Prudential Catatkan Pendapatan Premi Rp 23,7 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (0)   |   COMPOSITE 5963 (12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1394 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (0)   |   IDX30 472 (0)   |   IDX80 128 (0)   |   IDXBASIC 1239 (6)   |   IDXBUMN20 360 (0)   |   IDXCYCLIC 737 (2)   |   IDXENERGY 746 (-6)   |   IDXESGL 129 (0)   |   IDXFINANCE 1324 (4)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1286 (-9)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 958 (5)   |   IDXINFRA 869 (-1)   |   IDXMESBUMN 102 (0)   |   IDXNONCYC 738 (1)   |   IDXPROPERT 882 (-5)   |   IDXQ30 136 (0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 333 (-0)   |   IDXTECHNO 3164 (165)   |   IDXTRANS 1044 (-7)   |   IDXV30 126 (0)   |   INFOBANK15 955 (2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (0)   |   ISSI 176 (0)   |   JII 579 (-0)   |   JII70 205 (0)   |   KOMPAS100 1132 (2)   |   LQ45 888 (0)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (0)   |   PEFINDO25 295 (-0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 293 (0)   |   SRI-KEHATI 341 (0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Prudential Catatkan Pendapatan Premi Rp 23,7 Triliun

Rabu, 21 April 2021 | 14:32 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah-tengah pandemi Covid-19, kinerja PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) tetap tangguh di sepanjang 2020.

Prudential Indonesia mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp23,7 triliun, total aset sebesar Rp76,3 triliun, dan total aset investasi sebesar Rp70,2 triliun. Ketiganya merupakan yang tertinggi di industri asuransi jiwa Indonesia.

President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch mengatakan, perusahaan merangkum 2020 ke dalam dua kata yaitu, inovasi perlindungan dan inovasi untuk delighting customers.

"Pada akhirnya, kami mampu mencatat hasil bisnis yang stabil dan terus membangun posisi finansial yang memungkinkan kami tetap tangguh menghadapi tantangan tahun lalu,” kata Jens Reisch, di acara konferensi pers virtual laporan keuangan Prudential Indonesia 2020, Rabu (21/4/2021).

Menurut Jens Reisch, sepanjang 2020, Prudential Indonesia membuktikan komitmen perlindungannya terhadap nasabah melalui pembayaran total klaim sebesar Rp12,8 triliun.

Ketangguhan kondisi finansial Prudential Indonesia dalam menghadapi tantangan di 2020, tercermin dari laba setelah pajak yang stabil yakni Rp4,7 triliun dan juga mencatat tingkat solvabilitas (risk based capital) perusahaan yang kuat yaitu 549% atau lebih dari empat kali ketentuan minimal target internal yang ditetapkan oleh regulator.

Sejalan dengan aspirasi untuk menjadi kontributor terkemuka dalam ekonomi Syariah Indonesia, Unit Usaha Syariah (UUS) Prudential Indonesia juga mencatatkan total kontribusi (premi) yang tumbuh menjadi Rp3,7 triliun, total aset sebesar Rp9 triliun yang tertinggi di industri asuransi jiwa syariah Indonesia, dan juga mencatatkan tingkat solvabilitas dari dana tabarru yang mencapai 1.630% serta tingkat solvabilitas dari dana perusahaan sebesar 7.975%.

Dalam hal inovasi perlindungan, Prudential Indonesia bergerak cepat merespons kebutuhan yang meningkat di 2020. Salah satu contohnya, sebelum pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, Prudential Indonesia menjadi perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia yang menyediakan santunan tunai tambahan jika nasabah terdiagnosis positif Covid-19.

"Di 2021, inovasi terus berlanjut dan kami meluncurkan inisiatif program santunan rawat inap pascavaksinasi dan menyediakan sentra vaksinasi Covid-19," imbuhnya.

Dalam hal inovasi untuk delighting customers, aplikasi Pulse yang diluncurkan pada Februari 2020 terus membantu masyarakat Indonesia mengelola kesehatan dan kesejahteraan mereka. Pulse telah diunduh lebih dari 6,6 juta kali dan dimanfaatkan pengguna untuk mencegah penyakit agar tetap sehat.

"Penerapan praktik bisnis yang etis dan tata kelola perusahaan yang baik di Prudential Indonesia, membuat kami mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh nasabah, menjalankan operasional yang berkelanjutan, sekaligus membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat hidup lebih sehat dan lebih sejahtera," tutup Jens Reisch.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Dibuka Menguat di Tengah Musim Pendapatan Emiten

Indeks Pan-European Stoxx 600 naik 0,5% pada awal sesi.

EKONOMI | 21 April 2021

Kementerian Investasi Diharapkan Miliki Peran Fiskal untuk Kebutuhan Investor

Dalam perpres disebutkan fungsi dan kewenangan investasi berada pada lembaga setingkat Kementerian.

EKONOMI | 21 April 2021

Syailendra Terapkan Strategi Fleksibilitas dan Diversifikasi Reksa Dana Campuran

Dalam menyikapi volatilitas pasar, manajer investasi melihat adanya kebutuhan diversifikasi aset, sehingga investor dapat terlindungi.

EKONOMI | 21 April 2021

Menteri Kelautan dan Perikanan Targetkan Shrimp Estate Selesai Tahun Ini

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap Shrimp Estate segera selesai di 2021 dan dapat menunjang program target 2 juta ton produksi udang.

EKONOMI | 21 April 2021

Kiprah "Kartini" Masa Kini dalam Pembangunan Air Minum dan Sanitasi di Pedesaan

Program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki untuk pengelolaaannya.

EKONOMI | 21 April 2021

Batavia Finance dan Jaya Ancol Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 550 Miliar

Nilai total dari surat utang jatuh tempo tahun ini mencapai Rp 125,4 triliun.

EKONOMI | 21 April 2021

Pemerintah Siapkan Perpres untuk Tingkatkan Rasio Kewirausahaan

Regulasi ini diharapkan bisa mempercepat lahirnya wirausaha baru baik dari UMKM yang sudah ada maupun usaha pemula di kalangan anak muda.

EKONOMI | 21 April 2021

Mayoritas Investor Surat Utang Negara adalah Perempuan

Berdasarkan profil investor obligasi negara sukuk ritel dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI), porsi investasi perempuan di atas 50%.

EKONOMI | 21 April 2021

Siang Ini, Rupiah Melemah ke Rp 14.520 Per Dolar

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Rabu (21/4/2021), terdepresiasi ke kisaran Rp 14.520.

EKONOMI | 21 April 2021

Sri Mulyani: Perempuan Kontribusi US$ 12 Triliun pada Ekonomi Global Tahun 2025

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan peran perempuan dalam ekonomi global diproyeksi memiliki kontribusi hingga US$ 12 triliun pada tahun 2025.

EKONOMI | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS