Logo BeritaSatu

Laba Bersih Indocement Tumbuh 8,2% di Kuartal III 2021

Kamis, 11 November 2021 | 14:41 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,7 juta ton pada kuartal III 2021, atau lebih tinggi 594,8 ribu ton atau 4,9% dari periode yang sama tahun lalu.

Volume domestik untuk produk semen tercatat sebesar 12,0 juta ton, lebih tinggi 328,4 ribu ton atau 2,8% sehingga pangsa pasar INTP mencapai 25,5% untuk kuartal III 2021.

Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Antonius Marcos dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (11/11/2021) menyampaikan, perseroan membukukan penjualan Rp 10,6 triliun pada kuartal III 2021. Nilai tersebut, meningkat 4,5% secara tahunan atau year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,1 triliun.

Sementara, beban pokok pendapatan meningkat 4,5% dari Rp 6,71 triliun menjadi Rp 7,1 triliun. Namun, perseroan berhasil menekan kenaikan biaya produksi lebih rendah dengan adanya kenaikan volume penjualan, meskipun harga batu bara yang lebih tinggi.

"Hal ini disebabkan oleh upaya terus menerus untuk meningkatkan bahan bakar alternatif dan batu bara dengan nilai kalori rendah (LCV), serta pengoperasian kiln yang paling efisien, biaya distribusi yang lebih rendah serta efisiensi di biaya penjualan dan administrasi,” jelasnya.

Tingkat komposisi bahan bakar alternatif di triwulan III 2021 meningkat menjadi 11,8% dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 9,3%, dan tingkat penggunaan batu bara LCV berada pada 88% pada triwulan III 2021 dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 80%.

Sementara, persentase margin laba kotor dipertahankan pada 33,9% dengan kenaikan nilai rupiah sebesar 4,5% dari Rp3,43 triliun menjadi Rp 3,59 triliun. Sedangkan margin pendapatan operasional meningkat 230bps dari 11,0% menjadi 13,3% dan marjin EBITDA meningkat 250bps dari 19,8% menjadi 22,3%.

“Perseroan mencatatkan pendapatan keuangan yang lebih rendah sebesar 52,0% dari Rp235,2 miliar di kuartal III 2020 menjadi Rp112,8 miliar yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari penurunan suku bunga progresif oleh Bank Indonesia sejak tahun lalu,” tambahnya.

Adapun laba periode berjalan meningkat 8,2% menjadi Rp 1,21 triliun di kuartal III 2021, atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,11 triliun. Sementara itu per September 2021 perseroan membukukan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas mencapai Rp6,8 triliun.

"Arus kas yang kuat dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen yang gigih untuk meningkatkan modal kerja sebagai kunci untuk mempertahankan neraca perseroan yang tangguh," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Blended Finance Tingkatkan Akses Pembiayaan infrastruktur

Pendanaan campuran (blended finance) efektif meningkatkan akses pembiayaan infrastruktur karena memobilisasi pendanaan sektor swasta dan pemerintah.

EKONOMI | 29 September 2022

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Kebijakan pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi merupakan solusi meningkatkan daya saing ekonomi.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Perluas Akses Keuangan di Daerah Melalui TPAKD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses keuangan masyarakat di daerah, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

EKONOMI | 29 September 2022

Ini Asumsi Makro APBN 2023 yang Disepakati Pemerintah dan DPR

Defisit APBN 2023 disepakati sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% dari total PDB 2023 yang mencapai Rp 21.037 triliun.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Beberkan Bukti APBN Sudah Dikelola Efektif

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN relatif rendah dan menurun secara cepat.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Tangani Sampah Makanan, NFA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyerukan kolaborasi lintas sektoral untuk penanganan sampah makanan atau food waste di Indonesia.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

EKONOMI | 29 September 2022

Jasa Agen Asuransi Sumbang PPN Rp 36 Miliar Per Agustus 2022

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menjelaskan, sejak 2009 komisi agen asuransi dikenakan PPh 50%.

EKONOMI | 29 September 2022

Miris, Sampah Makanan Indonesia Capai 48 Juta Ton Per Tahun

Timbunan sampah makanan atau food loss and waste di Indonesia mencapai 48 juta ton per tahun, yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
<em>Blended Finance</em> Tingkatkan Akses Pembiayaan infrastruktur

Blended Finance Tingkatkan Akses Pembiayaan infrastruktur

EKONOMI | 22 detik yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings