Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ditopang Sentimen Global, Harga SUN Diproyeksikan Menguat Sepekan ke Depan

Minggu, 1 Agustus 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pasar Surat Utang Negara (SUN) sepekan ke depan dinilai positif ditopang selisih (spread) obigasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) yang lebih besar dan sentimen dovish (longgar) bank sentral AS, The Fed. Di sisi lain, tingginya jumlah kasus Covid-19 juga menjadi perhatian investor.

Senior Economist PT Samuel Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, faktor utama yang jadi penopang menguatnya harga SUN yakni data The Fed menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS cenderung melandai. Selain itu, pekan lalu data jobless claims juga meningkat. “Sehingga tapering yang dikhawatirkan oleh investor diperkirakan terjadi lebih lama,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (1/8/2021).

Lebih lanjut, kata Fikri, SUN pekan depan juga akan didukung harapan peningkatan inflasi di Indonesia sebanyak 0,03% atau secara tahunan naik 1,45%. Dengan terjaganya tingkat inflasi ini, spread antara SUN dengan US Treasury 10 tahun makin membesar. “Ditambah semua tenor yang lebih rendah jadi harusnya cost of fund global murah. Kondisi mata uang yang terjaga dan rating Indonesia saat ini masih bertahan di BBB. Dengan demikian seharusnya pasar Indonesia lebih cantik saat ini,” ujarnya.

Fikri menambahkan, dari dalam negeri, tingginya kasus Covid-19 masih jadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga SUN. Pemerintah seharusnya memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga jumlah kasus menurun. Namun harus disesuaikan dengan pemberian stimulus yang lebih besar. “Meski nantinya defisit anggaran makin membesar, kebijakan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan realokasi anggaran seharusnya dapat menjadi solusi,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana menggelar lelang SUN dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2021. Lelang ini dilakukan untuk membiayai belanja negara dan juga penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Lelang kali ini pemerintah menawarkan sebanyak tujuh seri yakni, SPN12211104, SPN12220527, FR0090, FR0091, FR0088, FR0092 dan FR0089 dengan target indikatif sebanyak Rp 33 triliun dan target maksimal yang 49,5 triliun. “Seri yang diminati investor saat ini seri menengah yakni tenor 5, 10 dan 15 tahun lantaran harganya masih kompetitif. Untuk imbal hasil 10 tahun diproyeksikan bergerak di 6,15% sampai 6,25%,” kata Fikri.

Secara terpisah, Analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus berpendapat bahwa pasar obligasi berpotensi mengalami penurunan imbal hasil dengan rentang 5 tahun yakni 5,15% - 5,25%, 10 tahun 6,25% – 6,30%,15 tahun pada kisaran 6,29% – 6,35% dan terakhir yakni tenor 20 tahun dengan proyeksi 7,00% – 7,05%. “Di tengah situasi yang mengalami perbaikan, kami melihat pasar obligasi masih akan terus melanjutkan tren penurunan secara imbal hasil,” jelas Nico.

Selain itu, SUN akan didukung suku bunga yang diproyeksikan tidak akan bergerak jauh dari level 1,5% yang disebabkan naiknya tingkat inflasi Indonesia. Menurut Nico, hal itu yang membuat pasar obligasi Indonesia dalam zona nyaman.

Adapun, ketidakpastian pemulihan ekonomi juga membuat orang men-shifting sebagian portofolionya kepada obligasi untuk berjaga-jaga apabila PPKM masih terus dilanjutkan. “Pada lelang kali ini pun, penawaran yang masuk diperkirakan mencapai Rp 60 triliun – Rp 70 triliun. Apalagi kehadiran seri baru akan menjadi salah satu pendorong lelang obligasi kian ramai. Tentu saja apabila pelaku pasar dan investor memasang imbal hasil yang rendah, kami yakin tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menyerap dengan target maksimal,” pungkas Nico.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Hingga Agustus 2021, Penerimaan Negara Capai 67,5% dari Target APBN

Menurut Menkeu Sri Indriyani hingga akhir Agustus 2021 penerimaan negara telah mencapai 67,5% dari target APBN 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

OJK Siapkan Aturan Khusus Insurtech

OJK sedang menyiapkan peraturan terkait insurance technology (insurtech) yang akan mengatur jenis produk dan layanan asuransi.

EKONOMI | 23 September 2021

Agustus, Realisasi Belanja APBN Naik Capai Rp 1.560,8 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi belanja negara hingga Selasa (31/8/2021) mencapai Rp 1.560,8 triliun atau 56,8% dari pagu Rp 2.750 triliun.

EKONOMI | 23 September 2021

PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

PLN membuka peluang kerja sama bagi para pelaku usaha untuk ikut membangun 101 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sepanjang 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

Apresiasi Konsumen, TIKI Perpanjang Promo

PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), perusahaan pengiriman logisitik mengapresiasi konsumen dengan beragam program.

EKONOMI | 23 September 2021

Kobe Boga Perkuat Pasar 16 Negara Lewat Produk Baru

PT Kobe Boga Utama, perusahaan di industri makanan seperti saus dan mi, memperkuat pasar di 16 negara tujuan ekspornya dengan berbagai produk baru.

EKONOMI | 23 September 2021

Luhut: PeduliLindungi Bisa Dikembangkan untuk Promosi dan Alat Pembelian Produk UMKM

Diakui, program Bangga Buatan Indonesia dan rangkaian karya kreatif Indonesia (KKI) mampu mendorong produk premium UMKM di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Rupiah Stagnan di Rp 14.242 Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.240- Rp 14.261 per dolar AS.

EKONOMI | 23 September 2021

Pemegang Saham Setujui Stock Split BCA dengan Rasio 1:5

Stck split diharapkan membuat saham BCA lebih terjangkau investor ritel dan milenial.

EKONOMI | 23 September 2021

Asing Beli Saham Rp 871 Miliar, IHSG Ditutup Naik ke 6.142

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Kamis (23/9/2021) naik 34,4 poin (0,56%) ke level 6.142.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Tukul Arwana


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman



TERKINI
Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings