Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Umat Islam Harus Jadi Terdepan Jaga Alam dari Krisis

Kamis, 10 Juni 2021 | 10:04 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Semua umat beragama terutama umat Muslim harus jaga alam dari krisis. Ketua Pusat Pengkajian Islami, Fachruddin M Mangunjaya, dalam peluncuran bukunya secara wibiner berjudul,"Generasi Terakhir" di Jakarta, Rabu (9/6/2021), mengatakan, peran umat Muslim sebagai khilafah dalam menjaga alam dari krisis. "Umat Islam harus jadi terdepan jaga dalam dari krisis," kata Fachruddin.

Fachruddin mengatakan, ia tidak hanya sekadar membicarakan aktivisme dalam memerangi krisis iklim dalam buku tersebut. "Bukan hanya mengenai aktivisme dan upaya, tetapi menjembatani sains dan Islam yang dikembangkan dari zaman Ibnu Sina," kata Fachruddin.

Dia mengatakan, adanya krisis iklim yang diakibatkan manusia juga membuat simbol umat Islam seperti masjid terancam keberadaannya.

Misalnya masjid-masjid yang berada di pinggiran pantai dan berjarak dekat bibir pantai, kini air laut menjadi pasang dan bangunannya tidak dapat terpakai lagi. "Banyak masjid tenggelam," kata dia.

Selain itu, krisis iklim juga membuat spesies flora dan fauna pupus dan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem seperti di Uzbekistan, dimana laut menyusut.

Kemudian negara-negara dengan populasi Islam yang besar seperti Maladewa yang menerapkan kebijakan syariat Islam, namun membuat hampir seluruh wilayahnya tenggelam berada satu kilometer di atas permukaan laut dan mengancam umat Islam.

Oleh karenanya Fachruddin menegaskan, sebagai manusia yang menjadi khilafah dan hidup di Indonesia dengan kekayaan alamnya, hendaklah menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Sementara itu Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menanggapi bukan hanya "global warning," tapi kerusakan ekosistem jadi tantangan besar dunia Islam.

"Ini tantangan ke depan gimana mengaktulaisasikan praktik keislaman dalam lingkungan sehari-hari," ujar dia.

Menurut dia tantangan saat ini di Indonesia sebagai negara dengan populasi Islam besar, namun Islamisasi dalam perilaku menjaga lingkungan belum terlihat.

Hal itu diakuinya tidak mudah karena masih terkait dengan kemiskinan, faktor padat penduduk dan urbanisasi kota besar.

Sehingga perlu adanya upaya konkrit mengimplementasikan nilai Islam dalam menjaga lingkungan dan mencegah krisis iklim.

"Jadi masalah kita terkait tidak adanya kesadaran mengimplementasikan ajaran Islam tentang lingkungan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar menanggapi bahwa buku tersebut menyadarkan manusia agar lebih sadar akan masalah besar yang sedang dihadapi yakni krisis iklim.

"Quran telah menegaskan tampak kerusakan di muka bumi adalah ulah tangan manusia. Apa yang salah manakala terjadi kerusakan bumi, pastilah kita menjadi faktor," kata dia.

Oleh karenanya, Nazaruddin mengimbau agar setiap umat muslim sebagai khalifah belajar dari sifat Allah yang memelihara alam, dan kembali mempelajari Quran dan Fiqih di mana ada ajaran mengenai memelihara alam dan memperbaiki estimologi keilmuan.

Sementara Direktur Eksekutif Wahid Foundation Mujtaba Hamdi mendorong perlunya pengarusutamaan Islam ramah lingkungan demi kelangsungan ekologi yang berkelanjutan.
"Isu lingkungan kita ambil sebagai pintu masuk untuk membahas bagaimana Islam sendiri memiliki gagasan 'rahmatan lil 'alamin' yang universal. Sudah banyak yang melakukan inisiatif melestarikan lingkungan," kata Mujtaba.

Taba, panggilan akrab Mujtaba Hamdi, mencontohkan isu lingkungan di kalangan Islam kalah dengan politisasi agama yang membelah sentimen antara yang lebih Islam dan kurang Islam.

Bahkan, kata dia, dalam beberapa hal Islam justru dikaitkan dengan isu ekstremisme dan kekerasan. Hal tersebut tentu menjadi tantangan bagi Islam di masa kini meski sudah ada perintah untuk melestarikan alam secara berkelanjutan.

Islam, lanjut dia, mengajarkan nilai-nilai perlindungan alam sebagai salah satu ajaran inti. Al Quran dan hadits mewajibkan orang yang beriman tentang cara hidup yang peka terhadap lingkungan.

Menurut dia, meski isu lingkungan tidak menjadi arus utama, tetapi sejumlah organisasi keagamaan Islam sudah bergerak mengarah pada pelestarian alam.

Dia mencontohkan Majelis Ulama Indonesia sudah merintis eco-masjid, yaitu tempat ibadah Muslim yang ramah terhadap lingkungan. Ke depan agar gerakan tersebut dapat menyebar ke berbagai tempat dengan dimotori para ulama dan santri.

"Salah satu motor penggerak masjid ramah lingkungan adalah teman dari MUI, ada lembaga khsusus lingkungan yang ada di MUI, tapi tidak banyak diketahui publik," kata dia.

Eco-masjid, kata dia, merupakan sebuah metode terapan pengelolaan air wudhu dan sampah daur ulang. Air wudhu yang dipakai tidak langsung dibuang ke alam tetapi didaur ulang agar dapat diserap oleh alam dengan baik dan berkelanjutan.

"Kita sering melihat air wudhu itu 'dihambur-hamburkan'. Orang menggunakan sesuka-sukanya meluber ke mana-mana. Salah satu yang digagas teman-teman di eco-mosque adalah bagaimana air sisa wudhu itu 'di-recycle' dikembalikan ke alam dengan baik," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Triniti Land Mulai Bangun Tower The Scott

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land telah melaksanakan groundbreaking tower The Scott.

EKONOMI | 27 September 2021

Simas Insurtech dan Fuse Gandeng Tokopedia Pasarkan Asuransi

Fuse bersama dengan Simas Insurtech mengumumkan kemitraan strategis dengan Tokopedia untuk berbagai produk asuransi umum dengan harga terjangkau.

EKONOMI | 27 September 2021

Kurs Rupiah Relatif Datar di Rp 14.250

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (27/9/2021), terpantau menguat tipis ke kisaran Rp 14.250.

EKONOMI | 27 September 2021

IHSG Berpotensi Menguat, 5 Saham Ini Layak Dikoleksi

Agar tetap cuan, Valbury Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk cermati saham BBRI, PGAS, TINS, ANTM, PTPP.

EKONOMI | 27 September 2021

Kompak, IHSG Menguat Seiring Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,1% ke 6.151 pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/9/2021).

EKONOMI | 27 September 2021

Fokus Pasar: Nasib Moratorium Sawit Indonesia

Pelaku pasar di awal pekan cermati mengenai perizinan moratorium sawit yang menentukan arah laju saham komoditas terkait.

EKONOMI | 27 September 2021

Bursa Asia Mixed Jelang Rilis Data Industri Tiongkok

Nikkei naik 0,36%, Topix naik 0,57%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,17%, dan Kospi Korsel turun 0,12%.

EKONOMI | 27 September 2021

Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

Harga Surat Utang Negara (SUN) pada pekan ini diperkirakan mengalami penurunan, sementara imbal hasil menguat.

EKONOMI | 26 September 2021

QRIS Jadi Sarana UMKM Masuk ke Ekosistem Digital

Dari 10,45 juta pengguna QRIS saat ini, sebanyak 96% adalah UMKM dan ditargetkan angkanya terus bertambah.

EKONOMI | 26 September 2021

Pasca-Rights Issue, Aset BRI Terbesar di Indonesia

Rights issue BRI bernominal jumbo dilakukan untuk mendanai holding ultramikro (UMi).

EKONOMI | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
DPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Izinkan Konser atau Pernikahan Skala Besar

DPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Izinkan Konser atau Pernikahan Skala Besar

NASIONAL | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings