Logo BeritaSatu

BRIN: Subsidi Energi Perlu Dikendalikan karena Konsumsi BBM Meningkat

Jumat, 15 April 2022 | 20:59 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri saat ini menunjukkan tren peningkatan. Padahal produksi minyak nasional tidak ikut naik sehingga menyebabkan beban subsidi APBN untuk biaya impor energi terus bertambah.

"Subsidi akan terus naik. Kalau tidak dikendalikan, bisa lebih parah lagi,” ujar Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Ekonomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Maxensius Tri Sambodo dalam diskusi dengan media secara virtual yang dikutip di Jakarta, Jumat (15/4/2022).

Max mengungkapkan subsidi energi, termasuk listrik, estimasi angkanya tinggi sekali. Walaupun benefitnya bisa meredam inflasi, kemiskinan, pengangguran. Namun ini tidak hanya dialami Indonesia yang mencoba meredam dampak global tingginya harga minyak.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperlihatkan, realisasi subsidi energi pada 2021 mencapai Rp 131,5 triliun, naik 19% dari target 2021 Rp 110,5 triliun. Pemerintah menyebutkan kenaikan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat dalam pemulihan ekonomi.

Lonjakan signifikan berasal dari subsidi BBM dan LPG yakni Rp 83,7 triliun dari target awal Rp 56,9 triliun, sedangkan subsidi listrik turun jadi Rp 47,8 triliun dari target Rp 53,6 triliun. Bila dibandingkan 2020, realisasi subsidi energi pada 2021 ini melonjak 37,4%. Realisasi subsidi energi pada 2020 mencapai Rp 95,7 triliun, terdiri dari subsidi BBM dan LPG Rp 47,7 triliun dan subsidi listrik Rp 48 triliun.

Tahun 2022 subsidi energi ditargetkan naik menjadi Rp 134 triliun, terdiri atas subsidi BBM dan LPG Rp 77,5 triliun dan subsidi listrik Rp 56,5 triliun. "Jika tidak dikendalikan dengan penyesuaian harga BBM, LPG dan listrik, subsidi energi tahun ini bakal meroket seiring kenaikan harga minyak global," katanya.

Max menyatakan kenaikan konsumsi BBM bisa jadi karena kesejahteraan masyarakat membaik sehingga bisa membeli kendaraan. Di sisi lain, transportasi publik masih belum bagus. "Ini harusnya direm seperti dengan menaikkan pajak kendaraan dan menaikkan harga BBM," kata pakar ekonomi energi dan sumber daya alam lulusan Australian National University (ANU) ini.

Kenaikan konsumsi BBM yang tidak diikuti dengan kebijakan penyesuaian harga energi membuat masyarakat terus berburu BBM murah. Tidak hanya di transportasi, di sektor industri juga ternyata banyak yang menyalahgunakan selisih harga.

Max menyarankan pemerintah memperbaiki strategi komunikasi harga minyak dan dampak yang ditimbulkan. Semuanya harus dibangun berbasis data, guna memberikan informasi besarnya subsidi yang ditanggung pemerintah dan beban badan usaha akibat kenaikan harga minyak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tumbuh Berkelanjutan, BRI Catat Sejumlah Aksi Korporasi Penting

BRI tidak hanya memperhatikan faktor profitabilitas, namun juga faktor ekonomi, lingkungan, sosial dan tata kelola untuk mencapai keuangan berkelanjutan.

EKONOMI | 30 Juni 2022

BRI: Digitalisasi Perbankan Harus Perkuat Ekonomi Riil

Digitalisasi di BRI diyakini dapat mendongkrak kondisi ekonomi riil di Indonesia, khususnya segmen UMKM.

EKONOMI | 30 Juni 2022

1 Juli Beli Pertalite Daftar MyPertamina? Simak Biar Tak Salah Kaprah

PT Pertamina menegaskan tanggal 1 Juli 2022 adalah tahap registrasi bagi masyarakat melalui MyPertamina, bukan merupakan pembatasan pembelian Pertalite.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Tekan Emisi Karbon Lewat Palet Zero Carbon Hasil Daur Ulang

Guna menekan emisi karbon global, CJ Logistics memperkenalkan palet zero carbon dari hasil sampah plastik daur ulang yang lebih ramah lingkungan.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Pembatasan Pertalite Mengacu CC Dinilai Tak Efektif, Kenapa?

Rencana pembatasan pembelian BBM Pertalite untuk kendaraan di atas 2.000 cc tidak akan efektif untuk membuat penyaluran BBM jenis ini lebih tepat sasaran.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Argon Group Bidik Besarnya Pasar Industri Farmasi dan Alkes

Argon Group perusahaan distributor produk farmasi di Indonesia membidik pasar industri alat kesehatan (alkes) di Tanah Air yang terus bertumbuh.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Semester I, Ini Daftar Saham Kasih Cuan Paling Banyak

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI pada penutupan perdagangan sore ini Kamis (30/6/2022) turun 30,7 poin (0,4%) ke level 6.911.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Jokowi Teken Keppres Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

EKONOMI | 30 Juni 2022

IHSG Ditutup Turun ke 6.911, Kapitalisasi Pasar Rp 9.046 T

Perdagangan IHSG hari ini tercatat dengan volume 191,6 miliar saham senilai Rp 12,9 triliun dengan 156 saham menguat.

EKONOMI | 30 Juni 2022

Modal Inti Bank Resona Perdania Naik Jadi Rp 5 Triliun

Bank Resona Perdania mengumumkan bahwa terjadi peningkatan modal inti bank menjadi sebesar Rp 5 triliun.

EKONOMI | 30 Juni 2022


TAG POPULER

# Jokowi Ukraina


# Pengawasan Intelijen


# MyPertamina


# Roy Suryo


# Mars


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tak Terima Ditegur, Mahasiswi Aniaya Polisi di Jakarta Timur

Tak Terima Ditegur, Mahasiswi Aniaya Polisi di Jakarta Timur

NEWS | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings