Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sri Mulyani Seimbangkan Pemulihan Ekonomi dan Sehatkan APBN

Selasa, 15 Juni 2021 | 16:06 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui bahwa pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 masih menghadapi tantangan ketidakpastian yang berasal dari gejolak global dan kondisi domestik. Pemerintah mencari keseimbangan yang pas antara memulihkan ekonomi dan mulai menyehatkan APBN.

Ia mengatakan gejolak yang terjadi di dunia disebabkan beberapa faktor yakni pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini ditandai dengan tingkat inflasi AS yang meningkat menjadi 5% pada bulan Mei. “Perekonomian global dan domestik mulai tunjukan tren pemulihan, tetapi masih dibayangi ketidakpastian, sehingga perlu langkah antisipasi,” ujarnya dalam Webinar BPK, Selasa (15/6/2021).

Tantangan kedua kata Menkeu, dari sisi pencapaian target penerimaan perpajakan. Hal ini seiring perbaikan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, sehingga diperlukan antisipasi dan mitigasi risiko. “Penerimaan perpajakan jadi tantangan, sebab situasi ini, kita dalam mencari keseimbangan yang pas antara memulihkan ekonomi dan harus mulai sehatkan APBN. Bahkan Pak Menko Perekonomian melakukan rapat maraton dari minggu hingga hari ini, kumpulkan gubernur dan kepala daerah, sudah ada anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional), daerah belum tentu dilaksanakan tepat waktu dan tepat kualitas dan kita harus jaga defisit APBN supaya ga naik,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menkeu menegaskan bahwa berbagai tantangan dalam pelaksanaan APBN 2021, perlu dimitigasi sejak dini, untuk mengendalikan risiko dalam rangka mendukung konsolidasi fiskal di tahun 2023 yakni mengembalikan defisit anggaran kembali ke 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) sesuai amanat Undang Undang Nomor 2 Tahun 2020.

Dia mengatakan, APBN telah bekerja luar biasa keras sebagai instrumen fiskal untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Lonjakan defisit berimplikasi pada peningkatan utang di berbagai negara. Di sisi lain pemerintah akan terus mewaspadai ketidakpastian di pasar keuangan global yang menyebabkan kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun yang juga mempengaruhi yield surat berharga negara (SBN).

“Hari ini saya akan melihat beberapa risiko yang harus dihadapi fiskal size terutama sebab kenaikan defisit timbulkan kenaikan jumlah utang pemerintah, kenaikan ini harus diwaspadai terutama dikaitkan dengan tren kenaikan suku bunga di AS, meski kita lihat kenaikan yield 10 tahun AS mendekati 70% dalam 3 bulan terakhir. SBN kita kenaikan relatif modest sisi yield, ini tunjukkan resiliensi dan hasil yang baik,” tuturnya.

Sri Mulyani tak menampik bahwa kenaikan beban utang imbas melebarnya defisit anggaran akibat Covid-19 dapat mempengaruhi outlook APBN ke depan. Dengan demikian pemerintah akan mencari keseimbangan antara APBN dan upaya pemerintah untuk terus memulihkan ekonomi.

Di samping itu, pemerintah akan terus berkomitmen untuk penanganan Covid-19 dan mengakselerasi pemulihan ekonomi. Pertama, mendukung kebutuhan anggaran vaksinasi. Kedua melanjutkan program pemulihan ekonomi. Ketiga realokasi dan refocusing untuk mendukung program vaksinasi dan PEN. Terakhir pemerintah akan menjaga momentum untuk memulai reformasi.

“Ini harus dilakukan hati-hati, arah APBN kita ke depan harus dijaga dan bangun hal-hal yang siftanya membangun fundamental penting bagi perekonomian kita. Tahun 2021 dan 2022 arahnya reformasi dan pemulihan selalu ada dua hal yang sama. Tahun 2021 dan 2022 kita akan tetap fokus pembangunan sumber daya manusia, membangun infrastruktur, perbaikan birokrasi penyederhanaan birokrasi dan transform ekonomi,” tuturnnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mandiri Siapkan Kredit Talangan Vendor KAI Senilai Rp 4 Triliun

Bank Mandiri menargetkan dapat menyalurkan kredit kepada supplier/vendor KAI sebesar Rp 200 miliar.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Melemah 22 Poin

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.207- Rp 14.247 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Pelindo II Bersinergi Wujudkan Pelabuhan Bebas Pungli

Pelindo II telah melakukan tindakan berupa pemberian sosialisasi dan pengawasan di lapangan secara berkesinambungan mengenai larangan praktik pungli.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Asing Akumulasi Saham Rp 239 Miliar, IHSG Ditutup Menguat ke 6.089

Indeks LQ-45 turun 0,6 poin (0,07%) ke level 895,1.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Bursa Eropa Menguat Jelang Pertemuan the Fed

Pan-European Stoxx 600 naik 0,3% di awal perdagangan, dengan bahan kimia menguat 0,9%.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Anggarkan Capex Rp 550 Miliar, Metropolitan Land Ekspansi Lahan

Lahan yang akan dibeli berasal dari proyek eksisting, seperti yang berlokasi di proyek Cibitung, Kertajati, dan proyek lainnya.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Realisasi Anggaran PEN Per 11 Juni Rp 219,65 Triliun, Buat Apa Saja?

PEN terus memberi stimulus fiskal kepada sektor yang memiliki multiplier effect.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Raih Obligasi Rp 500 Miliar, Adhi Commuter Properti Kebut Proyek di Kawasan TOD

Dana hasil obligasi Adhi Commuter Properti untuk pengembangan TOD Adhi City Sentul tahap 3 dan untuk Oase Parjk di Tangerang.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Gelar Talkshow dengan Arya Sinulingga, PPI Bahas Cara Tingkatkan Kemampuan Komunikasi

PPI menyelenggarakan talkshow bersama Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, dengan tema Upgrade Your Communication Skill.

EKONOMI | 15 Juni 2021

BPK Susun Tinjauan Masa Depan di Tengah Ketidakpastian

BPK memerlukan data informasi dan insight yang holistik, integratif lintas sektor, tematik serta mendalam.

EKONOMI | 15 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS