Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IPO Teknologi Bisa Jadi Game Changer

Minggu, 27 Juni 2021 | 20:37 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Masuknya raksasa teknologi atau unicorn seperti Bukalapak dan Gojek Tokopedia (GoTo) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) saham diyakini akan menggairahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang 3-5 tahun belakangan ini lesu. Pasalnya, IPO dua unicorn itu menjadi game changer yang mengubah IHSG melalui minat investor asing.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, IPO teknologi akan menjadi isu bagi investor ke depannya, selain metodologi free float dalam penghitungan setiap indeksnya dan Environmental, Social, and Governance (ESG) Investment.

“IPO teknologi seperti Bukalapak dan GoTo sangat berpotensi mengubah landscape pasar modal Indonesia dalam hal yang positif. IHSG dalam 3-5 tahun ini tidak bagus, tertinggi 6.700. Sementara, dunia berubah, saat Covid investasi di farmasi dan pas tidak ada Covid investasinya di saham teknologi. Apalagi dia unicorn dan punya bobot besar ke bursa, dia akan jadi tujuan investasi asing,” katanya dalam webinar The First Indonesia Investor Summit 2021 bertajuk "The Rise of Indonesia Stock Market”, Minggu (27/6/2021).

Menurut perhitungan Bloomberg, valuasi gabungan Gojek-Tokopedia akan menghasilkan valuasi perusahaan senilai US$ 35-40 miliar atau kisaran Rp 490-560 triliun (asumsi kurs US$1 = Rp 14.000).

Analis JP Morgan menilai, angka tersebut tepat di bawah kapitalisasi pasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai US$ 56 miliar, dan berada satu tingkat di atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang sebesar US$ 34 miliar.

Dengan asumsi target valuasinya tercapai, hal ini akan menempatkan GoTo sebagai perusahaan dengan kapitalisasi terbesar kedua setelah Bank BCA. Bahkan jika harganya naik signifikan pasca-IPO, bisa berpotensi membuat GoTo menyalip Bank BCA.

Peta kapitalisasi pasar dan bobot juga akan berubah karena masuknya saham GoTo. Dengan asumsi nilai tengah Rp 535 triliun dan nilai kapitalisasi pasar per Akhir April 2021, maka total seluruh kapitalisasi pasar IHSG adalah Rp 7.096 triliun ditambah Rp 535 triliun menjadi Rp 7.631 triliun.

Jika simulasi di atas menjadi kenyataan, di mana bobot GoTo adalah 7% dari IHSG dan jika nantinya saham ini likuid dan fundamentalnya lolos saringan, sehingga masuk ke dalam IDX-30 atau LQ-45 yang menjadi indeks acuan utama, maka bobot di indeks tersebut mungkin bisa mencapai antara 10%–12%. “Dengan bobot yang besar, maka manajer investasi mau tidak mau harus mempertimbangkan saham ini dalam portofolionya,” kata Rudiyanto.

Dengan demikian, maka peta di pasar saham Tanah Air akan berubah. Dari yang berpacu pada saham perbankan, namun karena besarnya kredit macet akibat pandemi menjadi ke sektor teknologi. Seiring itu, investor asing yang kurang tertarik akan mulai membanjiri investasinya ke Indonesia. Hal itu tak terlepas dari potensi besar ekonomi Indonesia dengan bonus demografi dan perilaku yang cenderung konsumtif.

Lebih lanjut, Rudiyanto mengakui tidak semua saham e-commerce unicorn yang IPO harganya naik. Setelah semua hype lewat, pada akhirnya kembali pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. “Facebook saat IPO masih rugi, setelah itu baru menghasilkan keuntungan. Startup sebelum IPO valuasinya pakai omzet dan jumlah pengguna, belum dilihat untungnya. Ketika dia IPO, 2-3 tahun baru akan dilihat keuntungannya,” pungkasnya.

Di lain pihak, meski masih diwarnai pandemi Covid-19, IHSG diproyeksinya pada akhir tahun akan ada di level 6.768. Di mana, rencana startup dua unicorn untuk melantai di BEI menjadi sentimen positif. Meski begitu, menurut Rudiyanto, laju IHSG tak hanya dipengaruhi oleh Covid saja, namun juga hubungan AS-Tiongkok yang terus memanas dan juga kekhawatiran kebijakan tapering off dari Bank Sentral AS (The Fed) yang membuat indeks sulit untuk mantap bergerak di zona hijau.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Garuda Indonesia Tambah Fitur Baru di Aplikasi KirimAja

Garuda Indonesia menghadirkan fitur pick up atau penjemputan barang dalam layanan aplikasi KirimAja.

EKONOMI | 21 September 2021

BUJT Waskita Toll Road dan 23 Bank Sepakat Teken Restrukturisasi Rp 3,8 T

PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Waskita Toll Road (WTR) merestukturisasi pinjaman dengan 23 bank.

EKONOMI | 21 September 2021

Konstruksi Terowongan Silaturahmi Rampung, Begini Penampakannya

Kempupera telah menyelesaikan konstruksi terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

EKONOMI | 21 September 2021

LPEI Dukung Vaksinasi di Kawasan Wisata Danau Toba

LPEI mendukung percepatan kekebalan kelompok atau herd immunity di wilayah penyangga kawasan wisata Danau Toba.

EKONOMI | 21 September 2021

Royal Prima Buyback Saham Rp 10 Miliar

Royal Prima Tbk (PRIM), emiten di bidang layanan kesehatan berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 10 miliar.

EKONOMI | 21 September 2021

Kebijakan Suku Bunga Rendah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

"Seluruh kebijakan BI adalah pro-growth atau mendorong pertumbuhan ekonomi," tegas Perry Warjiyo.

EKONOMI | 21 September 2021

Nusantara Infrastructure Incar Proyek JORR Elevated Cikunir-Ulujami Rp 20 Triliun

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melalui anak usaha PT Marga Metro Nusantara (MMN) mengincar proyek (JORR) Elevated Cikunir – Ulujami.

EKONOMI | 21 September 2021

Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Terus Menguat

Penguatan nilai tukar rupiah didorong perbaikan ekonomi domestik dan ketahanan eksternal.

EKONOMI | 21 September 2021

Holding Perkebunan Nusantara Restrukturisasi Bisnis Gula

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melakukan restrukturisasi bisnis sebagai langkah strategis menjawab tantangan ketahanan gula nasional.

EKONOMI | 21 September 2021

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan, BI Tetapkan 6 Langkah Kebijakan

Selain mempertahakan BI7DRR di kisaran 3,5%, Bank Indonesia menetapkan enam langkah bauran kebijakan moneter.

EKONOMI | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

NASIONAL | 17 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings