Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Hanya Mampu Danai 37% Target Pembangunan Infrastruktur

Kamis, 8 Juli 2021 | 13:09 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa pemerintah hanya mampu memenuhi pendanaan infrastruktur sebesar 37% atau setara Rp 2.385 triliun dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur yang tertuang dalam Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024 sebesar Rp6.445 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Luky Alfirman mengungkapkan bahwa untuk memenuhi target pendanaan kebutuhan infrastruktur, maka pemerintah mengajak peran swasta dan BUMN untuk ikut mendanai kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Dalam hitungannya untuk mendukung target kebutuhan infrastruktur sesuai RPJMN 2020-2024, BUMN diperkirakan dapat mendanai Rp 1.353 triliun atau setara 21% dari total kebutuhan. Kemudian porsi paling besar untuk mendanai infrastruktur dalam negeri berasal dari swasta sebesar Rp 2.707 triliun atau setara 42% dari total kebutuhan.

“Kami sudah coba mencari sumber pendanaan dari mana dari perhitungan kita pemerintah hanya mampu membiayai kurang lebih 37%. Kemudian kita akan berdayakan BUMN, hitungan kami 21% dapat didukung BUMN, sisanya sebesar 42%, diharapkan didapatkan dari dukungan atau investor swasta,” tuturnya dalam Mid Year Economic Outlook 2021, Rabu (7/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, pembangunan infrastruktur merupakan tulang punggung pemulihan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Meski begitu, Luky tak menampik bahwa anggaran pemerintah saja tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan dari pembiayaan infrastruktur.

“Saat ini, kapasitas fiskal pemerintah semakin terbatas tapi pemerintah tetap berkomitmen untuk terus lanjutkan pembangunan infrastruktur,” kata dia.

Tak hanya itu, Luky menjelaskan bahwa setidaknya ada empat tujuan utama dari pembangunan infrastruktur. Pertama, untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Kedua, tujuannya untuk menghindari Indonesia dari jebakan berpendapatan menengah (middle income trap). Ketiga, upaya mencapai target nationally determined contribution pada 2030.

“Integrasi pembangunan infrastruktur dilakukan bersama-sama antara pemerintah pusat melalui KL, pemda, BUMN, BLU dan penyediaan infrastruktur dasar dan infrastruktur pendukung produktivitas,” tuturnya.

Adapun untuk tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan Rp 417 triliun untuk belanja infrastruktur. Anggaran ini meningkat 48 persen dibandingkan tahun 2020.

Peningkatan alokasi ini, lanjut dia, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang didukung kebutuhan dasar tingkatkan produktivitas dengan peningkatan konektivitas dan mobilitas penyediaan infrastruktur, energi dan pemerataan infrastruktur dan akses TIK.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga mencoba mendukung transformasi ekonomi dengan optimalisasi belanja K/L.

Adapun misi dari arah kebijakan pembangunan infrastruktur yakni menarik lebih banyak investasi swasta termasuk dari mitra internasional. Kemudian menerapkan prinsip investasi infrastruktur berkualitas (quality infrastructure investment) dan mengatasi isu terkait keberlanjutan juga ketahanan untuk penyediaan layanan yang lebih baik.

Dengan demikian, pemerintah akan memenuhi seluruh kegiatan infrastruktur, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan instrumen pembiayaan yang inovatif.

“Ada empat pembiayaan yang akan kami terus dorong untuk mengatasi keterbatasan APBN, yaitu skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha, blended finance, SDGs Indonesia one, dan value capture,” pungkas Luky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Dio Living Ingin Terus Lestarikan Hasil Karya Anak Negeri

Dio Living ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2021

Holding BUMN Jasa Survei Edukasi Mahasiswa tentang Standar Sistem Mutu

Sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dapat memacu service dan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

EKONOMI | 17 September 2021

Pemerintah Dorong SDM Perkebunan Sawit Menuju 2045

Pemerintah mengembangkan SDM berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menggandeng lembaga pendidikan dan universitas.

EKONOMI | 17 September 2021

OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini

(OJK) menegaskan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link akan dirilis tahun ini.

EKONOMI | 17 September 2021

Dirut Nusantara Sejahtera: Industri Sawit Ikut Menopang Perekonomian Indonesia

Ke depan, kelapa sawit akan menjadi tanaman yang diunggulkan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Menguat, Saham BBRI Paling Aktif Ditransaksikan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) teraktif saat IHSG ditutup naik 23,30 poin (0,38%) ke level 6,133,24.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham TLKM dan AGRO

Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) Rp 545,68 miliar, pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/9/2021).

EKONOMI | 17 September 2021

IMTA Harapkan Pemerintah Permudah Jasa Angkutan Logistik Antarwilayah

Kelancaran kegiatan multimoda transpor dapat mendukung ekspor impor, khususnya dari Indonesia timur

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham SWAT Paling Cuan

Harga saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) menguat 34,44% pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/9/2021).

EKONOMI | 17 September 2021

CAT Institute Cetak Trader Profesional di Pasar Finansial

Chartered Astronacci Trader (CAT) Institute, lembaga pendidikan dan serifikasi trading pasar finansial kembali mencetak trader profesional.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
MPR: Tak Perlu Khawatir Berlebih Terkait Amendemen UUD 1945

MPR: Tak Perlu Khawatir Berlebih Terkait Amendemen UUD 1945

POLITIK | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings