Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemperin Usulkan Strategi Hilirisasi Industri Oleokimia

Jumat, 10 September 2021 | 19:35 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor industri oleokimia berbasis pengolahan minyak sawit menghasilkan produk yang sangat diminati konsumen global di masa pandemi.

Di antaranya adalah produk oleokimia sabun dan glycerine (bahan baku hand sanitizer) yang dipakai untuk kebersihan dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Kementerian Perindustrian (Kemperin) telah menjadikan industri oleokimia sebagai salah satu prioritas nasional sejak tahun 2010, dan konsisten memberikan dukungan agar sektor ini tumbuh mantap dan berkelanjutan.

“Kemperin menyiapkan beberapa fasilitas dan dukungan bagi industri oleokimia agar tetap produktif, bahkan di tengah pandemi,” ujar Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemperin Putu Juli Ardika dalam Webinar “Meningkatkan Momentum Industri Oleokimia Indonesia di Pasar Global”, Kamis (9/9/2021).

Fasilitas tersebut antara lain penerbitan dan monitoring Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (Iomki) bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri agar dapat tetap beroperasi di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Apalagi industri oleokimia termasuk dalam sektor kritikal yang dapat tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Putu.

Selanjutnya, industri oleokimia juga termasuk dalam sektor industri yang mendapat fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yaitu harga beli di plant gate sekitar US$ 6/MMBTU sesuai Perpres Nomor 40 tahun 2016.

Fasilitas ini telah diterima oleh sekitar 20 pabrik oleokimia dari 11 perusahaan dan dirasakan sangat efektif dalam mendukung daya saing produk ekspor industri oleokimia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) Rapolo Hutabarat memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemperin yang telah konsisten mendukung kebijakan HGBT, sehingga kinerja industri oleokimia dapat mengimbangi peningkatan kebutuhan pasar.

Kebijakan primer lain yang bermanfaat mendukung kinerja industri oleokimia adalah penetapan tarif pungutan ekspor bahan baku CPO dan/atau CPKO lebih tinggi daripada produk intermediate/hilir, untuk menjaga pasokan bahan baku bagi industri oleokimia domestik.

“Industri oleokimia juga memperoleh dukungan berupa advokasi tarif pungutan ekspor kelapa sawit CPO dan turunannya yang lebih pro-industri pengolahan, sesuai PMK Nomor 191/2020 juncto PMK 76/2021,” jelas Plt Dirjen Industri Agro.

Putu menjelaskan, dukungan dan fasilitasi tersebut bertujuan untuk mempertahankan industri oleokimia agar tetap berada pada momentum kinerja berketahanan tinggi (high resilience).

“Kemperin juga mendorong sektor industri oleokimia sebagai penghela program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), seiring percepatan-perluasan program vaksinasi Covid-19 masyarakat,” tandasnya.

Hilirisasi Kelapa Sawit

Indonesia dikenal unggul sebagai pemasok minyak sawit di dunia. Pada 2020, total produksi minyak sawit nasional (CPO dan CPKO) mencapai 52,14 juta ton.

Sedangkan menurut data APOLIN, volume ekspor oleokimia pada Januari-Mei 2021 tumbuh 10,47% menjadi 1.664 juta ton, atau senilai US$ 1.536 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Pengolahan minyak sawit di Indonesia juga berpredikat unggul, bisa dilihat dari pergeseran ratio volume ekspor produk hilir dengan bahan baku/minyak sawit mentah yang saat ini mencapai 85% : 15%.

Sekitar 160 jenis produk hilir telah mampu diproduksi dalam negeri untuk keperluan pangan, fitofarmaka/nutrisi, bahan kimia/oleokimia, hingga bahan bakar terbarukan/Biodiesel FAME.

“Oleokimia juga merupakan bahan baku produk sanitasi yang banyak dibutuhkan masyarakat global. Di awal masa pandemi, terdapat kenaikan ekspor produk oleokimia personal wash hingga 26%,” jelas Putu.

Hilirisasi industri kelapa sawit dimulai dengan momentum pertama melalui penerbitan PMK Nomor 128 Tahun 2011 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.

“Dengan melihat beberapa faktor yang bisa menjadi penggerak hilirisasi, seperti perubahan tren konsumen global yang lebih memilih produk terbarukan dan ramah lingkungan, kesadaran tinggi akan sanitasi diri pribadi dan lingkungan, serta mengutamakan modernitas produk nabati berkinerja tinggi dengan harga yang terjangkau, sektor industri oleokimia berpeluang mendapatkan momentum kedua yang punya magnitude lebih tinggi bagi pertumbuhannya,” jelas Putu.

Untuk itu, Kemperin mengusulkan tiga strategi hilirisasi industri oleokimia di era pertumbuhan industri yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pertama, perluasan kapasitas produksi dan efisiensi biaya produksi pasca kelanjutan Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu.

Kedua, efisiensi bahan baku minyak sawit untuk industri oleokimia melalui penggunaan minyak nabati industri IVO/ILO (Industrial Vegetable Oil/ Industrial Lauric Oil), menggantikan jenis CPO/CPKO food grade yang tentunya berharga lebih tinggi. Pada 2019, Kemenperin telah memfasilitasi penerbitan standarisasi kualitas produk IVO/ILO melalui SNI Nomor 8875:2020 minyak nabati industri sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar hijau (green fuel).

Selanjutnya, Kemperin mengusulkan agar para pelaku industri melakukan komersialisasi hasil riset ppoduk hilir oleokimia menjadi skala industri dengan dibantu jasa fasilitas pilot plant industri yang sedang dibangun di Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor milik Kemperin.

“Pemangku kepentingan bisa memanfaatkan layanan jasa industri berupa pilot plant tersebut untuk mengangkat Tingkat Kesiapan Teknologi dan Tingkat Kesiapan Manufaktur. Hal ini agar hasil pengembangan teknologi oleokimia tidak terhambat proses antara riset skala laboratorium menuju ke komersialisasi industri, atau yang dikenal sebagai fenomena valley of death,” pungkas Putu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sesi Siang, IHSG Hilang 30 Poin Menuju 6.628

IHSG pada sesi I siang Selasa (19/10/2021) melemah 30,0 poin (0,45%) ke level 6.628.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Kuota Solar Per SPBU Perlu Dikaji Ulang

Ke depan kuota solar subsidi tiap SPBU perlu dikaji ulang.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

ADHI Tuntaskan Tes Beban Prasarana LRT Jabodebek

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Tbk telah menyelesaikan tes beban infrastruktur prasarana LRT Jabodebek.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia di Zona Hijau pada Awal Perdagangan

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.067 - Rp 14.080 per dolar AS.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

IHSG di Sekitar Garis Datar pada Awal Sesi

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 1,0 poin (0,0%) menjadi 6.656.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Fokus Pasar: Komoditas Meningkat, Neraca Perdagangan Surplus

Surplusnya neraca dagang pada bulan September 2021 memperpanjang tren kenaikan surplus sejak Mei 2020.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

IHSG Rawan Terkoreksi, Ini Saham Pilihannya

Level support IHSG berada di 6.392, 6.263, sedangkan level resisten berada di 6.680, 6.690.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

PTK Raih Penghargaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) raih penghargaan tanggung jawab sosial.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Hati-hati IHSG Berpeluang Turun, Simak Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.616 - 6.711.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Harga Emas Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$ 1.765,14 per ons.

EKONOMI | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Merah Putih


# Penembakan Laskar FPI


# Cuaca Ekstrem


# Pasien Covid-19


# Ganjar Pranowo



TERKINI
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%, Ini Alasannya

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%, Ini Alasannya

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings