Logo BeritaSatu

Triwulan II, Utang Luar Negeri Indonesia Turun 0,1%

Senin, 16 Agustus 2021 | 11:18 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.comBank Indonesia (BI) mengumumkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2021 sebesar US$ 415,1 miliar, turun 0,1% (qtq) dibandingkan triwulan I 2021 yang sebesar US$ 415,3 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (16/8/2021), menyampaikan, secara tahunan, pertumbuhan ULN triwulan II 2021 juga melambat, dari 7,2% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 1,9% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah dan kontraksi ULN swasta.

Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2021 mencapai US$ 205,0 miliar atau tumbuh 4,3% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan I 2021 sebesar 12,6% (yoy).

Menurut Erwin, perkembangan ini disebabkan oleh penurunan posisi pinjaman luar negeri (loan) seiring dengan pelunasan atas pinjaman yang jatuh tempo selama triwulan II 2021.

“Pelunasan pinjaman luar negeri tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas pemerintah dalam mengelola ULN,” jelas Erwin dalam keterangan resminya, Senin (16/8/2021).

Erwin menyampaikan, ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8% dari total ULN pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2%), sektor jasa pendidikan (16,4%), sektor konstruksi (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (12,6%).

Sementara itu, untuk ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 0,5% (yoy) pada triwulan II 2021, setelah pada triwulan I 2021 tumbuh positif sebesar 2,6% (yoy). Hal ini disebabkan oleh kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan sebesar 6,8% (yoy), lebih dalam dari kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 6,7% (yoy).

Selain itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan mengalami perlambatan sebesar 1,3% (yoy) dari 5,4% (yoy) pada triwulan I 2021. Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN swasta pada triwulan II 2021 tercatat sebesar US$ 207,2 miliar, atau menurun 0,8 (qtq) dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan, dengan pangsa mencapai 76,3% dari total ULN swasta. ULN tersebut masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,7% terhadap total ULN swasta.

“ULN Indonesia pada triwulan II 2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,5%, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 39,0%. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,4% dari total ULN,” jelas Erwin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022

Ini 10 Perusahaan Teknologi dengan Jumlah PHK Terbesar

Menurut data layoffs.fyi, terdapat 137.492 karyawan dari 859 perusahaan teknologi di seluruh dunia yang di-PHK pada 2022.

EKONOMI | 26 November 2022

Wall Street Menguat dalam Sepekan di Tengah Minimnya Sentimen

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada hari Jumat (25/11/2022). Indeks-indeks acuan Wall Street mencatat kinerja positif selama minggu ini.

EKONOMI | 26 November 2022

BEI Targetkan 57 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaram umum saham perdana (IPO) pada 2023 sebanyak 57 perusahaan

EKONOMI | 26 November 2022

Perluas Pasar Bank Digital, MNC Bank Gandeng Taspen

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dipercaya PT Taspen (Persero) (TASPEN) menjadi mitra bayar digital pertama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Babak I, Tekanan Tinggi Meksiko Menyulitkan Permainan Argentina

Babak I, Tekanan Tinggi Meksiko Menyulitkan Permainan Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 11 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE