Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuartal I, Harga Properti Turun dan Suplai Meningkat

Kamis, 6 Mei 2021 | 21:17 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Rumah.com Indonesia Property Market Index Q2 2021 (RIPMI) menunjukkan terjadi penurunan indeks harga properti, disertai kenaikan indeks suplai secara nasional pada kuartal pertama (Q1) 2021. Data RIPMI menunjukkan bahwa indeks harga properti turun dalam tiga kuartal terakhir, sementara indeks suplai naik dalam dua kuartal terakhir.

"Meski terjadi penurunan harga, tetapi pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil apalagi ada hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 dengan masih tingginya pencarian properti pada Q1 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya," jelas Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan tertulisnya Kamis (6/5/2021).

Rumah.com Indonesia Property Market Index – Harga (RIPMI-H) pada Q1 2021 berada pada angka 110,3, turun 0,4% dibanding Q4 2020 (quarter-on-quarter/qoq). Secara tahunan, indeks harga mengalami penurunan sebesar 2%.

Data RIPMI mencatat turunnya indeks harga properti terjadi di sejumlah provinsi. DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 0,4% (quarter-on-quarter), DI Yogyakarta turun sebesar 4,21% (quarter-on-quarter), dan Jawa Timur turun sebesar 1,64% (quarter-on-quarter). "Sementara itu, provinsi Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah masih tetap solid dengan mencatatkan kenaikan indeks harga," kata Marine.

DKI Jakarta yang mengalami penurunan sebesar 0,4% kuartalan terjadi merata di seluruh wilayahnya. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat disusul Jakarta Selatan. "Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan merupakan kawasan properti kelas atas. Kedua wilayah ini memiliki harga per meter persegi yang tertinggi di antara wilayah Jakarta lainnya," kata Marine.

Menurut Marine, turunnya indeks harga properti kuartalan selama tiga kuartal berturut-turut bukan hal yang menggembirakan. Hal ini baru pertama kalinya terjadi sejak 2015. Meski demikian, Marine juga menegaskan bahwa pasar properti masih memiliki harapan. “Harga properti yang tinggi di wilayah Jakarta tidak mampu dicapai oleh kebanyakan pencari properti hunian saat ini. Data Rumah.com menunjukkan permintaan properti hunian terbanyak masih berasal dari kisaran harga Rp 300 Juta-Rp 1,5 miliar. Sementara harga properti hunian di Jakarta saat ini dimulai dari Rp 2,2 miliar ke atas,” ujar Marine.

Sementara Rumah.com Indonesia Property Market Index – Suplai (RIPMI-S) berada pada angka 178,2. Indeks menunjukkan pertumbuhan suplai properti sebesar 8,4% secara kuartalan pada Q1 2021. Pertumbuhan suplai ini melambat jika dibandingkan Q4 2020 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,6% (quarter-on-quarter).

Data RIPMI-S menunjukkan bahwa suplai properti residensial terbesar pada Q1 2021 masih datang dari DKI Jakarta, yakni sebesar 32% dari total suplai nasional. Sementara itu, Jawa Barat menyumbang suplai sebesar 30%, diikuti Banten (17%), dan Jawa Timur (12%).

Menurut Marine, meskipun pada Q1 2021 terjadi pertumbuhan suplai properti namun kondisi ini melambat jika dibandingkan kuartal sebelumnya. Perlambatan pertumbuhan suplai properti bisa disebabkan oleh sikap wait and see para pengembang.

Sementara pencarian properti di Rumah.com pada kuartal pertama 2021 naik sebesar 26% dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Rumah.com masih meningkat sebesar 183%. Naiknya tren pencarian properti ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, di mana kuartal pertama merupakan masa di mana permintaan properti meningkat, setelah kuartal sebelumnya orang lebih memfokuskan pengeluaran untuk kebutuhan belanja konsumtif dan liburan.

Sedangkan kisaran harga yang paling diminati konsumen berada pada kisaran Rp 300 Juta hingga Rp 750 Juta (27%), sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp 1 miliar (56%).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jasa Raharja Tidak Tanggung Asuransi Penumpang Travel Gelap

Dirut PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo menegaskan, perjalanan travel gelap atau ilegal tidak masuk dalam sistem Jasa Raharja.

EKONOMI | 6 Mei 2021

FedEx Gandeng PJI Dorong Kemampuan Bisnis Anak Muda Indonesia

FedEx Express berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia menggelar kompetisi International Trade Challenge untuk mendukung kemampuan bisnis anak muda.

EKONOMI | 6 Mei 2021

BP Jamsostek Koordinasikan Percepatan Pelaksanaan Inpres 2/2021

BP Jamsostek terus gencar menyosialisasikan pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

EKONOMI | 6 Mei 2021

Begini Terobosan Trawlbens Sambut Lebaran

Menurut Beni, Trawlbens merupakan layanan logistik di Indonesia yang terlengkap dan mengutamakan tarif paling murah.

EKONOMI | 6 Mei 2021

Investor Minati Pengembangan Panas Bumi di Indonesia, Ini Alasannya

Dari potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,9 gigawatt hours (GwH), baru digarap sekitar 2.100 megawatt (MW).

EKONOMI | 6 Mei 2021

Kemkop dan UKM Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace dan Laman Bela Pengadaan

Tahun 2019, Kemkop dan UKM telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).

EKONOMI | 6 Mei 2021

Hari Pertama Larangan Mudik, Penerbangan di Bandara AP II Turun 90%

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mencatat penurunan lalu lintas penerbangan turun hingga 90% pada hari pertama larangan mudik tanggal 6 Mei 2021.

EKONOMI | 6 Mei 2021

Indosat Ooredoo Rombak Jajaran Komisaris

RUPST PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) yang dilakukan secara virtual memutuskan beberapa agenda, antara lain menetapkan komposisi anggota dewan komisaris.

EKONOMI | 6 Mei 2021

Investree Gandeng Pegadaian Perluas Jangkauan Pasar

Kerja sama Pegadaian dengan Investree berfokus pada kemudahan akses pengajuan kredit dan fasilitas autodebet pembiayaan kendaraan roda dua dan empat.

EKONOMI | 6 Mei 2021

Ini Penjelasan Jasa Marga soal Penyekatan Cikarang Barat Tol Jakarta-Cikampek

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyampaikan bahwa akses keluar Cikarang Barat dari Cikampek kini kembali dibuka.

EKONOMI | 6 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS