Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pajak Karbon Semen Perlu Ditinjau Ulang karena Masih Terdampak Pandemi

Senin, 14 Juni 2021 | 19:27 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Keuangan (Kemkeu) sedang menyiapkan pajak emisi karbon atau carbon tax. Rencana tersebut tertuang di dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2022. Pajak karbon akan dikenakan berdasar jumlah emisi yang dihasilkan oleh aktivitas ekonomi atau dikenakan atas objek sumber emisi. Objek potensial yang dapat dikenakan pajak karbon seperti bahan bakar fosil dan emisi yang dikeluarkan oleh pabrik atau kendaraan bermotor. Untuk pengenaan emisi atas aktivitas ekonomi, pemerintah dapat fokus pada sektor padat karbon seperti industri pulp and paper, semen, pembangkit listrik, juga petrokimia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, pajak memang mempunyai implikasi terhadap penerimaan negara. Untuk penerapan pajak karbon, harus berlandaskan asas keadilan. “Pemerintah harus mempunyai instrumen untuk menjaga lingkungan, itu yang harus diutamakan. Usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan usaha yang menimbulkan dampak negatif bisa diberikan instrumen pengendalian seperti karbon tax atau disinsentif,” katanya kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Sedangkan pada sektor industri padat karya, menurut Enny, relatif lebih rendah terhadap lingkungan. “Artinya industri padat karya jarang sekali di ranah kegiatan yang merusak lingkungan. Ada beberapa industri yang bisa diselesaikan dengan pengolahan limbah yang tepat, tidak harus dengan instrumen pajak karbon,” papar dia.

Lebih lanjut, untuk penerapan pajak karbon pada industri semen harus dikaji ulang. Pemerintah diharapkan memberi kesempatan sektor ini bangkit dalam menghadapi krisis pandemi. “Sektor ini, perlahan mulai bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19. Sebaiknya, industri ini harus pulih terlebih dahulu sebelum dibebani dengan berbagai tambahan beban seperti pajak karbon,” ujar Enny.

Enny menambahkan, semua pengaturan perpajakan, frame work-nya bukan demi penerimaan negara, sehingga diperlukan instrumen yang tepat dan mengendalikan dampak negatif terhadap kegiatan ekonomi. “Penerapan pajak karbon mestinya harus dilakukan secara proporsional. Jika aturan tersebut tidak tepat sasaran, pemerintah hanya mengambil sisi penerimaan untuk negara,” tegasnya.

Sebelumnya, suara keberatan juga disampaikan salah satu produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Mereka berharap agar pemerintah bersedia mendengarkan pendapatan dari sektor riil sebelum memberlakukan pajak karbon.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sri Mulyani: Selama Covid-19 Banyak Modal Asing Keluar dari Emerging Market

Capital outflow disebabkan oleh dampak pandemi yang sifatnya berkelanjutan.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Astra Financial Relaksasi Kredit Pembiayaan Senilai Rp 31 Triliun

Astra Financial, Transportation & Logistic (AFTL) telah melaksanakan kebijakan relaksasi kredit sebesar Rp 31 triliun kepada lebih dari 1 juta pelanggan.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Kimia Farma Diagnostika dan Itama Ranoraya Kerja Sama Penyediaan Alat Uji Swab Antigen

Kerja sama PT Kimia Farma Diagnostika dan PT Itama Ranoraya bertujuan menjamin ketersediaan alat swab antigen guna mendukung pelayanan publik sehari-hari.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Arli: Bali Bisa Kembangkan Kembali Rumput Laut

Terpuruknya perekonomian Bali selama pandemi berimbas pada kesejahteraan masyarakat lokal.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Pemerintah Bertekad Pacu Produktivitas dan Daya Saing Industri Elektronik

Pemerintah terus memacu produktivitas dan daya saing industri elektronik sehingga dapat memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional.

EKONOMI | 14 Juni 2021

BP2MI-Pemprov Sulsel Kolaborasi Atasi Pekerja Migran Indonesia

BP2MI dan Pemerintah Provinsi Sulsel berkolaborasi mengatasi pekerja migran asal Sulsel.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Buka Lapangan Kerja Baru

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini akan membuka lapangan kerja baru, memiliki potensi bisnis luar biasa.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Industri Sawit Mampu Angkat Nilai Tambah Ekonomi

Pemerintah melakukan banyak hal terkait pengembangan industri sawit.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Awal Pekan, FREN dan BBRI Jadi Saham Paling Aktif

Saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) ditransaksikan hingga 3,8 miliar saham pada perdagangan Senin (14/6/2021).

EKONOMI | 14 Juni 2021

Saham BBRI Jadi Favorit Asing Hari Ini

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) jadi favorit investor asing setelah dikoleksi sebanyak Rp 256,6 miliar, pada perdagangan Senin (14/6/2021).

EKONOMI | 14 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS