Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pungli dan Premanisme Picu Kinerja Logistik Nasional Tidak Berdaya Saing

Kamis, 17 Juni 2021 | 16:22 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi pungutan liar (pungli) dan premanisme masih menjadi benalu dalam kinerja logistik. Akibatnya, bisnis pelayaran nasional belum berdaya saing lantaran harus dibebani sejumlah biaya yang tidak sama dengan negara-negara lain.

“Kita mendorong efisiensi biaya logistik dengan segala terobosonnya. Kita kembangkan sistem informasi dan teknologi baik dari sisi pelaku usaha maupun pemerintah. Kita kembangkan National Single Window (NSW). Terakhir, diterbitkan National Logistic Ecosystem (NLE) untuk mendorong efisiensi. Tapi di sisi lain, masih ada penyakit akut yang belum kita obati secara menyeluruh yaitu pungli dan premanisme yang banyak mempengaruhi kinerja logistik,” jelas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto dalam dialog publik bertajuk "Biaya Tinggi Pelabuhan Indonesia" yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rabu (16/6/2021).

Menurut Carmelita, logistik merupakan proses panjang dengan melibatkan banyak pihak yang masing-masing berkontribusi menentukan biaya logistik. Semisal dari sisi produksi pabrik, kemudian trucking, pelabuhan, pelayaran atau kapal yang merupakan biaya transportasi. Selain itu, biaya inventory dari warehouse, biaya administrasi hingga kepada end user.

Namun hanya pelayaran yang selalu dianggap satu-satunya tolok ukur tinggi biaya logistik. Padahal, kata Carmelita, pelayaran nasional masih belum berdaya saing karena masih dibebani sejumlah biaya yang tidak equal (sama) seperti yang didapatkan pelayaran di negara-negara lain.

“Misalnya, bunga bank, pengadaan kapal kita masih tinggi 11% sampai 14%. Belum lagi, berbagai pajak yang semakin membebani pelayaran. Kami harap, pelabuhan semakin efisien dan bisa menahan diri untuk tidak menaikkan tarif. Karena kita ingin mengejar biaya logistik yang lebih efisien,” imbuh Carmelia.

Lebih dari itu, Indonesia juga sudah berada di era NLE yang diharapkan kinerja logistik semakin efisien sesuai target pemerintah yang menginginkan biaya logistik turun 17% beberapa tahun ke depan. Menurutnya, implementasi NLE yang baik menjadi kunci mengejar target tersebut.

“Kita tahu, biaya logistik kita masih cukup tinggi yaitu sekitar 24% dari PDB (produk domestik bruto). Meskipun memang tidak apple to apple kalau membandingkan dengan negara tetangga. Tapi boleh saja negara tetangga ini kita jadikan contoh karena menyangkut daya saing kita. Seperti Singapura dan Malaysia yang cuma 8% sampai 13% dari PDB. Kalau kita mau kejar efisiensi logistik, setidaknya kita bisa mendekati angka-angka logistik mereka,” ujar Carmelia.

Biaya Bongkar Muat di Indonesia Timur 2 Kali Lipat
Lebih jauh, Carmelita juga mengemukakan, untuk line jarak pendek, trucking dan forwarding mendekati net freight yang diterima pelayaran. Bahkan, untuk Pelabuhan Tanjung Priok dan Pontianak, biaya trucking dan forwarding lebih besar freight-nya. Sedangkan untuk jarak yang lebih jauh, freight-nya menjadi lebih besar.

Selain itu, biaya bongkar muat kontainer 20 feet cargo di lokasi-lokasi Indonesia bagian Timur seperti Sorong dan Nabire juga bisa dua kali lipat dari pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Tanjung Perak di Surabaya.

Padahal, fasilitas bongkar muat di seluruh pelabuhan tidak sama. Sebagian ada yang sudah menggunakan HMCC, tapi ada yang menggunakan bank kapal seperti di Nabire dan Sorong. Biaya port stay juga cukup besar. Padahal ini berkaitan dengan performa operator pelabuhan. Semakin lama bongkar muat yang dilakukan operator terminal, maka waktu tunggu kapal akan semakin lama dan biayanya harus dibayarkan pengguna jasa bukan operator.

“Sepengatahuan saya selaku ship owner atau operator, pungli dan premanisme ini terjadi di luar wilayah pelabuhan. Bukan hanya di jalanan menuju pelabuhan Tanjung Priok, tetapi juga di Marunda yang dikenal dengan bajing loncat atau asmoro,” ungkap Carmelia.

Adapun mengenai pungli yang ramai diberitakan media di Tanjung Priok saat ini adalah wilayah lingkungan terminal. Di mana, sopir angkutan darat dikenakan biaya tambahan baik di pintu keluar maupun di dalam terminal. “Jadi kalau ada kontainer yang mau dinaikkan ke atas trailer, maka pihak sopir harus membayar antara Rp 5.000 sampai Rp 10.00 per box. Saya gak paham sebenarnya apakah pungli itu merupakan tip sebagai bentuk kerja sama,” tuturnya.

Kondisi terkini ketika diadakan operasi pungli, banyak trailer yang sempat mengantre untuk menunggu di seaway container terminal lantaran operator ikut diciduk sehingga pelayaran tidak maksimal.

Perusahaan outsourcing yang dipakai pihak Jakarta International Container Terminal (JICT) juga sudah diminta klarifikasi. Menurut mereka, pihak operator hanya menerima dan tidak meminta. Gaji mereka sudah cukup besar bahkan mendapatkan bonus kalau produknya tinggi.

Sehingga jika yang dipermasalahkan adalah operator, Carmelita berpendapat agak keliru. Sebab, hal itu mungkin bagian dari siasat sopir untuk mendapatkan ekstra uang dari majikannya.

Ia menyebut, yang sebenarnya meresahkan dan dikeluhkan para sopir adalah pungutan premanisme di luar wilayah terminal sebesar Rp 5.000 untuk sekali lewat terutama bagi trailer yang baru keluar atau masuk gate terminal, dan bukan yang di dalam kawasan JICT. “Kondisi pungli dan premanisme di wilayah pelabuhan yang parah adalah di Belawan. Parahnya lagi, premanisme di luar pelabuhan Tanjung Priok sudah menggunakan senjata. Jadi, kasihan teman-teman trucking,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

1.000 Nasi Goreng Sambal Matah ala Sasa Dibagikan di Semarang

PT Sasa Inti bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan kegiatan membantu kelompok UMKM di masa pandemi dengan membuat 1.000 nasi goreng sambal matah

EKONOMI | 17 September 2021

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Eri Cahyadi mengapresiasi kontribusi OJK dan SRO dalam mendukung kegiatan PMI Surabaya.

EKONOMI | 17 September 2021

Ini Kunci Erick Thohir Rampingkan Jumlah BUMN

Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan rantai pasok dan merapikan ekosistem.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Right Issue Bank INA Berkisar Rp 4.200 - Rp 4.380

Bank INA Perdana Tbk (BINA) sudah tetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

EKONOMI | 17 September 2021

Dukung Seni dan Budaya, Indihome Kemas Program Indonesia Keren

IndiHome bersama para brand ambassador-nya mengajak masyarakat untuk berkreasi bidang seni dan budaya melalui program Indonesia Keren.

EKONOMI | 17 September 2021

Dio Living Ingin Terus Lestarikan Hasil Karya Anak Negeri

Dio Living ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2021

Holding BUMN Jasa Survei Edukasi Mahasiswa tentang Standar Sistem Mutu

Sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dapat memacu service dan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

EKONOMI | 17 September 2021

Pemerintah Dorong SDM Perkebunan Sawit Menuju 2045

Pemerintah mengembangkan SDM berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menggandeng lembaga pendidikan dan universitas.

EKONOMI | 17 September 2021

OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini

(OJK) menegaskan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link akan dirilis tahun ini.

EKONOMI | 17 September 2021

Dirut Nusantara Sejahtera: Industri Sawit Ikut Menopang Perekonomian Indonesia

Ke depan, kelapa sawit akan menjadi tanaman yang diunggulkan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
20 Pemain Timnas Putri Siap Lawan Singapura di Tajikistan

20 Pemain Timnas Putri Siap Lawan Singapura di Tajikistan

BOLA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings