Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Integra Optimistis Penjualan Tembus Rp 4 Triliun

Selasa, 31 Agustus 2021 | 23:49 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - PT Integra Indocabinet Tbk optimis tahun ini pendapatannya naik 30% dibandingkan dengan tahun lalu, menyusul permintaan furnitur dan building component di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan cukup signifikan.

Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisna, mengatakan, AS adalah pasar furnitur terbesar di dunia sekaligus bagi perseroan. Selama ini 91% produk perseroan diserap oleh pasar AS. Sementara belakangan permintaan pasar AS tumbuh cukup signifikan di tengah masa pandemi covid-19 oleh sebab banyak warga AS yang biasa bekerja di pusat kota membeli rumah di pinggiran kota. Pasalnya, selama pandemi mereka bekerja dari rumah.

"Kebutuhan furnitur dan building component di AS pun langsung melonjak. Itu sebabnya kami optimistis tahun ini kinerja perseroan tetap bagus. Pandemi justru membuat demand furnitur dan building component semakin meningkat,” kata Wang saat paparan publk perseroan secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Selama semester I tahun 2021, pasar ekspor ke AS tumbuh 92% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan produk manufacturing mengalami peningkatan 114%.

"Apalagi, sejak adanya perang dagang AS-Tiongkok, banyak mitra bisnis yang mengalihkan demand-nya ke Asia termasuk ke Indonesia,” tandas Wang.

Menurut dia, selain pasar ekspor, produk perseroan juga diserap oleh pasar domestik sebesar 8% pasar domestik dari total penjualan. Namun, sampai semester I 2021 pasar domestik masih mengalami kontraksi sekitar 62%. "Karena itu kami masih fokus menggarap pasar eskpor karena demand-nya lagi strong,” ujarnya.

Wang menambahkan, industri furnitur Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar menembus pasar AS. Sebab sumber bahan baku berupa kayu di Indonesia sangat melimpah. Namun sejauh ini, peran Indonesia di pasar ekspor AS masih kalah dengan Vietnam dan Malaysia.

"Saat ini Indonesia baru bisa memasok sekitar 5% dari total pasar di sana. Ini tentu merupakan peluang yang harus dimanfaatkan perseroan. Karena itu, kedepan perseroan akan terus meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun fasilitas baru di Lumajang dengan investasi sekitar 50% dari total capex tahun ini sebesar Rp 130 miliar hingga 140 miliar," tambahnya.

Selain itu, lanjut Wang, perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down. Karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari produk fully assembly. Lalu, untuk menjaga ketepatan waktu distribusi, perseroan juga menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan shipping line agar kontainer yang dibutuhkan selalu tersedia.

"Kami juga tetap melakukan diversifikasi pasar. Selain ke AS juga ke Jerman dan Inggris. Namun pasar di Jerman masih jauh dibanding dengan Amerika, atau 5-6 kalinya pasar Jerman,” tandasnya.

Wang mengaku optimis target pertumbuhan sekitar 30% dari tahun lalu akan tercapai. Tahun ini penjualan ditargetkan bisa mencapai Rp 3,7 triliun lebih besar dari tahun lalu sebesar Rp 2,95 triliun. Selama semester I 2021 penjualan tercatat Rp 2,1 triliun.

"Kami optimis tahun ini penjualan bisa mencapai Rp 4 triliun dengan laba bersih sekitar 10% hingga 12% dari penjualan,” pungkas Wang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sambut Sumpah Pemuda, BRI Insurance Ajak Milenial [Melek Keuangan

BRI Insurance memberikan edukasi kepada generasi milenial akan pentingnya proteksi sejak dini.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Belanja BUMN Lewat Platform Pasar Digital UMKM Capai Lebih Rp 10 Triliun

Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh BUMN, di mana untuk belanja di bawah Rp 14 miliar diprioritaskan untuk UMKM.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

PPUMI Inisiasi Gerakan Sejuta Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM

PPUMI bersama Bank Indonesia serta BPJPH mencanangkan gerakan satu juta sertifikasi halal yang gratis bagi UMKM.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

BCA Digital dan Telkomsel Kerja Sama Integrasikan Layanan Perbankan

Telkomsel dan BCA Digital berkolaborasi untuk mengintegrasikan layanan Telkomsel "redi" dengan layanan digital banking "blu by BCA Digital".

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Triwulan III, Bank Mandiri Cetak Laba Rp 19 T

Hingga kuartal III-2021, Bank Mandiri mampu mencatat perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 19,2 triliun, tumbuh 37,1%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Akhir Tahun, Widodo Makmur Perkasa Bidik Kenaikan Pendapatan 300%

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMP) optimistis akhir tahun ini bisa membukukan kenaikan pendapatan hingga 300% dan laba bersih 290%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Webinar Leadership Wisdom: Belajar Tangguh dan Tangkas Hadapi Krisis dari Pebisnis Senior

Akibat pandemi Covid-19, selain krisis multidimensi, ke depan pebisnis juga akan menghadapi situasi ketidakmenentuan.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Saham BBRI Paling Aktif Saat Indeks Turun 1,18%

BBRI turun 1,17%, BBCA menurun 1,01%, ADRO melemah 5,78%, ARTO terangkat 0,17%, dan BMRI terkoreksi 1,75%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Asing Borong BBNI Saat IHSG Melemah

Harga BBNI turun 0,35%, INDY menurun 3,72%, BBTN meningkat 0,29%, PGAS melemah 0,66%, dan BMRI terkoreksi 1,75%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Miliki Efek Ganda, Keberhasilan Industri Hulu Migas Dorong Pendapatan Daerah

Kehadiran industri hulu migas membawa efek berganda pada industri-industri penunjang lainnya, termasuk sektor UMKM yang ikut berkembang.

EKONOMI | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Tanpa Haluan Negara, Indonesia Dinilai Tidak Akan Maju

Tanpa Haluan Negara, Indonesia Dinilai Tidak Akan Maju

POLITIK | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings