Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tim Integrasi Usulkan Pelindo Dibagi Jadi 4 Subholding

Jumat, 28 Mei 2021 | 19:02 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FMB

Surabaya, Beritasatu.com - Tim Sinergi dan Integrasi BUMN dalam Layanan Pelabuhan mengusulkan empat subholding hasil integrasi Pelindo I-IV dan tetap berkantor pusat di wilayah Pelindo sesuai ukuran bisnisnya saat ini.

Ketua Tim Sinergi dan Integrasi BUMN dalam Layanan Pelabuhan sekaligus Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Arif Suhartono mengatakan, ke depan Pelindo I-IV akan menjadi satu dan selanjutnya operasionalnya akan diklasterkan menjadi 4 subholding di bawah Pelindo Sinergi. Keempat subholding itu adalah Pelindo Petikemas, Pelindo Non Petikemas, Pelindo Marine dan Equipment dan Pelindo Logistik. Nantinya, dengan bisnis model pengelolaan untuk kegiatan yang sama itu beberapa pelabuhan cabang yang tadinya mengelola semua kegiatan akan dijadikan dalam satu perusahaan, yakni 4 subholding tersebut. Tujuan akhirnya adalah agar mereka bisa memberikan layanan dan performa yang sama.

Itulah target jangka pendek dan bisnis model yang disiapkan saat ini. Selanjutnya, target jangka panjang tentu akan menjadi tugas masing-masing subhloding.

“Terlalu berat kalau kita pikir sampai ke depan, tetapi bagaimana menciptakan kondisi ke depan seperti apa. Alhamdulillah Pelindo saat ini bukan Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar, jadi attachment antara Pelindo dengan daerah tidak terlalu tinggi. Namun demikian, kami dari Tim mengusulkan dan mendorong ke depannya, dari empat subholding itu, contohnya Pelindo Petikemas akan kita dorong head office-nya tetap di Surabaya, karena size bisnis petikemas kurang lebih setara dengan Pelindo III sekarang ini. Jadi, Surabaya kehilangan Pelindo III iya, karena nanti tidak ada lagi Pelindo III, tetapi ada Pelindo Petikemas, di mana coverage-nya nasional khusus petikemas,” kata Arif dalam acara Diskusi Direksi Pelindo I-IV dengan Media di Surabaya, Kamis (27/5/2021) malam.

Tak hanya itu, subholding Pelindo Non Petikemas juga akan didorong berkantor pusat di Medan, karena size bisnisnya banyak yang nonpetikemas. Termasuk juga Pelindo Marine dan Equipment akan didorong ke wilayah Pelindo IV, yaitu di Makasar karena saat ini bisnis itu lebih banyak.

“Jadi Pelindo I-IV memang nanti nggak ada, tapi mereka akan terwakili Pelindo yang lebih nasional lagi dan akan lebih fokus dari kegiatannya,” tandas Arif.

Kehadiran subholding seperti Pelindo Petikemas itu, layanan petikemas dari satu ujung ke ujung lainnya akan bisa dilayani dengan level layanan yang sama untuk kelas pelabuhan yang sama. Sementara jika dalam proses integrasi Pelindo nanti di bawahnya ada sub anaknya dari subholding, maka anak-anak perusahaan itu akan berubah status dari anak menjadi cucu, dan nanti bisnis owner-nya ada pada Pelindo Petikemas.

“Inilah yang akan memastikan layanan dari ujung ke ujung adalah sama. Sekali lagi alasannya adalah mungkin 70-80% dari petikemas itu dilayani oleh customer yang sama, jadi nanti di link-nya itu cukup satu Pelindo Petikemas, bahwa nanti dibawahnya itu ada operatornya itu sebagai operation dan maintanence saja. Tapi di link-nya itu dengan Pelindo Petikemas,” ungkapnya.

Jika nanti ada masalah di satu tempat nanti akan menjadi kewajiban dan tugas dari subholding tersebut. Contohnya, ada masalah layanan petikemas di Medan, maka subholding itu yang akan mengurusinya. Mereka mempunyai jalur komando dan komunikasi yang jelas. “Tapi KPI-nya yang jelas adalah untuk kelas yang sama harus mempunyai performa yang sama,” kata Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, rencana integrasi Pelindo tersebut adalah kebijakan dan keputusan pemerintah dengan ekonomi sebagai pertimbangan utama, salah satunya adalah efisiensi logistik.

“Kalau bicara logistik yang paling pas, enak dan efisien adalah kontainer. Kebetulan kastemer Pelindo I-IV untuk kontainer sekitar 70-80% adalah sama. Tentunya apabila dilayani dengan servis, performa dan proses bisnis yang sama akan akan berdampak positif kepada kastemer,” terang dia.

Dia berharap ke depan, target integrasi adalah memastikan layanan yang sama, meningkatkan efisiensi layanan, mencoba membantu kegiatan pelabuhan di luar pelabuhan dan keluar dari wilayah yang ada sekarang ini.

“Tapi yang utama ada bagaimana kita membantu layana domestik itu yang terpenting dengan memberikan layanan servis yang sama untuk terminal-terminal dengan kelas yang sama, tentu saja kelas satu dan dua sampai kapanpun akan berbeda tapi sama-sama kelas satu akan memberikan layanan yang sama,” kata Arif.

Integrasi Pelindo akan berujung pada efisiensi biaya logistik, tetapi semua itu perlu proses, tidak serta merta. Arif mencontohkan, satu pelabuhan di Pelindo II setelah dilakukan transformasi angka bongkar muat hanya satu hari dari sebelumnya sekitar 5-6 hari. “Itu artinya dari shipping line akan mempunyai sailing time lebih banyak. Ibarat bis kalau jalan akan dapat duit kalau bisnya jalan, tidak mungkin bisa berhenti di terminal dapat duit. Kira-kira lebih kurangnya seperti itu. Bicara pelabuhan logistik, kapal itu bicara network tidak bicara single port, jadi tidak mungkin disatu sisi baik tapi di pairing port-nya kurang baik, secara network itu tidak optimal tidak maksimal. Kira-kira itu pertimbangan integrasi Pelindo ini,” ungkapnya.

Arif optimistis rencana integrasi Pelindo yang sebenarnya sudah sejak sepuluh tahun terakhir itu bisa berjalan. Sebab, untuk proses integrasi itu, Pelindo I-IV kali ini sudah berjalan ke arah yang sama sehingga akan memudahkan program yang sudah dicanangkan pemerintah tersebut. Apalagi, sebelum merger direksi Pelindo I-IV sudah saling berdiskusi untuk memperbaiki layanan di pelabuhan utam. Seperti kolaborasi Pelindo IV dengan Pelindo II untuk memperbaiki layanan di salah satu pelabuhan di Ambon. Kapal yang tadinya sekitar 3 tiga hari setelah ditransformasi menjadi satu hari. Hal itu sudah berjalan dan akan dikloning di pelabuhan-pelabuhan lain dan saat ini sedang berjalan di Medan, karena tujuannya adalah memperbaiki layanan. Ditambah lagi, program Quick Quit Pre Merger juga saat ini sudah berjalan.

Selain itu, dalam proses merger ini yang penting juga koordinasi dengan departemen teknis, yaitu Kementerian Perhubungan. Sejauh ini, Kemenhub secara resmi telah memberikan dukungannya terkait program ini.

“Kalau kita bicara logistik, nggak akan kuat Pelindo mau gabung sekalipun, tidak akan kuat membereskan semuanya dan disitulah perlu kolaborasi antara Pelindo Sinergi dengan Perhubungan. Dan kami sudah sampaikan juga ke Menhub integrasi yang bagus yaitu tidak hanya Pelindo terintegrasi tapi juga dengan Kemhub, apalagi dari jumlah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo mungkin seratus sekian sedangkan total pelabuahan 200 sekian. Namun kalau kita bicara proporsi, meskipun kita hanya seratus sekian tetapi atas layanan yang kita berikan mungkin lebih dari 70-80% atas apa yang terjadi di disrtibusi logistik di Indonesia. Dan kami juga udah bagus komunikasi dengan pihak Kemenhub terkait dengan layanan, meskipun layanan dikelola oleh Pelindo dan Kemhub, mestinya harus memberikan layanan yang sama, tentu dengan kelas yang sama.

Soal kapan integrasi ini, biarlah itu domain kementerian yang memutuskan, kami hanya mendapatkan mandat dari Kementerian BUMN” pungkasnya



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Puan: Transformasi Digital UMKM Bantu Tingkatkan Perekonomian Rakyat

Ketua DPR Puan Maharani mendukung akselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)karena membantu perekonomian rakyat

EKONOMI | 23 September 2021

Investasi Data Center Terkendala Infrastruktur Jaringan dan Pasokan Listrik

Kurangnya infrastruktur jaringan dan pasokan listrik yang tidak stabil, menjadi faktor penghambat masuknya investasi data center di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Ananta Wahana: ASDP Menyulap Pelabuhan Merak Secara Revolusioner

Ananta Wahana menyebut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyulap Pelabuhan Merak secara revolusioner.

EKONOMI | 23 September 2021

GNA Group Kembangkan Hunian Sehat Golden Flower di Legok Banten

Golden Flower merupakan hunian premium yang dikembangan GNA Group dengan mengusung konsep kawasan sehat, bernuansa hijau, asri dan modern.

EKONOMI | 23 September 2021

BI Ingatkan 156 Money Changer di Jakarta Segera Urus Izin Sebelum 7 Oktober

Bank Indonesia (BI) memperingatkan 156 usaha money changer di Jakarta untuk mengurus izin sebelum tenggat 7 Oktober 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

Tanrise Property Targetkan Serah Terima TritanHub Awal 2022

Belinda Tanoko menegaskan, hingga saat ini penjualan unit TritanHub telah mencapai 35% dari total 146 unit yang direncanakan.

EKONOMI | 23 September 2021

Ekspansi Pasar, Platform Hotel Pouchnation Galang Pendanaan

PouchNATION menggalang putaran pendanaan dari investor SOSV, Artesian, Found Ventures, Huashan Capital dan Traveloka.

EKONOMI | 23 September 2021

Jual 303,14 Juta Saham Treasury, PTBA Raih Rp 691,7 Miliar

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan pengalihan atau menjual saham treasury sebanyak 303,14 juta saham.

EKONOMI | 23 September 2021


Anak Usaha Nusantara Infrastructure Teken MoU Garap Air Bersih di Manado

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melalui anak usahanya PT Potum Mundi Infranusantara (POTUM) garap pengelolaan air bersih di Manado.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings