Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Daya Tarik Investasi EBT Perlu Ditambah

Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:55 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Investasi industri hulu migas (minyak dan gas) tanah air dinilai masih menjadi penopang dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, investasi yang masuk lima tahun ke belakang masih di kisaran double digit. Tentunya, diperlukan blueprint atau cetak biru yang lengkap dan mendukung agar kebijakan penurunan emisi karbon tidak kontraproduktif terhadap investasi yang akan masuk ke Indonesia.

Apalagi, keinginan menurunkan emisi karbon dengan memperbanyak proyek energi baru terbarukan (EBT) belum tercapai maksimal. Hal ini terjadi karena investasi pada bidang EBT masih banyak diperlukan pembenahan, termasuk salah satunya dari sisi regulasi serta masih minimnya kebijakan korporasi.

Walaupun hulu migas terus mendapat tantangan, para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tetap berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam penurunan emisi karbon (CO2) dengan cara beradapatasi sehingga target produksi 1 juta barel minyak dan 12 miliar kaki kubik gas bumi pada 2030 dapat tercapai serta pemanfaatan gas yang maksimal dari sejumlah lapangan produksi yang ada.

Pengamat Migas dan Pendiri ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mengungkapkan net zero carbon tidak berarti hal tersebut dicapai dengan mengurangi aktivitas-aktivitas ekonomi seperti halnya eksplorasi dan produksi migas. Tetapi, bagaimana seluruh pihak dapat mengurangi atau menetralkan dampak emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas-aktivitas tersebut.

Menurut Pri Agung, perusahaan migas global telah memasukkan parameter netralitas karbon itu sebagai salah satu faktor yang diperhitungkan dalam strategi dan portofolio investasi mereka di tingkat global. Mereka, akan lebih selektif dan benar-benar mengalokasikan investasinya ke negara-negara yang tidak saja memberikan jaminan pengembalian investasi lebih tinggi, investor friendly, tetapi juga yang secara infrastruktur baik ekonomi dan non-ekonomi sudah lebih siap untuk memfasilitasi kebijakan net zero carbon ini.

"Kata kuncinya bukan pada adanya kebijakan net zero carbon atau balancing emission, tetapi pada seberapa kondusif dan kompetitif iklim investasi hulu migas kita sendiri untuk dapat menarik investasi eskplorasi dan produksi,” kata Pri Agung seperti dikutip keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (5/8/2021).

Dia menekankan, Indonesia harus kompetitif dalam hal iklim investasi. Segala hal yang sifatnya memberikan persepsi negatif di mata investor dan hal-hal yang menghambat investasi seperti halnya birokrasi perizinan ataupun kondisi yang over-regulated mesti dihilangkan.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Fatar Yani Abdurrahman, menjelaskan target produksi mencapai 1 juta barel minyak bumi tersebut sebenarnya masih kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan energi di masa mendatang.

"Untuk itu, sejumlah aktivitas mulai dari percepatan proses dari reserves menjadi produksi hingga eksplorasi sejumlah cekungan yang belum dieksplorasi guna menemukan sumber migas menjadi hal yang harus dilakukan segera. Maka dari itu, SKK Migas membuat rencana jangka panjang agar mampu mencapai target yang kami nilai tidak terlalu agresif," jelasnya

Diakuinya, target tersebut memang penuh tantangan seperti investasi besar, regulasi tumpang tindih, stagnasi lifting migas sepanjang satu dekade terakhir, hingga pandemi covid-19 yang turut mempengaruhi industri hulu migas.

Selain itu, industri migas juga mendapat tekanan dari adanya target penurunan emisi karbon atau gas rumah kaca hingga 29% pada 2030. Alhasil, KKKS harus bisa menyeimbangkan antara target produksi dengan target penurunan emisi karbon sehingga dapat memenuhi persyaratan kebijakan dekarbonisasi. Usaha mencapai keseimbangan tersebut jelas membutuhkan upaya yang besar.

"Saat ini sebanyak 60% lapangan migas di Indonesia sudah mature, sehingga perlu biaya yang tinggi. Beberapa lapangan migas juga memproduksi karbon cukup tinggi," ujarnya.

Direktur Repsol Indonesia, Greg Holman memaparkan, investor migas tidak hanya melihat pada hal-hal yang klasik seperti bagaimana dan dimana mereka harus menempatkan investasinya.

Secara umum, keputusan menempatkan investasi akan memperhatikan beberapa hal, seperti prospek bisnis yang ada, rencana pembiayaan pembangunan, waktu yang diperlukan untuk pengembangan, akses terhadap pasar, dan kebijakan fiskal yang ada pada negara tersebut, hingga bagaimana peraturan yang ada dapat mendukung atau tidak terhadap investasi yang dilakukan.

"Sejauh ini Indonesia sudah banyak sesuai dengan hal-hal tersebut. Kami melihat pasar energi yang begitu besar di sini," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Tagih Utang Rp 157 Miliar, Satgas BLBI Kembali Panggil Kwan Benny Ahadi

Satgas BLBI kembali melakukan panggilan penagihan kepada Kwan Benny Ahadi yang memiliki utang BLBI sebesar Rp 157,728 miliar.

EKONOMI | 23 September 2021

Cotton Council Dorong Produsen Tekstil Gunakan Serat Kapas Berkelanjutan

Saat ini, ada lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor yang menjadi Cotton USA licensees di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Menkeu: Realisasi Belanja Modal Meningkat 75,2%

Hingga akhir Agustus realisasi belanja modal mencapai Rp 102,6 triliun, tumbuh signifikan 75,2% dibandingkan Agustus 2020.

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Menguat, BBRI Pimpin Saham yang Banyak Ditransaksikan

BBRI teraktif saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 34,44 poin (0,56%) ke level 6,142,71.

EKONOMI | 23 September 2021

Ipanganandotcom Permudah Umat Peroleh Sembako Berkualitas

iPanganandotcom yang merupakan platform kebutuhan pangan digital memberikan promo potongan harga 10% bagi para umat untuk bisa berbelanja kebutuhan bahan pokok.

EKONOMI | 23 September 2021

Semester I 2021, ASDP Bukukan Laba Rp 156 Miliar

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan laba sebesar Rp 156 miliar pada semester I-2021 atau 474% dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Naik, Asing Buru BBRI dan Lepas BBNI

BBRI paling diburu asing saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 34,44 poin (0,56%) ke level 6,142,71.

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Menguat, ASPI Kasih Cuan 33,78%

PT Andalan Sakti Primarindo Tbk (ASPI) tercatat paling cuan (top gainers) saat IHSG ditutup naik 34,44 poin (0,56%) ke level 6,142.

EKONOMI | 23 September 2021

Mengamankan Data Digital Layanan Perbankan, OJK Tingkatkan Perlindungan Konsumen

Bersamaan dengan beralihnya masyarakat menggunakan layanan digital, kewaspadaan akan potensi serangan siber juga harus ditingkatkan. Sektor perbankan harus dapat melindungi nasabahnya dengan meningkatkan mitigasi risiko

EKONOMI | 23 September 2021

Hingga Agustus 2021, Penerimaan Negara Capai 67,5% dari Target APBN

Menurut Menkeu Sri Indriyani hingga akhir Agustus 2021 penerimaan negara telah mencapai 67,5% dari target APBN 2021.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Penetrasi Baru 4%, Ini Tantangan Gelar Jaringan Fixed Broadband di Indonesia

Penetrasi Baru 4%, Ini Tantangan Gelar Jaringan Fixed Broadband di Indonesia

DIGITAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings