Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Semester I, Laba Krakatau Steel Meroket 601,3%

Rabu, 21 Juli 2021 | 11:30 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) hingga semester I 2021 mencatat lonjakan laba bersih 601,3% atau menjadi Rp 475 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 67 miliar. Selain itu, EBITDA naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 1,2 triliun dari realisasi 2020 sebesar Rp 687 miliar.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim menjelaskan, meningkatnya laba ditopang naiknya penjualan sebesar 90,9% menjadi Rp 15,3 triliun dibandingkan semester I tahun lalu Rp 8 triliun. Adapun penjualan produk utama naik 43,8%. Secara terinci, Krakatau Steel membukukan volume penjualan hot rolled coil (HRC) dan cold rolled coil (CRC) sebesar 995.000 ton dibandingkan 692.000 ton di tahun 2020. Selain itu, penjualan ekspor meningkat 15 kali lipat menjadi 162.243 ton di 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar 10.817 ton. “Dengan memproduksi produk HRC dan CRC sebanyak 1.008.000 ton di semester 1 2021 dan diikuti turunnya biaya produksi per ton, maka produktivitas Krakatau Steel meningkat 61%,” jelas Silmy, dalam keterangan tertulisnya Rabu (21/7/2021).

Kinerja positif ini juga didukung oleh sejumlah efisiensi. Pada semester pertama 2021, Krakatau Steel berhasil menurunkan variable cost 13,1% dan fixed cost tereduksi 22,8%. Perseroan juga berhasil menekan beban operasional sebesar 18,1% menjadi Rp 1,7 juta per ton dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 2 juta/ton.

“Penurunan biaya operasional ini diantaranya terjadi pada penurunan biaya energi sebesar 12%, penurunan biaya spare part sebesar 17,6%, serta penurunan biaya tenaga kerja hingga 24,7%,” ujarnya.

Silmy menambahkan, peningkatan kinerja Krakatau Steel juga diikuti oleh perbaikan kinerja anak perusahaan Krakatau Steel di semester I 2021 yang secara keseluruhan dapat membukukan laba. Nilai penjualan anak perusahaan Krakatau Steel di tahun 2021 meningkat 46,6% menjadi Rp 4,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp3,2 triliun. Dengan demikian, laba bersih anak perusahaan Krakatau Steel juga meningkat sebesar 21,2% menjadi Rp 397 miliar dibandingkan Semester 1 tahun lalu yang sebesar Rp 327 miliar.

“Perbaikan kinerja Krakatau Steel disebabkan adanya peningkatan produktivitas, volume penjualan domestik dan ekspor serta program efisiensi yang terus dilakukan sejak tahun 2020. Dengan perolehan laba di semester 1 2021 ini, kami optimis Krakatau Steel dapat melanjutkan tren positifnya hingga akhir tahun,” Kata Silmy.

Sebelumnya, Silmy mengatakan, selain Indonesia Investment Authority (INA), ada beberapa investor strategis lain berminat pada saham anak usaha KRAS yakni PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) yang akan berganti nama menjadi PT Krakatau Sarana Infrastruktur. Bahkan porsinya diproyeksikan berkisar dari 20%-30%.

Dia mengungkapkan, dari unsur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terdapat PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Danareksa, dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). "Banyaknya institusi yang berminat ini dikarenakan performa subholding sarana infrastruktur dari Krakatau Steel ini memang bagus," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, perseroan telah membuka penawaran awal kepada investor strategis sejak awal semester II 021. Perseroan juga, tidak membatasi berapa jumlah investor dari unsur BUMN dan berapa investor non-BUMN.

Aksi korporasi tersebut ditargetkan terlaksana pada rentang Agustus-September 2021. Untuk diketahui Krakatau Sarana Infrastruktur merupakan subholding yang terdiri atas PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), dan PT Krakatau Tirta Industri (KTI). Per 30 September 2020, nilai aset sebelum eliminasi KDL tercatat US$ 245,38 juta, KBS senilai US$ 224,91 juta, dan KTI sebesar US$ 98,42 juta. Sementara, nilai aset KIEC sendiri mencapai US$ 178,46 juta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Belanja BUMN Lewat Platform Pasar Digital UMKM Capai Lebih Rp 10 Triliun

Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh BUMN, di mana untuk belanja di bawah Rp 14 miliar diprioritaskan untuk UMKM.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

PPUMI Inisiasi Gerakan Sejuta Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM

PPUMI bersama Bank Indonesia serta BPJPH mencanangkan gerakan satu juta sertifikasi halal yang gratis bagi UMKM.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

BCA Digital dan Telkomsel Kerja Sama Integrasikan Layanan Perbankan

Telkomsel dan BCA Digital berkolaborasi untuk mengintegrasikan layanan Telkomsel "redi" dengan layanan digital banking "blu by BCA Digital".

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Triwulan III, Bank Mandiri Cetak Laba Rp 19 T

Hingga kuartal III-2021, Bank Mandiri mampu mencatat perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 19,2 triliun, tumbuh 37,1%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Akhir Tahun, Widodo Makmur Perkasa Bidik Kenaikan Pendapatan 300%

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMP) optimistis akhir tahun ini bisa membukukan kenaikan pendapatan hingga 300% dan laba bersih 290%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Webinar Leadership Wisdom: Belajar Tangguh dan Tangkas Hadapi Krisis dari Pebisnis Senior

Akibat pandemi Covid-19, selain krisis multidimensi, ke depan pebisnis juga akan menghadapi situasi ketidakmenentuan.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Saham BBRI Paling Aktif Saat Indeks Turun 1,18%

BBRI turun 1,17%, BBCA menurun 1,01%, ADRO melemah 5,78%, ARTO terangkat 0,17%, dan BMRI terkoreksi 1,75%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Asing Borong BBNI Saat IHSG Melemah

Harga BBNI turun 0,35%, INDY menurun 3,72%, BBTN meningkat 0,29%, PGAS melemah 0,66%, dan BMRI terkoreksi 1,75%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Miliki Efek Ganda, Keberhasilan Industri Hulu Migas Dorong Pendapatan Daerah

Kehadiran industri hulu migas membawa efek berganda pada industri-industri penunjang lainnya, termasuk sektor UMKM yang ikut berkembang.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Indeks Melemah 1,18%, Saham TRIS Paling Cuan

Harga TRIS menguat 24,22%, WAPO naik 20,83%, JSKY meningkat 11,97%, ASPI melonjak 11,94%, dan MLPL terangkat 8,33%.

EKONOMI | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
12 Juta Vaksin Tiba dalam 3 Hari, Total Vaksin Diterima Indonesia Tembus 300 Juta Dosis

12 Juta Vaksin Tiba dalam 3 Hari, Total Vaksin Diterima Indonesia Tembus 300 Juta Dosis

KESEHATAN | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings