Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BHP Jual Tambang di Australia ke Grup Sinar Mas US$ 1,35 Miliar

Senin, 8 November 2021 | 13:00 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan pertambangan Australia, BHP Minerals Pty Ltd (BHP) melepas 80% kepemilikan sahamnya di BHP Mitsui Coal Pty Ltd (BMC) kepada perusahaan pertambangan milik Sinar Mas Group, Stanmore SMC Holdings Pty Ltd (SMC), anak usaha dari Golden Energy and Resources Limited (GEAR).

Nilai transaksi jual beli ini mencapai US$ 1,35 miliar atau setara dengan Rp 19,17 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) yang telah diteken pada 8 November 2021, di mana aksi korporasi tersebut dilakukan melalui akuisisi seluruh saham Dampier Coal (Qld) Pty Ltd oleh SMC.

Rencana transaksi telah diumumkan oleh GEAR pada situs bursa efek Singapura dan oleh Stanmore pada situs bursa efek Australia, mengingat bahwa GEAR adalah perusahaan publik di Singapura dan Stanmore adalah perusahaan publik di Australia. GEAR secara rinci merupakan perusahaan asal Singapura yang 86,87% sahamnya dikuasai Grup Sinar Mas lewat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Saham DSSA naik 2,96% ke Rp 33.000 siang ini.

Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra menyebutkan, pembayaran atas rencana transaksi senilai US$ 1,35 miliar tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan kombinasi pendanaan internal dan eksternal. Adapun ketentuan pembayarannya yakni US$ 1,1 miliar jatuh tempo saat penyelesaian rencana transaksi, US$ 100 juta jatuh tempo enam bulan setelah penyelesaian rencana transaksi, dan hingga maksimum US$ 150 juta berdasarkan mekanisme bagi hasil atas pendapatan jika harga jual rata-rata berada di atas ambang tertentu selama periode dua tahun, jatuh tempo dalam waktu tiga bulan setelah akhir periode pengujian yang diperkirakan tahun 2024. Di mana, harga pembelian akan tunduk pada penyesuaian lazimnya saat penyelesaian rencana transaksi.

“Penyelesaian rencana transaksi diperkirakan akan terlaksana pada pertengahan tahun 2022, yang mana penyelesaiannya masih tunduk pada pemenuhan syarat-syarat pendahuluan,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (8/11/2021).

Untuk diketahui, BMC saat ini memiliki tambang aset batu bara metalurgi yang terletak di Queensland, Australia, yang terdiri dari South Walker Creek dan tambang Poitrel, dengan total produksi batu bara metalurgi sekitar 10 metrik ton (Mt) per tahun dan total cadangan sebanyak 171 Mt, serta proyek batu bara Wards Well yang belum dikembangkan.

“Perseroan berharap bahwa dengan terealisasinya rencana transaksi ini, perseroan melalui entitas anak akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku bisnis dalam usaha batu bara metalurgi di wilayah Asia dan Oseania yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham,” ungkap Susan.

Sementara itu, Presiden BHP Minerals Australia Edgar Basto mengatakan, penjualan aset ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk melakukan transisi dari emisi karbon besar. “Transaksi ini sesuai dengan strategi BHP, memberikan nilai bagi perusahaan dan pemegang saham kami, serta memberikan kepastian bagi tenaga kerja BMC dan masyarakat setempat," ujarnya.

Aset BMC yang dilepas adalah tambang batu bara metalurgi Poitrel dan South Walker Creek, ditambah infrastruktur Red Mountain, dan pengembangan sumur Wards Well. Semuanya di Queensland, Australia. Poitrel dan South Walker Creek memiliki produksi batu bara metalurgi total sekitar 10 juta ton per tahun dan cadangan lebih dari 135 juta ton.

CEO Stanmore Marcelo Matos mengatakan, transaksi ini akan membuat perusahaan menjadi salah satu produsen batu bara metalurgi terkemuka secara global dan memberikan Stanmore portofolio aset Tier 1. “Akuisisi ini memberikan cadangan dan basis sumber daya dan aset yang meningkat secara signifikan dengan masa pakai tambang yang diharapkan melebihi 25 tahun produksi, memposisikan perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang substansial dan peluang pertumbuhan di masa depan," katanya.

Dengan adanya akuisisi ini akan memberikan peningkatan produksi batu bara metalurgi Stanmore dengan kelipatan 5,6, sementara cadangan batu baranya akan meningkat dengan kelipatan 4,2. Saat ini, Stanmore masih akan menunggu dari Australian Foreign Investment Review Board dan otoritas lainnya untuk proses akuisisi tersebut. Selain itu, juga menunggu persetujuan akuisisi dari Dian Swastatika Sentosa sebagai pengendali GEAR.

Akuisisi ini akan dibiayai dengan fasilitas pinjaman Stanmore untuk akuisisi senilai US$ 625 juta, penawaran saham baru Stanmore kepada pemegang saham existing (pro-rata entitlement offer), dan sumber kas internal. Rencananya, senilai US$ 600 juta akan dibiayai melalui pro-rata entitlement offer meski saat ini keputusan tersebut belum resmi.

Namun perusahaan sudah mendapatkan komitmen dari GEAR, melalui Golden Investments, untuk menyerap senilai US$ 300 juta. Sedangkan US$ 300 juta lainnya telah mendapatkan jaminan dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). Terlepas dari komitmen ini, Stanmore masih bermaksud untuk memulai diskusi dengan penjamin emisi profesional dan investor pihak ketiga untuk menanggung setiap penawaran kepemilikan.

Per September 2021, penjualan batu bara Stanmore mencapai 723.000 ton, mencerminkan kinerja tambang dan pabrik persiapan batu bara yang kuat yang menghasilkan 653.000 ton batu bara yang dapat dijual dengan 96% kokas dan 4% batu bara termal.

Diharapkan hingga akhir tahun ini produksi perusahaan bisa mencapai 2,2 juta ton hingga 2,4 juta ton. Peluang peningkatan produksi ini sejalan dengan kondisi pasar batu bara yang membaik, permintaan yang kuat, dan harga batu bara yang lebih baik untuk batu bara kokas.

Sebelumnya, momentum kenaikan harga batu bara yang diramal akan bertahan lama memicu GEAR pada medio Juli 2021 kembali melakukan akuisisi tambang komoditas atas Millenium and Mavis Down, lahan eksplorasi yang terletak di Moranbah, Queensland, Australia dengan nilai puluhan juta dolar Australia. Secara teknis, akuisisi dilakukan Golden Energy and Resources Ltd lewat anak usahanya, Stanmore Resources Ltd, dengan kesepakatan patungan bersama M Resources.

Lahan Millenium and Mavis Downs Mine menyimpan potensi produksi batu bara kokas berat tingkat HCC64 dan batu bara berkalori tinggi. Dua jenis batu bara itu akan melengkapi portofolio yang sebelumnya tidak dimiliki Stanmore. Penambahan tambang baru juga menggenapi manuver alih strategi Grup Sinarmas di segmen batu bara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sepanjang Januari, Rupiah Loyo karena Inflow Terbatas

Pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan aliran modal asing yang masuk masih terbatas (capital inflow).

EKONOMI | 21 Januari 2022

Menteri Investasi Dorong Mahasiswa Kelompok Cipayung Jadi Pengusaha

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendorong mahasiswa yang bergabung dalam Kelompok Cipayung Plus untuk menjadi pengusaha.

EKONOMI | 21 Januari 2022


Kenaikan Suku Bunga Bayangi Wall Street,Dow Turun 300 Poin

Dow Jones Industrial Average turun 313,26 poin menjadi 34.715,39, setelah naik 400 poin pada hari sebelumnya.

EKONOMI | 21 Januari 2022

Bursa Eropa Naik, Investor Abaikan Kekhawatiran Inflasi

Bursa Eropa ditutup menguat karena investor tampaknya menepis kekhawatiran inflasi Inggris yang melonjak.

EKONOMI | 21 Januari 2022

Jokowi Undang Pelaku Ekonomi Dunia untuk Investasi di 6 Sektor Prioritas

Jokowi mengajak para pelaku ekonomi dunia memanfaatkan kesempatan berinvestasi yang ditawarkan pemerintah Indonesia.

EKONOMI | 20 Januari 2022

SUN Energy dan Sojitz Dorong Energi Bersih di GIIC

Berdasarkan hasil studi SUN Energy, potensi pengembangan PLTS bersama Sojitz dapat mengurangi sekitar 83 juta ton emisi karbon di GIIC.

EKONOMI | 20 Januari 2022

BI Akui Sempat Jadi Korban Serangan Ransomware Bulan Lalu

Bank Indonesia (BI) mengakui sempat terkena serangan Ransomware Conti dalam jaringannya pada Desember 2021.

EKONOMI | 20 Januari 2022

BI Proyeksi The Fed Naikkan Suku Bunga 4 Kali

Bank Indonesia memperkirakan the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya empat kali yang akan dimulai pada bulan Maret.

EKONOMI | 20 Januari 2022

OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 12%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi pertumbuhan pembiayaan multifinance sebesar 12% di tahun 2022.

EKONOMI | 20 Januari 2022


TAG POPULER

# Arteria Dahlan


# Rahmat Effendi


# IBL


# Gaga Muhammad


# Kereta Peluru



TERKINI
Liga 1: Beppe Pastikan Sudirman Tangani Persija Hingga Akhir Musim

Liga 1: Beppe Pastikan Sudirman Tangani Persija Hingga Akhir Musim

BOLA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings