Logo BeritaSatu

Pasar Digital Indonesia Menarik di Asia Tenggara

Kamis, 15 Juli 2021 | 20:42 WIB
Oleh : Nabil Syarifudin Al Faruq / WBP

Jakarta, Beritasatu.com— Pasar digital Indonesia dinilai cukup menarik di Asia Tenggara seiring besarnya jumlah penduduk mencapai 270 juta dengan komposisi demografi kelompok muda cukup signifikan. Pandemi Covid-19 semakin membuka potensi pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air.

Berdasarkan estimasi Google, Temasek dan Bain, ekonomi digital di Indonesia akan mencapai US$ 124 miliar di tahun 2025 atau naik hampir tiga kali lipat dalam 5 tahun terakhir dibandingkan saat ini sebesar US$ 44 milia. Sementara subsegmen e-commerce diperkirakan mencapai US$ 83 miliar pada tahun 2025.

Plt Dirut PT Mandiri Sekuritas Silva Halim mengatakan, akses internet di Indonesia tidak lagi menjadi masalah. Penetrasi internet di Tanah Air mencapai 64%, penetrasi smartphone 70%, dan 50% penetrasi pengguna facebook dan e-commerce. “Ini sudah cukup bagus dibanding negara-negara maju seperti Amerika dan Tiongkok, ini menunjukan peluang besar di Indonesia untuk e-commerce dan fintech,” ujar dia dalam acara Menanti IPO Perusahaan Big Tech, dalam Investor Daily Summit 2021 Kamis (15/7/2021).

Survei di tahun 2020 juga menunjukkan 37% digital consumer adalah nasabah baru, sehingga pandemi mempercepat digitalisasi. Sementara 56% dari nasabah digital baru itu dari luar kota besar (non-metro region). Sedangkan 93% dari nasabah digital baru menunjukan mereka akan tetap menggunakan layanan digital.

Silva menyampaikan, e-commerce dan fintech adalah dua bidang utama yang memiliki peluang besar di pasar Indonesia dan memiliki addressable market yang besar. Penetrasi e-commerce di Indonesia saat ini berkisar 5,6% dan masih jauh di bawah Amerika dan Tiongkok yang mencapai 20%-25%. “Jadi kalau penetrasi pasar e-commerce Indonesia bisa sama dengan Amerika dan Tiongkok, total pasar e-commerce dalam negeri akan naik 3-4 kali lipat dibandingkan sekarang,” ujar dia.

Menurut dia, peluang fintech juga sangat menjanjikan, mengingat sebagian besar populasi di Indonesia adalah populasi unbank dan underbank. Sebagai informasi, unbank adalah masyarakat yang belum menjadi target market dari perbankan, sedangkan underbank adalah masyarakat yang underserve oleh perbankan. “Kami menilai perilaku di Indonesia ini sangat menjajikan karena persentase dari unbank dan underbank-nya itu besar,” ujar dia.

Selain itu ada perilaku legacy, dimana di Indonesia jumlah populasi dewasa yang mempunyai kartu kredit masih kecil, hanya di bawah 3%. Sementara 29% dari populasi dewasa sudah mempunyai atau menggunakan mobile payment. Populasi yang underbank ini, yang sudah mempunyai mobile payment akan langsung menggunakan ke digital payment dan e-commerce.

“Mereka tidak lagi ke mal, tapi langsung belanja ke e-commerce. Mereka tidak lagi ke bank, tapi begitu mereka punya uang mereka bisa langsung digital bank atau ke fintech,” ujar dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

IHSG Diprediksi Turun, Simak Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.093 - 6.185.

EKONOMI | 20 September 2021

Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk mengecek prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang inernasional.

EKONOMI | 20 September 2021

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings