Logo BeritaSatu

Sembako dan Sekolah Swasta Bakal Kena Pajak, La Nyalla: Membebankan Masyarakat Kecil

Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:23 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.comRancangan Undang-Undang (RUU) tentang Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) mengatur pungutan pajak untuk sekolah swasta hingga sembako. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan rencana tersebut akan membebankan masyarakat.

“Aturan pemberian pajak untuk sektor pendidikan dan bahan pangan pokok sebaiknya ditinjau ulang. Saya kira kebijakan tersebut tidak tepat karena akan membebankan masyarakat kecil,” kata La Nyalla, Sabtu (12/6/2021).

Senator asal Jawa Timur itu meminta DPR dan pemerintah untuk mengkaji ulang wacana tesebut.

“Kami meminta kebijakan DPR dan pemerintah agar tidak menambah beban masyarakat dengan rencana pemungutan pajak pada sektor-sektor vital, apalagi pandemi Covid-19 masih sangat berdampak terhadap kelompok masyarakat kecil,” ucap La Nyalla.

Terkait pajak pendidikan, La Nyalla khawatir menimbulkan efek domino, seperti kenaikan biaya sekolah. Mengacu Peraturan Menteri Keuangan 011 Tahun 2014, kriteria jasa pendidikan yang tidak dikenai pajak pertambahan nilai (PPN), yakni pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas/kejuruan hingga bimbingan belajar.

“Ini kan tidak elok dilakukan. Jika diimplementasikan, rasa-rasanya justru akan menjerat rakyat. Padahal anak-anak yang bersekolah swasta, tidak semuanya dari kalangan mampu. Ada sekolah-sekolah swasta yang siswanya dari kelompok masyarakat kecil, yang tidak bisa masuk sekolah negeri,” tegas La Nyalla.

La Nyalla menambahkan saat ini pendidikan bermutu yang diselenggarakan sekolah swasta sangat mahal.

“Jika dikenakan PPN, tentu akan menjadi lebih mahal, demikian pula pada sektor pelayanan jasa lainnya akan menambah biaya-biaya lainnya bagi masyarakat,” kata La Nyalla.

Sementara untuk kebijakan pajak sembako, La Nyalla menilai hal itu justru akan mengganjal program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Jika daya masyarakat menurun, ujar La Nyalla, dampaknya juga akan dirasakan terjadap pertumbuhan ekonomi.

“Menurut saya, mengambil pajak dari sektor pendidikan, sembako, serta jasa kesehatan bukan jalan yang tepat untuk menambah penerimaan negara. Saya kira pemerintah harus memikirkan alternatif lain dan tidak membuat kebijakan yang bisa melukai rakyat,” kata La Nyalla.

La Nyalla meminta Kementerian Keuangan (Kemkeu) agar lebih kreatif membuka keran pemasukan bagi negara. Menurutnya, Kemkeu harus menyiapkan kebijakan yang tidak mengganggu hajat hidup orang banyak. Hal ini mengingat situasi ekonomi masih sulit, sehingga pemerintah harus peka terhadap beban masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Saham-saham Ini

Valbury Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk cermati saham BBRI, BBTN, PTBA, PGAS, WIKA, ANTM.

EKONOMI | 24 September 2021

Bursa Asia Dibuka Menguat, Investor Terus Pantau Krisis Evergrande

Nikkei 225 Tokyo naik 1,71%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,26%, Kospi Korea Selatan naik 0,32%.

EKONOMI | 24 September 2021

Program Padat Karya Tata Guna Irigasi Kementerian PUPR Serap 190.000 Tenaga Kerja

Capaian PKY P3TGAI sudah sebesar 95,68% senilai Rp 2,4 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 190.958 orang di 10.735 lokasi.

EKONOMI | 24 September 2021

Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA Kulon Progo Mulai Konstruksi

Kementerian PUPR dan BUJT telah memulai pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo sepanjang 96,57 km.

EKONOMI | 24 September 2021

Bank Sentral Inggris dan AS Tahan Kebijakan, Bursa Eropa Ditutup Menguat

Stoxx 600 naik 0,93%, DAX Jerman naik 0,88%, FTSE Inggris turun 0,07%, FTSE MIB Italia naik 1,41%, Stoxx 600 naik 0,93%.

EKONOMI | 24 September 2021

Wall Street Ditutup Menguat Seiring Meredanya Krisis Evergrande

Dow Jones Industrial Average naik 1,48% ke 34.764,82. S&P 500 naik 1,21% ke 4.448,98. Nasdaq naik 1,04% ke 15.052,24.

EKONOMI | 24 September 2021

Fokus Pasar : Koreksi Turun Proyeksi Ekonomi Asia

Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan di Asia pada tahun ini menjadi 7,1% dari sebelumnya 7,3%.

EKONOMI | 24 September 2021

Dua Anak Usaha Archi Raih Penghargaan ISDA 2021

PT MSM dan PT TTN berhasil mendapatkan Platinum, penghargaan tertinggi atas pencapaian program-program SDGs.

EKONOMI | 24 September 2021

Elnusa Petrofin-Bank Mandiri Jalin Kerja Sama Pembiayaan

Kerja sama dalam fasilitas layanan pembiayaan diharapkan mampu menunjang dan memperkuat pertumbuhan bisnis Elnusa Petrofin.

EKONOMI | 24 September 2021

Perbaikan Tata Kelola Sawit Belum Selesai, Moratorium Dinilai Perlu Dilanjutkan

Jika moratorium sawit dihentikan atau tidak dilanjutkan maka akan berpotensi meningkatkan jumlah lahan sawit.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Dua Anak Usaha Archi Raih Penghargaan ISDA 2021

Dua Anak Usaha Archi Raih Penghargaan ISDA 2021

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings