Logo BeritaSatu

Kemensos Sebut Data Penerima Bansos Semakin Akurat

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:58 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat menyebut data penerima bantuan sosial (bansos) yang mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Integritas data sudah semakin baik karena adanya sistem yang terbangun berbasis digital, salah satunya melalui website cekbansos.kemensos.go.id di mana masyarakat bisa melakukan usul-sanggah terhadap perubahan atau ketidaklayakan dari penerima bansos.

"Ini bisa melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas. Sampai sekarang sudah 40.000 yang mengakses cek bansos ini, terus menerus setiap minggu dan ini menjadi masukan bagi Kementerian Sosial dalam memperbaiki DTKS," kata Harry Hikmat dalam acara diskusi "Bantuan Sosial di Tahun 2022" secara daring, Kamis (23/12/2021).

Harry menambahkan, saat ini sistem DTKS juga sudah semakin canggih, antara lain menggunakan teknologi geotagging. Melalui teknologi ini, bisa diketahui apakah penerima bansos memang layak mendapatkan bantuan.

"Kita jadi tahu bahwa ternyata ada keluarga penerima bansos, tapi ketika di Google Map kelihatan rumahnya dua lantai. Yang seperti ini kan inclusion error, dikeluarkan. Jadi bukan hanya data ganda, meninggal, atau pindah status kesejahteraan, tetapi juga yang dari awal memang tidak layak mendapatkan bantuan, tetapi entah mengapa dulu kok bisa masuk, tetapi tidak ada perbaikan. Sehingga ada yang beberapa tahun sudah menikmati bansos, kita keluarkan. Istilah ibu menteri ditidurkan, sekitar 20 juta lebih data (penerima bansos) yang ditidurkan. Bahwa setelah itu ada penggantian dari daerah, ada usulan baru, ya kita terima, kita verifikasi," kata Harry.

Namun diakui Harry, selama ini memang masih ditemui kesalahan, misalnya ada pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadi penerima bansos. Namun menurutnya hal-hal tersebut ditemukan setelah adanya perbaikan sistem. "Jadi kita tidak menutup mata bahwa DTKS sekarang lebih punya integritas, tetapi masih ada di dalamnya mungkin yang perlu diperbaiki, dipastikan mereka benar-benar orang yang layak," kata Harry.

Di 2022 sendiri, dari pagu anggaran Kemensos sebesar Rp 78,25 triliun, anggaran untuk program perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp 77,15 triliun, dan program dukungan manajemen Rp 1,09 triliun. Namun jika dilihat berdasarkan prioritas nasional, rinciannya untuk program prioritas nasional Rp 76,96 triliun dan untuk non prioritas nasional Rp 1,29 triliun.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BI Waspadai Penguatan Dolar karena Akan Ganggu Ekonomi

BI akan terus mewaspadai perkembangan dinamika ekonomi terkini, yakni terus menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

EKONOMI | 30 November 2022

Jelang Natal, Pemerintah Gelontorkan Beras Stabilkan Harga

Bapanas dan Perum Bulog menggelontorkan beras ke pasar untuk menstabilkan harga menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (nataru).

EKONOMI | 30 November 2022

Mattel Akan Tambah Kapasitas Produksi Barbie dan Hot Wheels di Indonesia

Dalam rangka HUT ke-30 di Indonesia, PT Mattel Indonesia akan meresmikan fasilitas molding terbaru yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

EKONOMI | 30 November 2022

Defisit APBN 2023 Dipatok Turun Jadi 2,84%, Caranya?

Pemerintah menargetkan defisit APBN 2023 sebesar 2,84% dari PDB atau secara nominal Rp 598,2 triliun.

EKONOMI | 30 November 2022

Hilirisasi Industri, Jokowi Tidak Mau Dengar Investor Dipersulit

Jokowi menegaskan kepada jajaran kementerian hingga kepala daerah untuk tidak mempersulit investasi dalam hilirisasi.

EKONOMI | 30 November 2022

Global Suram, Gubernur BI Minta Jaga Capaian Positif Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan berbagai capaian positif ekonomi Indonesia di masa pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 harus tetap dijaga.

EKONOMI | 30 November 2022

BI Perkirakan Ekonomi 2023 Tumbuh 4,5-5,3%

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat di kisaran 4,5-5,3% dan meningkat menjadi 4,7-5,5% pada 2024.

EKONOMI | 30 November 2022

Hadapi Ancaman Resesi, XL Axiata Fokus di Tiga Pilar Pertumbuhan

XL Axiata akan fokus pada tiga pilar pertumbuhan, yaitu convergence proposition, network expansion, serta customer experience.

EKONOMI | 30 November 2022

Sektor Keuangan Melonjak, IHSG Naik 0,47%

IHSG ditutup menguat 32,79 poin (0,47%) ke level 7.044,86. IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.994 – 7.062

EKONOMI | 30 November 2022

Oktober, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 402,64 Triliun

Kinerja pembiayaan multifinance terus melanjutkan tren positif seiring pemulihan nasional khususnya di sektor otomotif.

EKONOMI | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ribuan Ikan di Sekitar Pantai Mutiara Jakut Berhamburan ke Tepi Pantai

Ribuan Ikan di Sekitar Pantai Mutiara Jakut Berhamburan ke Tepi Pantai

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE