Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Awasi Bahaya Ikut-ikutan Investasi, Simak Tips Investor Pemula Ini

Minggu, 26 September 2021 | 08:22 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak beberapa waktu lalu mulai marak cerita sukses trading saham di media sosial. Hal ini menggelitik banyak orang untuk ikut membeli saham, sebagian memang sudah paham mengenai saham, sebagian lagi sekedar ikut-ikutan belaka.

Namun, bagi yang sekedar ikutan-ikutan membeli saham perlu disadari bahaya trading tanpa dibekali pengetahuan yang cukup. Apalagi, jumlah investor pasar modal menunjukkan peningkatan pesat, dari sekitar 3,9 juta investor pada akhir tahun lalu menjadi sekitar 6,1 juta investor pada akhir Agustus 2021 atau meningkat sekitar 57,2% dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

“Latah ikut-ikutan membeli efek saham secara langsung tanpa dibekali pengetahuan yang cukup bisa membuat tingkat stres meningkat dan keuangan berantakan,” kata Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Krizia Maulana dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (26/9/2021).

Untuk itu, Krizia memberikan penjelasan tentang profil risiko, pentingnya mengelola risiko, dan sarana investasi di pasar saham.

Pertama, mengenal profil risiko. Profil risiko adalah tingkat toleransi seorang individu terhadap risiko yang siap ia tanggung. Umumnya, profil risiko seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia, tingkat pengetahuan tentang investasi, serta jumlah aset dan kewajibannya.

Seorang individu dengan jumlah aset yang besar dan kewajiban yang kecil memiliki kemampuan yang relatif besar untuk mengambil risiko. Sebaliknya, individu dengan aset yang kecil dan kewajiban yang besar akan cenderung kurang memiliki kemampuan dalam menanggung risiko. Selain itu, kesiapan menanggung risiko kerap dikaitkan dengan usia. Investor di usia muda cenderung siap mengambil risiko tinggi, sementara yang berusia lanjut cenderung menghindari risiko. Kemampuan dan kesiapan menanggung risiko tidak selalu sejalan. Oleh karena itu, sebelum melakukan investasi, sebaiknya calon investor mengisi kuesioner yang berisi pertanyaanpertanyaan relevan untuk membantu mengetahui profil risikonya.

Kedua, kelola risiko. Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan pada berbagai risiko, misalnya saat berkendara di jalan raya. Begitu pula dalam investasi, ada risiko yang harus dihadapi. Jika setiap risiko dikelola dengan baik, kita bisa menikmati hasil yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Risiko harus dikelola, bukan dihindari. “Ikut-ikutan investasi secara langsung di saham, apalagi trading saham, tanpa bekal pengetahuan yang mumpuni bisa diibaratkan seperti ikut tren berkendara dengan mobil sport di jalan raya berbekal kemampuan menyetir yang minimal atau bahkan tanpa bekal kemampuan sama sekali. Akibatnya, risiko terjadi kecelakaan akan sangat besar,” imbuhnya.

Investasi secara langsung di saham memang memiliki potensi keuntungan yang tinggi, tetapi juga dibarengi oleh risiko yang tinggi. Oleh karena itu, dia menegaskan agar investor menguasai dulu ilmunya agar bisa mengelola risiko dengan baik.

Ketiga, sarana investasi di pasar saham. Untuk meminimalisir risiko investasi di efek saham, menurutnya reksa dana saham bisa menjadi opsi. Dalam sebuah reksa dana saham terdapat koleksi saham dari berbagai perusahaan yang sudah dipilih secara ketat oleh portofolio manajer dengan dukungan tim riset. Diversifikasi saham dalam sebuah produk reksa dana akan meminimalisir risiko investasi dan membantu meningkatkan potensi imbal hasil investasi.

“Peluang investasi pada pasar modal bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Namun pemilihan kendaraan investasi yang tepat, disesuaikan dengan profil risiko masing-masing, akan membuat hati menjadi lebih tenang. Mencocokkan investasi kita dengan tujuan investasi juga penting karena jika tidak, investasi kita bisa jadi terlalu berisiko, atau justru malah jadi terlalu konservatif sehingga kita kehilangan potensi optimal pertumbuhannya. Investasi jangan sekedar ikut-ikutan,” tegas Krizia.

Sementara itu, perencana keuangan Eko Endarto menuturkan, tingkat literasi keuangan Indonesia yang masih di bawah 40% membuat sebagian besar masyarakat belum memahami financial planning. Bahayanya mereka menggunakan dana sehari-hari untuk trading saham lalu hanya berharap keuntungan yang besar, tapi tidak memperhitungkan risikonya.

Dikatakannya, masalah penggunaan uang pribadi untuk investasi adalah masalah klasik. Menurutnya ini biasa terjadi saat masyarakat awam masuk ke dalam investasi yang tidak dia ketahui benar sisi risk dan return-nya. “Dalam investasi rumusnya jelas. Jangan pernah berinvestasi dengan uang utang. Karena investasi hasilnya tidak pasti sementara biaya pinjaman yaitu bunga adalah pasti," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Awal Sesi, Rupiah Terkoreksi 6 Poin Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.155 - Rp 14.165 per dolar AS.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

10 Menit Awal, IHSG Naik 47 Poin

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 47,0 poin (0,7%) menjadi 6.673.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

IHSG Rawan Koreksi, Cermati MEDC, AGII, hingga AMRT

Level support IHSG berada di 6.573, 6.451 dan level resisten 6.680, 6.690.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Manfaatkan PLTS, Medco dan Salim Group Ekspor Listrik ke Singapura

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan mengembangkan pilot project ekspor listrik ke Singapura dengan menggunakan PLTS.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Asosiasi Pilot Garuda Keberatan Syarat Wajib Tes PCR Naik Pesawat

Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyatakan keberatan atas syarat wajib tes PCR.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

IHSG Berpeluang Rebound, Cermati ANTM, MPPA, hingga HRUM

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.600-6.750.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Harga Emas Naik karena Imbal Hasil AS Turun Menyusul Kekhawatiran Inflasi

Harga emas naik sekitar 1% karena turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya kekhawatiran kenaikan inflasi.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Harga Minyak AS Tembus Level Tertinggi 7 Tahun karena Kuatnya Permintaan

Harga minyak naik pada Senin (25/10/2021) dengan minyak mentah AS WTI mencapai level tertinggi 7 tahun karena ketatnya pasokan global.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Petani Swadaya Jadi Pilar Sawit Berkelanjutan Indonesia

Petani swadaya memiliki posisi strategis di peta perkebunan sawit Indonesia secara berkelanjutan.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

UMKM Mebel Jateng Ini Perluas Pasar Ekspor ke UEA

UMKM CV Mebel Internasional melakukan perluasan pasar ekspor produk furnitur ke Uni Emirat Arab (UEA) senilai US$ 28.500.

EKONOMI | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Awal Sesi, Rupiah Terkoreksi 6 Poin Saat Mata Uang Asia Menguat

Awal Sesi, Rupiah Terkoreksi 6 Poin Saat Mata Uang Asia Menguat

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings