Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Update Obligor dan Debitur BLBI yang Sudah Dipanggil Satgas

Minggu, 19 September 2021 | 09:24 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) telah melakukan pemanggilan kepada obligor dan debitur dalam 1 bulan terakhir. Pemanggilan pertama dan kedua disampaikan secara langsung. Namun jika tidak direspons, Satgas BLBI memanggil secara terbuka melalui media massa.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, skandal BLBI telah menyeret sebanyak 48 obligor dan debitur dengan nilai sebesar Rp 111 triliun. Pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengejar obligor tersebut, dipimpin oleh Rionald Silaban yang juga merupakan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

Berdasarkan data yang dihimpun Beritasatu.com, Minggu (19/9/2021) dari sejumlah nama yang dipanggil sejak 26 Agustus hingga 17 September 2021, mayoritas tidak hadir secara langsung. Ada yang diwakilkan kuasa hukum atau hadir lewat video conference.

Obligor adalah pemilik bank yang banknya mendapatkan BLBI, sementara debitur adalah orang atau perusahaan yang meminjam uang di bank yang mendapatkan BLBI.

Berikut obligor/debitur yang sudah dipanggil Satgas BLBI:

Pemanggilan 26 Agustus 2021
1. Agus Anwar

Jumlah utang Rp 104,630 miliar tersebut terdiri dari penjamin atas penyelesaian kewajiban debitur PT Panca Muspan dan PT Bumisuri Adilestari rerta dalam rangka penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) Bank Pelita Istismarat.
Agus Anwar tidak hadir, meski sudah ada komunikasi dengan Satgas BLBI

2. Tommy Soeharto dan Ronny Hendrato
Keduanya dipanggil sebagai pengurus PT Timor Putra Nasional dengan jumlah utang Rp 2,612 triliun. Panggilan ini hanya dihadiri Ronny Hendrato. Keduanya sudah dua kali tidak memenuhi panggilan, sehingga pada pemanggilan ketiga diumumkan lewat media.

Pemanggilan 7 September 2021
1. Kaharudin Ongko

Kahadurdin diminta menghadap Satgas BLBI untuk mengembalikan utang senilai Rp 8,2 triliun. Perinciannya, Rp 7,828 triliun dalam rangka PPKS Bank Umum Nasional dan Rp 359,4 miliar dalam rangka PKPS Bank Arya Panduarta.

Dalam pengumuman panggilan dari Satgas BLBI, Kaharudin memiliki tiga alamat, yaitu di Paterson Hill Singapura, Setiabudi Jakarta Selatan, dan Menteng Jakarta Pusat. Kaharudin sudah dua kali tidak memenuhi panggilan, sehingga pada pemanggilan ketiga ini juga diumumkan lewat surat kabar. Kaharudin Ongko diwakili oleh kuasa hukum.

Pemanggilan 9 September 2021
1. Kwan Benny Ahadi

Kwan Benny hanya hadir secara virtual dari Kedutaan Besar RI di Singapura. Jumlah utang Rp 157,728 miliar.

2. PT Era Persada dengan jumlah utang Rp 130,570 miliar. Debitur tersebut tidak hadir memenuhi panggilan Tugas BLBI.

3. Setiawan Harjono/Hendrawan Harjono
Keduanya juga tidak hadir memenuhi panggilan. Padahal ini merupakan panggilan ketiga sehingga harus diumumkan di surat kabar. Pemilik PT Bank Asia Pacific (Bank Aspac) ini memiliki utang kepada negara dengan total Rp 3,57 triliun dalam rangka PKPS Bank Aspac.

Khusus untuk Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono, karena masih mangkir di panggilan ketiga, Satgas BLBI akan melakukan tindakan khusus.

4. Ronny HR (PT TPN)
Ronny yang memiliki jumlah utang Rp 2,612 triliun hadir memenuhi panggilan Satgas BLBI.

Pemanggilan 15 September
1. Sujanto Gondokusumo (Bank Dharmala)

Dalam pemanggilan ini, Sujanto Gondokusumo yang memiliki utang Rp 904,479 miliar (termasuk biad) tidak hadir memenuhi panggilan.

2. Sjamsul Nursalim.
Samsul Nursalim diwakili kuasa hukumnya. Jumlah utang Samsul yang harus dikembalikan kepada negara mencapai Rp 517,723 miliar.

Pemanggilan 17 September
1. Andrus Roestam Moenaf
2. Pinkan Warrouw
3. Nirwan Dermawan Bakrie
4. Indra Usmansyah Bakrie
5. Anton Setianto

Kelima orang ini mewakili PT Usaha Mediatronika Nusantara. Perusahaan tersebut memiliki utang Rp 22,677 miliar.

Dalam panggilan penagihan ini, PT Usaha Mediatronika Nusantara dihadiri Sri Hascaryo dari Bakrie Grup yang menerima kuasa dari Nirwan Dermawan Bakrie.

6. Thee Ning Khong
7. The Kwen le
8. PT Jakarta Kyoei Steel Works Ltd Tbk
9. PT Jakarta Steel Megah Utama
10. PT Jakarta Steel Perdana Industry.

Thee Ning Khong yang memiliki utang Rp 90,667 miliar hadir diwakili putranya. Sedangkan The Kwen Le yang memiliki utang Rp 63,235 miliar hadir langsung ke Gedung Syafrudin Prawiranegara Kementerian Keuangan.

Adapun PT Jakarta Kyoei Steel Works L.td, Tbk memiliki utang Rp 86,347 miliar, PT Jakarta Steel Megah Utama dengan utang Rp 69,080 miliar dan PT Jakarta Steel Perdana Industry dengan utang Rp 69,337 miliar. Wakil dari ketiga perusahaan tersebut juga hadir menenuhi panggilan Satgas BLBI.

Sementara dalam dokumen penanganan hak tagih negara dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tertanggal 15 April 2021 yang beredar, ada beberapa nama yang menjadi prioritas penanganan Satgas BLBI. “Prioritas penanganan berdasarkan tingkat penagihan, adanya jaminan, dan perkiraan kemampuan membayar,” tulis dokumen tersebut yang dikutip Beritasatu.com, Rabu (8/9/2021).

Enam obligor/debitur yang masuk dalam daftar prioritas penanganan:

1. Trijono Gondokusumo (Bank Putra Surya Perkasa). Trijono tercatat memiliki utang Rp 4,893 triliun per 31 Desember 2020 dengan dasar utang akta pengakuan utang (APU).

2. Kaharuddin Ongko (Bank Umum Nasional). Dalam dokumen tersebut, Ongko tercatat memiliki utang Rp 7,831 triliun per 31 Desember 2020. Dasar utangnya adalah Master of Refinancing and Note Issuance Agreement (MRNIA).

3. Sjamsul Nursalim (Bank Dewa Rutji). Sjamsul dalam dokumen tersebut tercatat memiliki utang Rp 470,658 miliar. Dasar utangnya adalah Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK.

4. Sujanto Gondokusumo (Bank Dharmala). Sujanto Tercatat memiliki utang Rp 822,254 miliar dengan dasar utang Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK.

5. Hindarto Tantular/Anton Tantular (Bank Central Dagang). Marimutu dalam dokumen ini tercatat memiliki utang Rp 1,470 triliun dengan dasar utang Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK.

6. Marimutu Sinivasan (Grup Texmaco). Dia tercatat memiliki utang Rp 31.722.860.855.522,00 dan US$ 3.912.137.144. Dasar utangnya adalah Surat PPA.

7. Siti Hardiyanti Rukmana (PT Citra CS - PT Citra Mataram Satriamarga, PT Marga Nurindo Bhakti, PT Citra Bhakti Margatama Persada). Dalam dokumen yang beredar tersebut juga ada nama Siti Hardiyanti Rukmana.

Tidak disebutkan apa dasar utang tersebut, tetapi ditulis ia memiliki memiliki utang Rp 191,616 miliar Rp 471,479 miliar, US$ 6,518 juta dan Rp 14,798 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Rawan Koreksi, Pantau AGRO, SAME, FREN, dan ACES

Adapun level support indeks di 6.573, 6.451 dan resistance 6.680, 6.690.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Fokus Pasar: Prospek CPO Curi Perhatian Investor

Prospek komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada mendatang menjadi perhatian pelaku pasar di lantai bursa.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Harga PCR Sebaiknya di Bawah Rp 200.00 dan Diberlakukan di Semua Moda

Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) menilai sebaiknya pemberlakuan wajib tes PCR berlaku semua moda transportasi baik darat, laut, dan udara.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Pertumbuhan Penjualan Lahan Industri LPCK Dongkrak Kinerja LPKR

LPCK melaporkan bahwa penjualan lahan industri naik 18% year one year (YoY) menjadi Rp 316 miliar per September 2021 dibandingkan September 2020.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Bursa Asia Beragam Jelang Rilis Data Industri Tongkok

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,13%, sedangkan indeks Topix melemah 0,15%.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

IHSG Akan Menguat Terbatas, Pantau EMTK, ASSA, hingga BRIS

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.638-6.687.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


Harga Minyak di Level Tertinggi Sejak 2014 karena Kekurangan Pasokan

Harga minyak Brent berjangka naik 41 sen, atau 0,5%, menjadi US$ 86,40 per barel.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Kuartal III, Laba Bank BJB Menguat 17% Jadi Rp 1,4 Triliun

Bank bjb hingga kuartal III 2021 berhasil membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun atau tumbuh 17,5%.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Valentino Rossi


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Cristiano Ronaldo


# Anies Baswedan


# Timnas U-23



TERKINI
Eks Kapolres Nunukan Hajar Anggota, Kompolnas: Keduanya Perlu Diperiksa dan Dijatuhi Sanksi

Eks Kapolres Nunukan Hajar Anggota, Kompolnas: Keduanya Perlu Diperiksa dan Dijatuhi Sanksi

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings