Logo BeritaSatu

Ekspor Trisula International Meningkat 10% di Q-3 2021

Rabu, 1 Desember 2021 | 11:08 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS) catatkan peningkatan penjualan ekspor selama kuartal III-2021 sebanyak 10,6% menjadi Rp 490,9 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 443,7 miliar. Peningkatan sejalan dengan tingginya permintaan akan produk-produk perseroan di pasar ekspor yaitu Australia, Amerika Serikat (AS), dan New Zealand.

Direktur Utama Trisula International Santoso Widjojo menjelaskan, dalam masa pemulihan ini, perseroan bersyukur ekspor TRIS bisa terus bertumbuh selama Kuartal III-2021. Produk celana panjang menjadi penyumbang terbesar penjualan ekspor yakni sebesar Rp 490,9 miliar atau tumbuh sebesar 10,6%.

“Adapun peningkatan perseroan ini didorong oleh keadaan di luar negeri yang terlebih dulu membaik dan stabil, mulai dari market yang sudah kembali pulih, daya beli masyarakat yang sudah membaik, department store yang sudah kembali beroperasional normal, serta aktivitas pelabuhan yang sudah mulai kembali pulih,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/12/2021).

Tidak hanya itu, peningkatan penjualan ekspor juga dikarenakan aktivitas marketing TRIS yang masih efektif sehingga permintaan akan produk-produk perseroan dari negara-negara ekspor masih tinggi meskipun dunia masih dalam keadaan masa pandemi Covid-19.

Meski demikian, capaian positif ekspor tak sejalan dengan total penjualan perseroan selama kuartal III-2021 yang tercatat sebanyak Rp 770,85 miliar, menurun 13,55% dari periode yang sama tahun 2020 lalu yakni Rp 891,66 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, melemahnya penjualan lokal jadi sebab utama penurunan, dengan hanya menyumbang Rp 279,8 miliar terhadap total penjualan. Padahal, segmen ini sebelumnya mampu berkontribusi hingga Rp 447,8 miliar.

Dengan demikian laba bersih tahun berjalan yang diperoleh TRIS juga turut terkoreksi, dari Rp 18,83 miliar menurun 34,68% menjadi Rp 12,30 miliar. Begitu juga laba per saham perseroan menjadi Rp 1,29 dari Rp 2,12 per saham.

Disisi lain, kegiatan produksi perseroan pun tidak berdampak besar selama masa PPKM karena produk-produk yang dihasilkan termasuk produk esensial dan berorientasi ekspor sehingga tetap mendapat izin dari pemerintah untuk tetap beroperasi. Kedepan, perseroan terus berupaya tetap bertahan bahkan bertumbuh dengan cara melakukan planning produksi yang baik, serta terus berupaya untuk mengembangkan bisnisnya.

Salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan pendapatan, yakni dengan meluncurkan platform e-commerce bernama Yukshopping.com. Dengan platform tersebut, diharapkan dapat menyesuaikan dengan pola belanja konsumen saat ini, serta meningkatkan kinerja penjualan online dan menjadi onestop-solution yang menjual berbagai produk Trisula Group seperti pakaian, kain, dan furnitur.

Adapun sebelumnya, anak usaha dari perseroan yakni PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) berhasil membalikkan rugi sebanyak Rp 1,6 miliar menjadi untung Rp 2,8 miliar pada akhir kuartal III-2021. Peningkatan didorong performa penjualan perseroan yang mulai kembali pulih, baik segmen online dan offline.

Sekretaris Perusahaan Trisula Textile Industries R Nurwulan Kusumawati mengatakan, pulihnya pendapatan pada kuartal III-2021 juga didukung penurunan dari finance cost terhadap pengelolaan utang dan piutang usaha, inventori, serta biaya-biaya lainnya yang cukup efektif sehingga cash flow operation perseroan cukup membaik.

“Selain itu, perseroan juga mengalami peningkatan pada permintaan yang berasal dari loyal customer di mana BELL mampu mempertahankan kepercayaannya terhadap produk-produk yang diberikan kepada para pelanggannya,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sri Mulyani Beberkan Bukti APBN Sudah Dikelola Efektif

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN relatif rendah dan menurun secara cepat.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Tangani Sampah Makanan, NFA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyerukan kolaborasi lintas sektoral untuk penanganan sampah makanan atau food waste di Indonesia.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

EKONOMI | 29 September 2022

Jasa Agen Asuransi Sumbang PPN Rp 36 Miliar Per Agustus 2022

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menjelaskan, sejak 2009 komisi agen asuransi dikenakan PPh 50%.

EKONOMI | 29 September 2022

Miris, Sampah Makanan Indonesia Capai 48 Juta Ton Per Tahun

Timbunan sampah makanan atau food loss and waste di Indonesia mencapai 48 juta ton per tahun, yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

EKONOMI | 29 September 2022

Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

Sri Mulyani Indrawati menegaskan, APBN harus kuat agar bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan atau shock absorber.

EKONOMI | 29 September 2022

Brand Finance Beri Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands 2022

Sebanyak 100 perusahaan meraih penghargaan "Top 100 Most Valuable Brands 2022" yang diberikan oleh Brand Finance.

EKONOMI | 29 September 2022

Shell Luncurkan Skenario Peta Jalan Indonesia Capai Target Zero Emisi pada 2060

Membangun sistem energi net-zero di Indonesia pada tahun 2060 merupakan tantangan, tetapi, Shell percaya hal ini secara teknis memungkinkan.

EKONOMI | 29 September 2022

Situasi Ekonomi 2023 Gelap, Sri Mulyani: Segera Kumpulkan Amunisi

Sri Mulyani mengungkapkan, suasana dunia pada 2023 akan sangat menantang, dengan tingkat risiko bergeser dari pandemi ke gejolak ekonomi global.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Satu Terduga Teroris Poso Berhasil Dilumpuhkan Satgas

Satu Terduga Teroris Poso Berhasil Dilumpuhkan Satgas

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings