Logo BeritaSatu

Mendag Sebut Produk Impor Hancurkan Industri Lokal

Senin, 31 Mei 2021 | 15:34 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan akan mengatur perdagangan produk-produk impor agar tidak mengganggu produk lokal dari para pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah). Apalagi seringkali produk impor ditawarkan dengan harga yang lebih murah.

"Studi dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa impor yang tidak berkualitas, impor yang murah, itu menghancurkan industri lokal dan juga menghancurkan tataniaga perdagangan Indonesia," kata Muhammad Lutfi dalam diskusi online "Bangga dengan Belanja Barang Buatan Indonesia", di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Diungkapkan Lutfi, banyak pakaian muslim atau hijab dari pedagang di Tanah Abang yang produknya ditiru oleh perusahaan luar negeri. Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), produsen asing bisa membuat hijab dalam skala besar dengan harga yang lebih murah, kemudian dipasarkan di platform e-commerce.

"Kebiasaan orang Indonesia belanja di Tanah Abang itu diserap oleh AI dari market lokapasar online. Pasar online ini memang sesuatu yang baik dan sedang kita galakkan. Tetapi ketika terjadi kompetisi yang tidak berimbang, disedot data-data tersebut kemudian barangnya ditiru di Tiongkok dengan proses yang tidak bertanggung jawab karena kadang pakai microfiber yang tidak ramah pada kulit, ini bisa membahayakan industri lokal,” kata Lutfi.

Karenanya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag) dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan regulasi sebagai rambu-rambu atau batasan-batasan untuk menciptakan perdagangan Indonesia yang seimbang, adil, dan beradab.

Regulasi yang dimaksud yaitu revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) Oke Nurwan mengungkapkan, revisi Permendag 50/2020 tersebut salah satunya akan memperjelas indikator-indikator terkait predatory pricing agar pelaku e-commerce punya acuan yang jelas.

"Kalau itu predatory pricing, kita punya mekanismenya seperti yang selama ini sudah berjalan. Tetapi terhadap predatory pricing ini memang perlu penelitian mendalam, sehingga nanti di Permendag 50/2020 akan dibuat suatu skema bagaimana menghindari predatory pricing. Salah satu gambarannya misalkan ketentuan tentang informasi harga, itu akan ada pengaturan," kata Oke Nurwan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gapki: Industri Sawit Tempati Posisi Strategis Bagi Perekonomian

Saat ini, produk CPO Indonesia dan turunannya sebanyak 70% dari total produksi per tahun diekspor untuk kebutuhan global.

EKONOMI | 31 Mei 2021

30 Juni, Kadin Gelar Munas VIII di Kendari

Penyelenggaraan Munas VIII, salah satu agendanya adalah pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Holding Ultra Mikro Berperan Jaga Kestabilan Usaha Wong Cilik

Pembentukan holding ultra mikro dipandang sangat berperan dalam menjaga kestabilan usaha wong cilik di tengah pandemi covid-19.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung Ditargetkan Rampung Juni 2022

Secara keseluruhan, progres pembebasan lahan tol Cimanggis-Cibitung sebesar 86,52% dan progres pelaksanaan konstruksinya mencapai 78,80%.

EKONOMI | 31 Mei 2021

PLN Gandeng BSI Tingkatkan Layanan kepada Pelanggan

PLN dan Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama layanan cash management.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Ini Alasan Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2%-5,8% di 2022

Sri Mulyani menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 5,2% hingga 5,8% mencerminkan optimisme tren pemulihan ekonomi yang semakin kuat.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Sri Mulyani Waspadai Risiko Penghambat Pemulihan Ekonomi, Apa Saja?

Selain perkembangan Covid-19, pemulihan ekonomi global diperkirakan tidak akan seragam atau uneven recovery.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Pemerintah Matangkan Aturan Predatory Pricing di E-Commerce

Revisi Permendag Nomor 50 Tahun 2020, dilakukan untuk meningkatkan perlindungan bagi industri dalam negeri dan UMKM.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Pandemi, Manulife Ukir Premi Rp 8,9 Triliun

Pada tahun 2020, Manulife Indonesia membukukan pendapatan premi sebesar Rp 8,9 triliun atau naik 6% dibanding tahun 2019.

EKONOMI | 31 Mei 2021

Sesi I IHSG Naik, Ini Daftar Saham Top Gainers

Harga saham GSMF naik 13,64%, BFIN terangkat 9,27%, TBIG meningkat 9,21% dan BABP menguat 9,09%.

EKONOMI | 31 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS