Logo BeritaSatu

Finantier Raih Seed Funding dari Konsorsium GFC dan East Ventures

Rabu, 16 Juni 2021 | 13:19 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Finantier, startup open finance Asia Tenggara yang menyediakan platform application programming interface (API) bagi institusi keuangan dalam mengakses dan menganalisa data finansial konsumen, telah meraih pendanaan tahap awal yang dipimpin oleh Global Founders Capital (GFC) dan East Ventures (EV). Pendanaan sebesar 7-digit ini melebihi target perusahaan dan diperoleh pada valuasi post-money sebesar lebih dari 20 kali dibandingkan valuasi pre-seed di bulan November 2020.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh kelompok investor ternama seperti Future Shape, perusahaan investasi dan penasehat yang didirikan oleh Tony Fadell, co-inventor dari iPhone, Partech Partners, Saison Capital, dan GMO VenturePartners. Selain itu, untuk memperkuat dewan penasihatnya, Finantier merekrut Francesco Simoneschi, Co- Founder dan CEO Truelayer bergabung dalam jajaran kelompok penasihatnya.

Beberapa investor terdahulu seperti AC Ventures, Y Combinator, Genesia Ventures, Two Culture Capital dan sejumlah angel investor ternama juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. Finantier sebelumnya merupakan bagian dari batch musim dingin 2021 Y Combinator. Sejak awal tahun, perusahaan telah menambah timnya lebih dari lima kali menjadi 50 karyawan, dan memperbanyak klien serta kemitraan hingga lebih dari 50% per bulannya.

“Kami yakin, dengan keahlian dan pendekatan transparan tim Finantier, konsep open finance akan dapat diperkenalkan kepada jutaan orang yang di Asia Tenggara yang tidak memiliki rekening bank dan akses ke layanan keuangan yang layak, sehingga dengan demikian mempercepat inklusi keuangan,” kata Oliver Samwer, Founder dan Managing Partner di GFC.

Pandu Patria Sjahrir, Founding Partner AC Ventures dan Chairman Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), mengatakan agar dapat meningkatkan inklusi keuangan dan inovasi di layanan keuangan seluruh Indonesia, kolaborasi adalah kunci utama antara regulator, asosiasi dan sektor privat. "Tim Finantier telah melakukan langkah yang baik dengan secara proaktif menggaet semua pihak ketika membangun platform fintech dan ekosistem yang berkelanjutan sejalan dengan visi negara yang lebih inklusif.” kata Pandu.

Principal Future Shape, Tony Fadell, mengatakan, ”Finantier memberikan kebebasan keuangan untuk semua orang di seluruh Asia Tenggara. Setiap orang kini dapat dengan mudah membagikan data transaksi digital mereka yang dilakukan dengan berbagai merchant, yang dapat membantu membangun kelayakan kredit mereka. Hal ini merupakan langkah yang signifikan untuk menciptakan ekosistem perbankan yang terbuka dan inklusif untuk semuanya.”

Pendanaan tersebut akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan dan memperbesar penawaran produk Finantier, melakukan ekspansi di Indonesia dan sekitarnya, serta menggandakan jumlah karyawan.

Berdasarkan riset Bain, lebih dari 70% orang dewasa di Asia Tenggara tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan, sedangkan jutaan usaha kecil dan menengah (UKM) menghadapi disparitas finansial yang lebar. Hal ini bisa menyebabkan tingginya populasi yang tidak memiliki rekening bank dan infrastruktur keuangan yang tidak memadai di Asia Tenggara.

Di lain pihak, banyak institusi keuangan Indonesia menghadapi kesulitan dalam memiliki akses ke data finansial konsumen yang menghambat mereka dalam menyediakan layanan keuangan seperti pembayaran, pinjaman, dan asuransi, akibat tingginya tingkat masyarakat yang tidak memiliki rekening di Indonesia. Menurut data Bank Indonesia di East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021, lebih dari separuh populasi (yaitu sekitar 90 juta orang dewasa) belum memiliki akses terhadap produk perbankan. Hal ini membatasi kemampuan institusi keuangan untuk mengakses data perbankan mereka untuk kelayakan produk atau layanan.

“Meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia sangatlah penting mengingat banyaknya orang yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan. Dengan akses yang lebih baik ke layanan keuangan, mereka bisa hidup dengan lebih baik dan dapat ikut meningkatkan perkembangan ekonomi Indonesia. Kami punya harapan untuk Finantier sejak awal dan yakin bahwa mereka berperan penting dalam mewujudkan harapan tersebut dengan menghubungkan mereka yang tidak memiliki akses keuangan ke fintech dan institusi keuangan di berbagai negara.” kata Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures.

Didirikan pada 2020, Finantier memberikan solusi dengan menggabungkan data dari sumber-sumber data alternatif seperti platform gig economy dan telekomunikasi. Perusahaan telah bekerjasama dengan lebih dari 150 perusahaan dan memberikan akses ke beragam set data.

Setelah memperoleh persetujuan dari konsumen, kumpulan data tersebut kemudian dianalisis untuk mendapatkan insight terperinci tentang konsumen, agar lembaga keuangan dapat menyediakan layanan keuangan bagi orang-orang yang tidak memiliki rekening bank. Hal ini secara signifikan mengurangi jumlah masyarakat yang kekurangan akses ke layanan keuangan serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia yang juga merupakan prioritas utama pemerintah.

Co-founder dan COO Finantier, Edwin Kusuma mengatakan, “Finantier memudahkan akses ke layanan keuangan bagi jutaan orang yang tidak memiliki rekening bank, mulai dari warung-warung pinggir jalan (UKM) hingga pekerja gig economy, memperoleh keuntungan dari jejak data digital mereka. Dengan adanya akses ke layanan keuangan, kami dapat membantu mereka dan orang yang mereka cintai untuk memiliki kehidupan yang lebih baik,” ungkap Edwin.

Finantier adalah satu-satunya perusahaan open finance di Asia Tenggara yang bekerja sama dengan regulator dan memberi saran terkait standar open banking dan open finance. Perusahaan ini dipimpin oleh para veteran fintech yang memiliki beragam pengalaman selama berpuluh-puluh tahun.

CEO Diego Rojas bekerja sama dengan para Co-Founder LendingClub yang terdaftar di Bursa Efek New York (NYSE) dan sebelumnya merupakan Pemimpin Teknis di tim pendiri Dianrong, marketplace online terkemuka Tiongkok yang telah memperoleh pendanaan lebih dari 550 juta dolar AS dan didukung oleh GIC. Diego juga sebelumnya menjabat sebagai CTO dan penasihat untuk sejumlah startup fintech lain di Asia Tenggara. Sementara itu, COO Finantier Edwin Kusuma sebelumnya bekerja di Google dan pernah menjabat sebagai CEO dari perusahaan pemberi pinjaman P2P, 360Kredi dan sempat bertugas sebagai Direktur Operasi di Kredinesia. CPO Finantier Keng Low sebelumnya merupakan Technical Lead untuk startup pembayaran di Silicon Valley dan juga seorang Entrepreneur-in-Residence di East Ventures.

Co-founder and CEO of Finantier, Diego Rojas mengatakan, “Open finance adalah perpanjangan dari open banking. Open Finance memungkinkan pertukaran data finansial non-perbankan termasuk kredit dan hipotek dengan aman. Selain itu open finance juga memfasilitasi pertukaran terbuka data konsumen sehingga perusahaan dapat memanfaatkannya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menciptakan layanan yang lebih dipersonalisasi,” ungkap Diego.

“Kami selalu membantu pengusaha dengan misi yang mendalam dan visi yang luas. Tim Finantier mengerti bahwa open finance di Asia Tenggara dapat meningkatkan pengalaman pelanggan terhadap layanan keuangan dan mempercepat inklusi keuangan. Mereka memiliki keyakinan dan keahlian untuk membangun fondasi penting untuk ekonomi yang tengah bertumbuh pesat.” tutup General Partner Partech, Nicolas El Baze.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk mengecek prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang inernasional.

EKONOMI | 20 September 2021

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings