Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tertular Krisis Evergrande, Konglomerat Tiongkok Ini Kehilangan US$ 1 M

Selasa, 21 September 2021 | 07:29 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / FMB

Hong Kong, Beritasatu.com – Bos raksasa properti Shanghai, Sinic Holdings Group, Zhang Yuanlin kehilangan lebih dari US$ 1 miliar pada Senin (20/9/2021) karena efek domino dari potensi runtuhnya raksasa real estate China Evergrande Group. Selain itu, aksi jual investor menambah kepanikan di seluruh lantai perdagangan Hong Kong.

Kekayaan bersih Zhang tergerus dari US$ 1,3 miliar pada Senin pagi menjadi US$ 250,7 juta pada sore harinya. Menurut Forbes, hal ini terjadi ketika perusahaannya terpaksa menghentikan perdagangan saham di bursa Hong Kong menyusul penurunan saham hingga 87%.

Zhang masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia versi Forbes tahun ini. Zhang menginvestasikan kekayaannya di apartemen-apartemen bertingkat tinggi. Namun kekayaannya sekarang sangat rentan karena potensi default Evergrande telah memicu kepanikan.

Aksi jual Sinic terjadi secara tiba-tiba, beberapa jam sebelum sahamnya disuspensi. Menurut Bloomberg, Sinic harus membayar obligasi sebesar US$ 246 juta dengan tingkat bunga 9,5% yang jatuh tempo pada 18 Oktober.

Seorang juru bicara Sinic tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Virus Evergrande
Sinic adalah salah satu dari banyak perusahaan yang kekayaannya tergerus karena aksi jual investor yang dipicu kekhawatiran akan krisis utang Evergrande. Para pelaku pasar mengkhawatirkan Evergrande akan gagal bayar pada pembayaran bunga yang akan datang minggu ini karena terlilit utang lebih dari US$ 300 miliar.

Sektor properti menyumbang lebih dari 25% terhadap produk domestik bruto (PDB) Tiongkok, sehingga timbul kekhawatiran tentang dampak default Evergrande terhadap sektor properti menular ke ekonomi domestik dan global.

Krisis Evergrande bahkan telah memicu protes oleh investor dan kontraktor yang menuntut uang mereka dikembalikan atau dibayar. Beberapa di antaranya mengklaim Evergrande berutang sebanyak US$ 1 juta.

Menambah kemarahan investor, pada akhir pekan lalu enam eksekutif Evergrande menghadapi sanksi berat karena menukarkan produk keuangan, sebelum memberi tahu investor ritel bahwa perusahaan tidak dapat membayar utang tepat waktu.

Saham Evergrande turun lagi sekitar 17% pada perdagangan Senin, sehingga saham turun sekitar 90% dari harga saham di awal tahun.

Saham perusahaan properti lain juga mengalami hal yang sama. Henderson Land kehilangan 13,2% dan New World Development terkoreksi lebih dari 12%. Selain itu Sun Hung Kai Properties turun 10,3%.

Sementara itu, saham raksasa asuransi Ping An turun hampir 6%. China Minsheng Bank, Bank Pertanian Tiongkok, maupun Industrial and Commercial Bank of China semuanya turun sekitar 3%-6%.

Aksi jual besar-besaran tersebut membuat indeks Hang Seng turun lebih dari 4%.

Menambah Ketidakpastian
Analis mengatakan minimnya reaksi dari pemerintah Tiongkok di tengah masa liburan di Tiongkok telah menambah ketidakpastian.

Philip Tse dari BOCOM International Holdings memperingatkan akan ada penurunan lebih lanjut, kecuali para pemimpin di Beijing memberikan sinyal yang jelas terkait Evergrande atau melonggarkan kebijakan di sektor properti.

Perhatian investor sekarang tertuju pada pembayaran utang Evergrande, dengan bunga pinjaman bank jatuh tempo pada Senin (20/9/2021), sementara dua obligasi jatuh tempo Kamis (23/9).

Untuk sementara waktu, para pemimpin Tiongkok berusaha untuk mengekang pengambilan risiko yang berlebihan. Ada keyakinan umum bahwa Beijing akan mencegah masalah menjadi tidak terkendali dan melakukan intervensi.

"Prioritas pemerintah pusat terhadap stabilitas sosial memungkinkan restrukturisasi dengan pemotongan utang (haircut). Tetapi dampaknya menular ke pengembang properti terdaftar lainnya. Ini berarti kemungkinan akan ada dampak ekonomi nyata di sektor properti," kata Tapas Strickland dari National Australia Bank.

"Sejauh mana Evergrande memperlambat momentum pertumbuhan, masih belum jelas," lanjutnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP, Bloomberg

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ferrymount Kuasai 4,97% Saham XL Axiata

Ferrymount Investments Limited (FIL), resmi menjadi pemegang saham baru emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan porsi kepemilikan 4,97%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Kuartal III 2021 Usai, Laba Bersih Puradelta Lestari Melesat 109,8%

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akhiri sembilan bulan pertama di 2021 dengan membukukan pendapatan sebanyak Rp 1,31 triliun.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Tersungkur Lagi, Bitcoin Ternyata Rawan Risiko Sistemik

Bitcoin cuan 400% sejak Oktober tahun lalu hingga sekarang menembus kisaran US$ 60.000. Namun, semalam bitcoin jatuh 5% ke kisaran US$ 59.000.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Jokowi Tegaskan Kunci Pemulihan Ekonomi Melalui Penguatan Kerja Sama BIMP-EAGA

Presiden Jokowi menegaskan upaya untuk memperkuat kerja sama BIMP-EAGA menjadi kunci pemulihan ekonomi.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Pemanfaatan Telekonsultasi BPJS Kesehatan Capai 9,3 Juta Layanan

Selain mengoptimalkan penggunaan aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan administrasi peserta tanpa tatap muka.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Lift Rumah Hemat Listrik Solusi Efisiensi Biaya untuk Manfaat Jangka Panjang

PT Pardi Solusi Abadi meluncurkan Kampanye Home Lift Hemat Listrik dengan menyediakan ARE Miniwatt dan ARE Mangusta.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Jelang Tiga Momen Besar, Harga Emas Diprediksi Kembali Menguat

Deepavali, tappering off dan window dressing adalah tiga momen paling ditunggu investor emas di pengujung tahun ini.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Permintaan Layanan Logistik Tinggi, Laba Pelita Samudera Melonjak 193%

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) pada triwulan III 2021 mencatat laba bersih US$ 15,4 juta melonjak 193%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Saat IHSG Melemah, WAPO, TRIS, dan ASTI Kasih Cuan Lebar

Harga WAPO menguat 27,78%, TRIS naik 17,39%, ASPI meningkat 16,42%, JSKY melonjak 13,68%, KBAG terangkat 8,20%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Garuda Tawarkan Harga Tes PCR Rp 260.000

Garuda tetapkan rapid test antigen Rp 45.000 untuk dan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) Rp 260.000.

EKONOMI | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Kasus Baru Covid-19 di Belanda Sentuh Angka Tertinggi

Kasus Baru Covid-19 di Belanda Sentuh Angka Tertinggi

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings