Logo BeritaSatu

Bukalapak Dikabarkan Bakal IPO US$ 300 Juta

Senin, 7 Juni 2021 | 07:33 WIB
Oleh : Gita Rossiana / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan e-commerce Indonesia, Bukalapak makin mantap untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bukalapak dikabarkan menargetkan perolehan dana sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Seperti dilaporkan Dealstreet Asia, Bukalapak sudah mengirimkan proposal terkait rencana IPO kepada BEI. Unicorn tersebut juga telah melengkapi daftar investor yang akan mendukung perkembangan bisnisnya. Adapun sebanyak tiga pemegang saham terbesar menguasai lebih dari 60% saham Bukalapak.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Bloomberg, Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengungkapkan, sebagai sebuah perusahaan yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun, penting bagi Bukalapak untuk memilih akses terhadap permodalan. Hal ini juga termasuk untuk menjadi perusahaan terbuka, karena bisa meningkatkan transparansi usaha.

Karena itu, sejauh ini perusahaan terus mempersiapkan diri untuk menjadi perusahaan terbuka. Namun, Bukalapak belum bisa membeberkan lebih lanjut mengenai rencana tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, pihaknya belum bisa menyampaikan nama calon perusahaan yang akan IPO. Pihaknya baru bisa memberitahukan hal itu sampai OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No IX.A.2.

Adapun Bukalapak sebelumnya sempat mengkaji rencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham Amerika Serikat (AS) melalui skema special purpose acquisition company (SPAC). Aksi Bukalapak menggabungkan usaha (merger) dengan SPAC diperkirakan menghasilkan valuasi sekitar US$ 4-5 miliar.

Bukalapak disebut-sebut sedang berdiskusi dengan sejumlah bank investasi untuk melancarkan aksi korporasi tersebut. Perseroan masih dalam tahap pembicaraan awal dengan beberapa SPAC atau yang populer disebut blank check company.

Bukalapak yang didirikan pada 2010 dan telah masuk kelompok perusahaan rintisan teknologi dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau disebut unicorn. Sebagai marketplace, Bukalapak telah menjaring 13,5 juta penjual online dan 100 juta pengguna.

Pada November 2020, raksasa teknologi AS, Microsoft menjalin kerja sama strategis dengan Bukalapak. Sebagai tahap awal, Bukalapak sepakat mengadopsi Microsoft Azure sebagai platform cloud, sementara Microsoft mengucurkan investasi di Bukalapak.

Adapun investor papan atas lain yang sempat menyuntikkan dana investasi ke Bukalapak, antara lain Ant Group yang dikendalikan Jack Ma, Government of Singapore Investment Corporation (GIC), Naver Corp, dan Standard Chartered. Berdasarkan data CB Insights, Bukalapak memiliki valuasi US$ 3,5 miliar.

IPO Jumbo
Apabila Bukalapak jadi mencatatkan sahamnya di BEI, Bukalapak akan menambah calon perusahaan tercatat yang bisa meraih dana bernilai jumbo. Salah satu unicorn yang juga disinyalir bisa meraih dana besar dari IPO adalah Gojek dan Tokopedia (GoTo).

Bahkan, valuasi perusahaan gabungan tersebut digadang-gadang bisa mencapai US$ 40 miliar atau satu tingkat di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di luar perusahaan unicorn, ada produsen minuman yoghurt, PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory), yang juga dikabarkan tengah mempertimbangkan IPO saham pada tahun ini. IPO tersebut bakal menjadi salah satu yang terbesar, lantaran perseroan membidik dana segar hingga US$ 300 juta.

Cimory sedang bekerja dengan penasihat keuangan dalam penjualan saham. Penawaran ini berpotensi menjadi yang terbesar sejak PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk yang IPO sebesar US$ 334 juta pada 2019.

Di lain pihak, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga menjajaki IPO anak usahanya di segmen nutrisi dan kesehatan, yakni PT Sanghiang Perkasa, dengan target dana hingga US$ 500 juta. Mengonfirmasi hal tersebut, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan bahwa IPO anak usaha tidak hanya dilakukan untuk segmen nutrisi dan kesehatan, tetapi juga untuk segmen distribusi dan logistik.

Ekspansi bisnis ini juga tidak hanya dalam bentuk IPO."Kesempatan ekspansi bisnis melalui pasar modal bisa dalam bentuk IPO atau aksi korporasi, misalnya aliansi strategis dan kolaborasi. Inisiatif ini bisa dilakukan untuk nutrisi maupun distribusi," papar dia.

Sebelumnya, ada PT Archi Indonesia Tbk yang telah melakukan public expose terkait rencana IPO. Perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara milik Grup Rajawali yang dikendalikan Peter Sondakh ini berencana melepas 4,96 miliar saham ke publik dengan harga penawaran Rp 750-800 per saham. Dengan begitu, Archi Indonesia bisa meraih dana Rp 3,97 triliun dari IPO.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Disrupsi Rantai Pangan, Kerja Sama Indonesia Australia Diperkuat

Implementasi IA-CEPA diharapkan lebih konkret di tengah meningkatkan disrupsi supply chain atau rantai pangan.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Simas Jiwa Bidik Dana Kelolaan DPLK Rp 810 Miliar di 2023

DPLK Simas Jiwa menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya pada pertumbuhan dana kelolaan.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Digital Marketing Jadi Solusi Pemasaran Rumah Sakit

Pengelola rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan terus melakukan transformasi digital. Salah satunya, melalui digital marketing.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Grup Salim Masuk, Saham BUMI Meroket 9,5% di Sesi Siang

Saham Bumi Resources Tbk meroket Rp 14 poin (8,58%) menjadi Rp 177 pada sesi I Jumat (7/10/2022) setelah grup Salim masuk.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Sesi I, Sektor Teknologi Picu Penurunan IHSG ke 7.030

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 154,6 miliar saham senilai Rp 6,9 triliun.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Terungkap! Salim Masuk BUMI Lewat Private Placement Rp 24 T

Grup Salim akan menjadi pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) lewat  private placement senilai Rp US$ 1,6 miliar (Rp 24 triliun).

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Searah Mata Uang Asia, Rupiah Melemah ke Rp 15.237

Transaksi mata uang Garuda atau rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.222- Rp 15.243 per dolar AS.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

20 Menit Perdagangan, Aksi Beli Saham Warnai Gerak IHSG

Pukul 09.20 WIB, IHSG melemah 15,7 poin (0,19%) menjadi 7.059 dan Investor33 melemah menjadi ke 492,1

EKONOMI | 7 Oktober 2022

IHSG Rawan Profit Taking, Cermati MEDC, PNLF, ICBP, dan EMTK

Level resistance IHSG berada di 7.094,7.135, 7.178, 7.256 dengan support 7.054, 7.010, 6.968, 6.925.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Ditjen Hubdat Sosialisasi SPM Angkutan Sungai dan Danau

Sosialisasi dilakukan untuk mengoptimalkan angkutan sungai dan danau serta pelabuhan penyeberangan, dalam menghubungkan wilayah di Indonesia.

EKONOMI | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Roy Suryo Segera Disidang, Pengacara: Kami Tak Diberi Berkas Lengkap

Roy Suryo Segera Disidang, Pengacara: Kami Tak Diberi Berkas Lengkap

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings