah-sah saja. Karena Asean punya RCEP dan Asean-China FTA, tentu hubungan dagang dan investasi kita jadi jauh lebih dekat dengan Tiongkok daripada dengan Amerika Serikat yang kita sama sekali tidak ada instrumen yang menjadi leverage hubungan dagang dan ekonomi seperti FTA," kata Shinta.

"Jadi wajar bila Amerika Serikat ingin meningkatkan presence-nya di kawasan dengan menggunakan instrumen IPEF. Sebagai negara, kita juga tidak akan mengalami kerugian apa pun dengan peningkatan presence di kawasan. Toh kita tidak punya kepentingan apapun untuk menekan atau meningkatkan dominasi Tiongkok di kawasan,” tambahnya.


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Cara Manfaatkan Youtube Shorts untuk Dongkrak Penjualan

Youtube Shorts saat ini tidak hanya menjadi platform untuk mencari hiburan. Lebih dari itu, banyak yang memanfaatkan Youtube Shorts untuk menunjang usaha.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Stok Beras Bulog Terancam Turun Mutu, Ini Penyebabnya

Menurut Buwas, beras yang disimpan Bulog terancam turun mutu lantaran gudang penyimpanan tidak memenuhi standar untuk menyimpan beras dalam jangka waktu lama.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Solusi Harga Minyak Tinggi Adalah Subsidi Tepat Sasaran

Pemerintah dan PT Pertamina konsisten mempertahankan harga BBM jenis Solar dan Pertalite serta LPG 3 Kg tidak naik di tengah harga minyak mentah global.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Klub Esport RRQ dan PINTUKenalkan Investasi Aset Kripto

PINTU bersama RRQ menghadirkan campaign “Smart Ways to Earn” guna merambah komunitas gamer guna memasifkan investasi aset kripto.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Laba BUMN Naik 1.000%, Jasa Raharja Sumbang Rp 1,6 Triliun

PT Jasa Raharja ikut berperan dalam perolehan laba BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang melesat hingga 1.000% pada 2021.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Bulog Pastikan Daging Kerbau Beku dari India Bebas PMK

Buwas menyampaikan, sebelum impor dilakukan, Bulog telah mengirim tim ke India untuk melihat proses daging kerbau beku sebelum dikirim ke Indonesia.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Kementan: Surplus, Stok Hewan Kurban Capai 2,27 Juta Ekor

Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha dalam kondisi surplus, dengan total stok mencapai 2,27 juta ekor.  

EKONOMI | 27 Juni 2022

Kementan Sebut Wabah PMK Menyebar di 216 Kabupaten/Kota

Kasus PMK pada hewan ternak hingga akhir pekan lalu telah tersebar di 19 provinsi dan 216 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Sinar Mas Land Agresif Bangun Klaster Baru di BSD City

Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation, menghadirkan hunian terbaru Kanade yang merupakan klaster perumahan terakhir di kawasan The Zora, BSD City.

EKONOMI | 27 Juni 2022

Mantap! BTN Gelar Akad Massal KPR Subsidi 10.000 Unit Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar akad massal KPR Subsidi sebanyak 10.000 unit rumah dalam waktu sehari.

EKONOMI | 27 Juni 2022


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jonatan Christie Siap Tebus Kegagalan di Malaysia Open 2022

Jonatan Christie Siap Tebus Kegagalan di Malaysia Open 2022

SPORT | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings