Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Alasan Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2%-5,8% di 2022

Senin, 31 Mei 2021 | 13:54 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan, target pertumbuhan ekonomi 2022 berkisar 5,2% hingga 5,8% telah mencerminkan optimisme arah pemulihan ekonomi dan juga potensi akselerasi pertumbuhan ekonomi dari reformasi struktural.

"Rentang angka proyeksi tersebut, juga secara realistis mencerminkan risiko ketidakpastian yang masih tinggi. Di satu sisi, optimisme pemerintah didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang semakin kuat," tuturnya dalam Rapat Paripurna DPR, di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Sri Mulyani mengatakan saat ini tren pemulihan mulai berlanjut sejalan dengan berbagai leading indicator terus mengalami peningkatan. Pertama, indeks keyakinan konsumen sudah pada level optimistis (di atas 100). Indeks penjualan ritel terus meningkat. PMI manufaktur terus mencatat ekspansi dalam enam bulan berturut-turut. Konsumsi listrik industri dan bisnis terus membaik dan telah tumbuh positif.

"Kita bersyukur bahwa pantauan perkembangan kasus covid-19 pasca Idulfitri menunjukkan angka kasus harian yang cukup terkendali. Kita berharap langkah antisipasi dan kesadaran masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan mampu meredam potensi peningkatan kasus harian covid-19 yang biasanya terjadi pasca libur panjang," tuturnya.

Selain itu, momentum pemulihan ekonomi tersebut diharapkan akan terus berlanjut di tahun 2022. Sejalan dengan upaya penanganan pandemi dan vaksinasi massal diharapkan dapat mengendalikan laju penambahan kasus positif covid-19 dan mempercepat terwujudnya herd immunity di triwulan I 2022.

"Dengan demikian, aktivitas sosial ekonomi diharapkan akan terus mengalami normalisasi ke level sebelum pandemi. Selaras dengan pemulihan akitivitas sosial ekonomi, berbagai langkah reformasi struktural tetap dilanjutkan," ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, reformasi struktural menjadi syarat perlu agar potensi perekonomian nasional dapat dioptimalkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi.

Implementasi UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya, pembangunan infrastruktur dasar dan digital, peningkatan penguasaan teknologi, peningkatan efisiensi produksi, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja, akan meningkatkan kapasitas produksi dan kinerja perekonomian ke depan.

"Kebijakan reformasi akan meningkatkan investasi, memperbaiki iklim usaha, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas atau decent jobs," tandasnya.

Sri Mulyani menilai, peran tenaga kerja, yang terus tumbuh dalam periode window bonus demografi, akan semakin kuat dan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi. Bahkan proyeksi pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi, cukup sejalan dengan asesmen yang dilakukan oleh berbagai lembaga internasional, seperti Bank Dunia, OECD, ADB, IMF dan Consensus Forecasts.

Asesmen dari berbagai Lembaga tersebut terhadap perekonomian Indonesia masih bervariasi dalam rentang 4,3% - 4,9% untuk outlook pertumbuhan ekonomi 2021 dan 5,0% - 5,8% untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022. "Variasi asesmen, dalam rentang yang masih tinggi, menunjukkan masih tingginya risiko ketidakpastian," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pertama di Indonesia, Pluang Hadirkan Micro E-Mini Nasdaq 100 Index Futures

Kehadiran Micro E-Mini Nasdaq 100 Index Futures memungkinkan investor domestik untuk memperluas diversifikasi portofolio secara global.

EKONOMI | 20 September 2021

Meski IHSG Ambles 71 Poin, KIAS Kasih Cuan Tinggi

KIAS jadi saham paling cuan (top gainers) pascaharganya melesat 26% saat IHSG melemah.

EKONOMI | 20 September 2021

Presiden Ingatkan Industri Mebel Kedepankan Pembangunan Berkelanjutan

Presiden sebut komitmen pembangunan berkelanjutan tidak kalah pentingnya dari kualitas produk mebel yang dihasilkan.

EKONOMI | 20 September 2021

379 Saham Turun, IHSG Sesi Siang Terpangkas 71 Poin ke 6.061

IHSG pada sesi I siang Senin (20/9/2021) melemah 71,8 poin (1,17%) ke level 6.061.

EKONOMI | 20 September 2021

PPKM Dilonggarkan, Bahana Proyeksi IHSG Tembus 6.500 di Akhir Tahun

Pelonggaran PPKM berimbas positif pada pemulihan ekonomi di kuartal IV 2021 terutama di sektor riil dan bursa saham.

EKONOMI | 20 September 2021

Pasar Cermati Sentimen Surplus Neraca Perdagangan Agustus

Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencermati sentimen positif tren surplus neraca perdagangan bulan Agustus.

EKONOMI | 20 September 2021

Resmikan Rusun Pasar Rumput, Jokowi Harap Warga Mudah Beraktivitas Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan rumah susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta.

EKONOMI | 20 September 2021

Waskita Karya Restrukturisasi Utang Rp 29,2 Triliun dari 21 Bank

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil bernegosiasi dengan 21 bank pada proses restrukturisasi utang dengan total Rp 29,2 triliun.

EKONOMI | 20 September 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi Pagi Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.251-Rp 14.274 per dolar AS.

EKONOMI | 20 September 2021

Teknologi Keamanan Dukung Bisnis Finansial Go Digital

Keamanan jaringan dan ICT solution sangat penting untuk terlindung dari upaya peretasan yang merugikan bisnis dan nasabah.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Pertama di Indonesia, Pluang Hadirkan Micro E-Mini Nasdaq 100 Index Futures

Pertama di Indonesia, Pluang Hadirkan Micro E-Mini Nasdaq 100 Index Futures

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings