Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tolak Sembako Dikenakan Pajak, Politikus PKS: Mendatangkan Kesusahan

Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:46 WIB
Oleh : Herman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati menolak rencana memasang tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako. Menurut Anggota Komisi XI DPR tersebut, potensi penerimaan negara dari PPN sembako tidak akan efektif mendongkrak kinerja pajak. Sebaliknya, kebijakan ini justru akan mendatangkan lebih banyak kesusahan.

“Potensi pajaknya belum dihitung, tetapi saya sempat diskusi juga dengan pakar ekonomi, kalau sembako dikenakan PPN 1% saja, itu tidak signifikan (dongkrak penerimaan negara),” kata Anis dalam acara diskusi bertajuk “Publik Teriak, Sembako Dipajak”, Sabtu (12/6/2021).

Seperti diketahui, dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP), pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan barang kebutuhan pokok dalam daftar jenis barang yang tidak dikenakan PPN. Barang tersebut meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

“Sembako itu kecil, lebih besar sektor-sektor lain. Jadi tidak signifikan untuk penerimaan, tetapi dampaknya itu luar biasa, bisa menghantam daya beli masyarakat, industri ritel, dan juga menggelisahkan industri,” ujar Anis.

Menurut Anis, kebijakan PPN sembako sangat tidak tepat di saat daya beli masyarakat belum pulih. Menjadi sekadar wacana pun, kata Anis, sangat tidak pantas.

“Kalau PPN sembako ini dijadikan wacana, saya kira tidak pantas. Jadi wacana saja tidak pantas, apalagi jadi RUU. Seharusnya pemerintah lebih memikirkan ketersediaan pangan yang cukup, punya gizi yang sehat dengan harga terjangkau, bukan malah mengenakan pajak sembako,” tegas Anis.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menegaskan rencana pengenaan PPN untuk kebutuhan pokok bukan dalam konteks ingin meningkatkan penerimaan pajak negara. Dikatakan, aturan ini disusun untuk mencapai keadilan pajak.

Menurutnya selama ini ada distorsi, yakni untuk barang kebutuhan pokok premium dan yang dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah sama-sama tidak dikenakan PPN. Pengecualian PPN yang terlalu luas, membuat pemerintah tidak bisa mengajak yang mampu berkontribusi membayar pajak. Hal ini yang ingin dibenahi dalam RUU KUP.

“Kalau untuk (PPN) kebutuhan pokok, pemerintah sama sekali tidak menghitung atau tidak dimaksudkan untuk menambah penerimaan pajak, tetapi kita ingin lebih mendudukkan ini dalam konteks keadilan dan administrasi perpajakannya. Karena kita percaya, masih banyak jenis barang dan jasa lain di luar kebutuhan pokok yang bisa dikenai pajak, dan itu lebih adil bagi semuanya,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Sinergikan ACDM dengan ATFM, AP II dan AirNav Modernisasi Penerbangan Nasional

PT Angkasa Pura/AP II (Persero) dan AirNav Indonesia berkolaborasi dalam memodernisasi sektor penerbangan nasional.

EKONOMI | 16 September 2021

Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik, Puan: Manfaatnya Harus Bisa Dirasakan Rakyat

Manfaatnya harus bisa dirasakan rakyat, lewat penyerapan tenaga kerja Indonesia seluas-luasnya, maupun harga kendaraan listrik yang terjangkau masyarakat.

EKONOMI | 16 September 2021

Emiten Berebut Dana di Pasar Modal, Dana Investor Masih Cukup

Penasehat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Edwin Sebayang mengatakan, dana investor sejauh ini masih cukup terhadap aksi IPO.

EKONOMI | 16 September 2021

Besok KA Bandara YIA Beroperasi Komersial, Tarif Mulai Rp 10.000

Kemhub menyatakan Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta akan beroperasi secara komersial atau berbayar mulai 17 September 2021.

EKONOMI | 16 September 2021

Sejumlah UMKM Tekstil Orientasi Ekspor Mampu Bertahan Saat Pandemi

Sejumlah pelaku usaha UMKM tekstil mampu mempertahankan kinerja ekspornya.

EKONOMI | 16 September 2021

Aturan Syarat Perjalanan Transportasi Perlu Partisipasi Semua Pihak

Aturan mobilitas ini perlu dibarengi kesadaran dan partisipasi semua pihak terkait.

EKONOMI | 16 September 2021

Makau Perketat Pengawasan Rumah Judi, Bursa Asia Melemah

Nikkei 225 Tokyo turun 0,62%, indeks komposit Shanghai turun 1,34%, Hang Seng Hong Kong turun 1,46%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,58%, Kospi Korsel turun 0,74%.

EKONOMI | 16 September 2021

ICDX dan ICH Peroleh Izin Bappebti Selenggarakan Pasar Fisik Emas Digital

ICDX telah mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai penyelenggara pasar fisik emas digital.

EKONOMI | 16 September 2021

Bursa Eropa Dibuka Menguat, Pelaku Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Indeks Stoxx 600 Eropa naik 0,67%, DAX Jerman naik 0,66%, FTSE Inggris naik 0,49%, CAC Prancis naik 0,68%, FTSE MIB Italia naik 1,13%.

EKONOMI | 16 September 2021

IHSG Ditutup Datar di 6.109,9

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup datar di 6.109,9 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (16/9/2021).

EKONOMI | 16 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Cristiano Ronaldo


# Kebakaran Lapas Tangerang


# Anies Baswedan


# Rimbun Air



TERKINI
Politikus PDIP: Perlu Ada Rising Star Calon Panglima TNI Lewati Pemilu 2024

Politikus PDIP: Perlu Ada Rising Star Calon Panglima TNI Lewati Pemilu 2024

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings