Logo BeritaSatu

Perbarindo Menatap Optimistis Industri BPR-BPRS Tahun 2022

Jumat, 10 Desember 2021 | 20:00 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) yang menaungi entitas BPR-BPRS se-Indonesia menatap optimistis ekonomi dan bisnis di tahun 2022. Sepanjang triwulan III-2021, Perbarindo mencatat bahwa perekonomian global mengalami perbaikan.

Hal itu terlihat dari indikator Purchasing Managers Index (PMI) global pada Juli, Agustus, September 2021 yang mencapai lebih dari 50. Lalu harga komoditas makanan dan komoditas hasil tambang di pasar internasional mengalami peningkatan baik secara (q-to-q) maupun (y-on-y). Sementara itu ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia, di periode yang sama, juga menunjukan pertumbuhan positif.

Menurut Ketua DPP Perbarindo Joko Suyanto, keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan pandemi Covid-19 memberikan optimisme bagi seluruh pelaku bisnis dan usaha. “Ini jadi momentum bagi industri BPR-BPRS menatap masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Joko Suyanto dalam Seminar Nasional Virtual Perbarindo tentang Outlook 2022 yang bertajuk “Peluang dan Tantangan BPR-BPRS di Tengah Dinamika Bisnis dan Pandemi Covid-19,” Kamis (9/12/2021).

Joko juga mengatakan bahwa optimisme itu juga dikarenakan Indonesia akan menutup tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan tahun 2022 diproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif menjadi 5,2%.

Pandemi memang memberikan pengaruh pada kinerja BPR-BPRS. Pertumbuhan aset, DPK, dan kredit/pembiayaan melandai sejak awal pandemi. Alhasil industri BPR-BPRS juga semakin selektif dalam penyaluran kredit/pembiayaan. Ekonomi yang melambat telah mempengaruhi demand terhadap produk dan jasa yang ditawarkan BPR-BPRS.

“Kalau melihat ketahanan bank saya rasa BPR-BPRS masih sangat baik. Per September 2021, angka CAR BPR 32,01% dan LDR di angka 74%. Ini juga masaih ada ruang yang mencukupi untuk melakukan intermediasi,” ujar Joko.

Sepanjang tahun 2021 kinerja BPR-BPRS masih terjaga dan tumbuh positif. Per September 2021, total asset BPR tumbuh 8,90% (yoy), penyaluran kredit tumbuh 4,33% (yoy) menjadi Rp123 triliun, dan DPK tumbuh sebesar 11,27% (yoy) menjadi 126 triliun. Hanya saja kata Joko, ada risiko kredit dimana angka NPL rata-rata BPR berada di atas 5% dan itu menjadi PR bersama serta menjadi prioritas dalam rencana bisnis bank (RBB) di 2022.

Menyangkut persaingan bisnis ke depan, Joko mengingatkan kepada seluruh BPR-BPRS di Indonesia untuk bisa bersaing. “Bagaimana tata kelola yang optimal, kualitas dan kuantitas SDM yang memadai, serta ketersediaan infrastruktur teknologi menjadi penting bagi industri BPR-BPRS,” ujar Joko.

Selain itu yang tak kalah penting katanya, industri BPR-BPRS juga harus bertransformasi pada keinginan market. “Kami berpandangan bahwa ke depan BPR-BPR juga harus hybrid dalam berbisnis. Para milenial juga dipertimbangakan sebagai going concern bisnis BPR-BPRS,” imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022

Ini 10 Perusahaan Teknologi dengan Jumlah PHK Terbesar

Menurut data layoffs.fyi, terdapat 137.492 karyawan dari 859 perusahaan teknologi di seluruh dunia yang di-PHK pada 2022.

EKONOMI | 26 November 2022

Wall Street Menguat dalam Sepekan di Tengah Minimnya Sentimen

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada hari Jumat (25/11/2022). Indeks-indeks acuan Wall Street mencatat kinerja positif selama minggu ini.

EKONOMI | 26 November 2022

BEI Targetkan 57 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaram umum saham perdana (IPO) pada 2023 sebanyak 57 perusahaan

EKONOMI | 26 November 2022

Perluas Pasar Bank Digital, MNC Bank Gandeng Taspen

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dipercaya PT Taspen (Persero) (TASPEN) menjadi mitra bayar digital pertama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Babak I, Tekanan Tinggi Meksiko Menyulitkan Permainan Argentina

Babak I, Tekanan Tinggi Meksiko Menyulitkan Permainan Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE